<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379</id><updated>2012-01-08T11:51:30.784+08:00</updated><category term='Resolusi Juara'/><title type='text'>Arien's page</title><subtitle type='html'>Everything is gonna be alright</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-1447129751926554110</id><published>2011-12-30T13:07:00.016+08:00</published><updated>2012-01-03T22:49:02.875+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resolusi Juara'/><title type='text'>resolusi 2012: MEMBACA DAN MINUM COKELAT PANAS</title><content type='html'>&lt;a href="http://telkomspeedy.com"&gt;&lt;img src="http://telkomspeedy.com/gambar/blogcontestspeedy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Barangkali bagi para leluhur tujuh generasi sebelumnya, kebahagiaan dan keriangan dapat meruap diantara keremangan cahaya lampu minyak. Listrik masih menjadi suatu kemewahan – apalagi televisi, telepon, dan perangkat tekhnologi lainnya. Namun yang *saya rasakan saat ini, bahkan sehari tak membuka &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt; saja rasanya seperti melewatkan makan siang dan makan malam sekaligus. Barangkali kakek-nenek buyut kita masih memaklumi dengan besar hati keterlambatan berita dan informasi dikarenakan rentang jarak dan waktu yang tidaklah pendek. Namun bagi saya, tidak meng-update informasi pada detik terkini dan menjajakan eksistensi diri barang sehari serasa hidup di belantara rimba seorang diri. Terkucil dan sengsara. Jaman sudah berkembang sedemikian pesat. Dan rasanya saya harus banyak bersyukur karena memperoleh begitu banyak kemudahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan saya tak mencicipi alur hidup sebagai karyawan kantoran di kota besar – yang memiliki akses bebas internet cuma-cuma, saya tak akan se-keranjingan ini terhadap internet. Saat memutuskan untuk menyambung sisa hidup di kampung halaman – yang notabene di kota kecil, ada sedikit kegusaran yang menggelayut. Wah… kali ini udah tak ada &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt; gratis… begitu pikir saya. Tak pelak saya harus menyiapkan modem dengan berbagai provider yang berganti-ganti. Nyaris semua mengecewakan dan membuat saya naik darah – entah itu karena sambungan lelet atau malah tak nyambung sama sekali atau biaya akses yang membengkak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu tak berlaku bagi &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;telkomspeedy&lt;/a&gt; – yang telah memuaskan dahaga saya untuk mengakses internet di rumah setiap saat. Sambungan akses yang lancar dan biaya yang terjangkau membuat hidup saya damai dan bahagia selama dua tahun belakangan ini. Saya tak hendak memrpomosikan &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;telkomspeedy&lt;/a&gt; bak pemain iklan yang senantiasa hiperbola. Tapi saya tak lagi punya pilihan lain yang lebih bagus, dan jawaban lain yang lebih ampuh, selain &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;telkomspeedy&lt;/a&gt; sebagai satu-satunya pilihan terbaik bagi saya – yang punya kebiasaan cerewet pada berbagai service produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan akhir-akhir ini saya tak disibukkan oleh aktivitas baru yang membuat saya berterima kasih pada &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;telkomspeedy&lt;/a&gt; sejuta kali, barangkali saya akan membiarkan tahun 2012 nanti lewat begitu saja tanpa resolusi yang penuh kesan. Kali ini saya keranjingan mendownload berbagai ebook dari berbagai situs. Sedemikian banyak ebook yang telah saya kumpulkan sampai-sampai saya bersyukur tiada habis masih memiliki kesempatan mencicipi era yang sedemikian canggih berkat kebaikan hati &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;. Apalagi ditambah akses download yang relatif cepat, sehingga waktu saya sedemikian efektif saat bertatapan dengan &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;. Harus saya akui, &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;telkomspeedy&lt;/a&gt; memang semakin pertamax! Bagi saya, membaca buku itu semacam bernafas. Saya tak bisa melewatkan hari tanpa membaca. Dan keberadaan ebook di era sekarang sungguh ibarat mendapat bonus puding super lezat gratis setelah makan malam yang lengkap. Setidaknya memangkas anggaran ke toko buku dengan angka yang cukup signifikan. Girang sekali rasanya hati ini! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://rahmatmuntaha.com/wp-content/uploads/2010/08/free-ebook-islamy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 334px;" src="http://rahmatmuntaha.com/wp-content/uploads/2010/08/free-ebook-islamy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbersit pula di benak bahwa saya hendak membuat sebuah grup komunitas online untuk para penikmat buku – terutama ebook. Tak hanya sekedar saling berbagi tautan mengenai buku-buku, namun saya antusias untuk membuat semacam forum diskusi yang membahas buku-buku yang dibaca. Tak hanya sekedar mengobrol kisah dan cerita yang tersurat, namun juga mengungkap makna dan pesan yang tersirat. Pun membagi mimpi dan imajinasi akibat inspirasi. Andaikan nantinya dapat berkembang lebih pesat, pasti akan mudah bagi saya untuk menggalang kerja sama dengan beberapa penerbit demi semakin meramaikan komunitas. Apalagi di era sekarang, menghubungi orang-orang ternama semisal para pengarang buku pun tak lagi terlampau susah berkat akses &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt; yang seolah tiada jarak. Harapan saya, semangat membaca di negeri ini akan semakin berkobar dan membudaya. Sesungguhnya, gerakan literasi pun adalah sebuah perbuatan yang mulia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, bangsa yang besar adalah bangsa yang banyak menarik pelajaran berharga dari berbagai referensi jendela dunia. Dan membaca adalah sebuah jendela untuk melongok ke dunia yang lebih luas. Sungguh merugi kita jika menyia-nyiakan kesempatan yang semakin mudah didapat. Sungguh merugi kita jika mengabaikan kehebatan akses cepat, nyaman, dan murah yang dipersembahkan tekhnologi &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 adalah tahun yang sedemikian mengasyikkan bagi saya yang telah menyediakan diri dengan begitu banyak ebook. Sepertinya, tak perlu lagi menguras anggaran ke toko buku. Cukup menyediakan lebih banyak stok minuman coklat panas dan keripik kentang supaya saat-saat membaca dan berdiskusi online menjadi lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kriuk&lt;/span&gt; dan menyenangkan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well… Semoga tahun 2012 adalah tahun membaca asyik yang juga diharapkan sebagai tahun yang cukup bermanfaat. Dan saya optimis ada keberhasilan di ujung sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-eGa4viB1PMc/Tv3Me2vHZ0I/AAAAAAAAAoA/MNXxIbIaYaM/s1600/white_cup_of_coffee_and_computer.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eGa4viB1PMc/Tv3Me2vHZ0I/AAAAAAAAAoA/MNXxIbIaYaM/s400/white_cup_of_coffee_and_computer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691930334527448898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-1447129751926554110?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/1447129751926554110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=1447129751926554110' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1447129751926554110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1447129751926554110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2011/12/resolusi-2012-membaca-dan-minum-cokelat.html' title='resolusi 2012: MEMBACA DAN MINUM COKELAT PANAS'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eGa4viB1PMc/Tv3Me2vHZ0I/AAAAAAAAAoA/MNXxIbIaYaM/s72-c/white_cup_of_coffee_and_computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-8205526292829530222</id><published>2011-06-13T10:40:00.003+08:00</published><updated>2011-06-15T17:39:38.814+08:00</updated><title type='text'>SAY NO TO PLURALISME</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8z3e2hjaqTM/TfV45OQVnjI/AAAAAAAAAns/sLlsC4eb50U/s1600/vv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8z3e2hjaqTM/TfV45OQVnjI/AAAAAAAAAns/sLlsC4eb50U/s320/vv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617529034689060402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka berteriak lantang sambil mengobarkan bendera ‘pluralisme’. Kesal dan jengkel dengan para teroris yang membuat onar dengan bom, sekaligus para provokator yang mencuatkn gejolak api permusuhan dan kericuhan antar agama. Islam, Kristen, Semit, Hindu atau Budha – kenapa sih ribut mempertentangkan agama yang ujung-ujungnya berakhir dengan kekisruhan yang justru membawa korban ? Apakah sudah bosan dengan kedamaian…?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian mereka mengusung kata ‘pluralisme’ – yang dianggap sebagai salah satu pemecahan masalah dan pencerahan atas problema diatas. Ketika ditanya, apa itu pluralisme, mereka akan mengatakan bahwa itu berhubungan dengan keberagaman (agama) dalam persatuan. Saling menghormati, toleransi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Betulkah memang demikian…?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya telah banyak mengamati (sekaligus mengkaji), apa dan siapakah yang menonjolkan pluralisme dan siapa yang tidak. Kaum alim ulama yang berpengetahuan luas dengan pemahaman agama yang dalam justru tidak akan mengamini pluralisme. Kata ‘pluralisme’ justru banyak diangkat oleh golongan paham agama namun condong ke arah modernis imperialis, atau justru mereka yang masih jauh dari pemahaman dan kajian agama(nya) secara mendalam – alias kaum pragmatis dan sekular yang menyentuh agama sebagai sisi simbolitas saja. Mereka yang merasa terganggu akibat efek tak mengenakkan yang dirasakan oleh fisik/emosi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa kaum alim ulama (yang sekaligus saya amini dengan kata ‘setuju 100 persen’) tidak mengamini istilah pluralisme ? Bahkan ada beberapa yang mengatakan haram. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Well… segala sesuatu yang berimbuhan –&lt;i style=""&gt;isme&lt;/i&gt; adalah berarti sebuah paham, kepercayaan, anutan, atau keyakinan. Jika demikian, dapat pula dikata bahwa pluralisme (yang benar) adalah mengatakan bahwa semua agama benar. Semua keyakinan benar (karena tujuannya memang satu, yakni Tuhan). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padahal seharusnya (dan sewajarnya), seorang yang beragama, paham agamanya, pasti akan memiliki truth claim masing-masing --&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Untuk kamu agamamu, dan bagiku agamaku” (Al Kafiruun; 6)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apalagi dalam soal ritual dan peribadatan, tentu saja tidak bisa dicampur-aduk antara satu agama dengan agama lain. Saya yang seorang muslim tentu akan berkeyakinan bahwa peribadatan saya lah yang paling benar. Saya tidak akan banyak berkomentar dan terlibat (langsung/tak langsung) dengan natal, trinitas, trimurti, ahimsa, dan lain-lain – meski saya menghormati dan memberi kebebasan umat lain untuk beribadah atau melaksanakan aktivitas keagamaan mereka. Ada beberapa hal (terutama dalam hal peribadatan maupun keyakinan) dimana saya tak bisa membenarkan (karena saya mengimani agama saya), namun saya membiarkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka ‘membiarkan’ inilah yang dimaksud dengan toleransi atau menghormati, menurut versi saya. Jika berada diluar koridor peribadatan dan keyakinan, adalah kewajiban untuk saling tolong menolong dan kerja sama. Saya mengimani Al-quran, dimana telah tertera dengan jelas dan gamblang aturan-aturan mengenai hormat-menghormati maupun menghargai umat lain. Inilah yang disebut dengan &lt;b style=""&gt;Pluralitas&lt;/b&gt; – yang lebih condong pada aktivitas atau keadaan (saling menghormati dan tolong menolong).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keberagaman sebagai suatu kenyataan harus disikapi dengan kesadaran dan kesepakatan dalam hal adanya perbedaan, bukan integrasi. Keberagaman yang menerima eksistensi kelompok lain namun tidak berarti membenarkan pemahaman yang berbeda dari pemahaman kita. Dalam bingkai kesadaran perbedaan yang tidak mungkin berintegrasi itu, mari kita hidup rukun dan damai terhadap pemeluk agama mana pun. Selama mereka berbuat baik kepada kita, kita balas dengan adil yaitu dengan kebaikan pula, ataupun kalau sanggup dengan ihsan, yaitu kita balas dengan lebih baik. Selama mereka tidak mengusik / merusak agama dan memerangi kita, selama itu pula kita pantas menjaga perdamaian dan kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gus Dur sendiri mengusulkan keharusan pluralitas dalam melihat Islam dan kehidupan, dengan bersandar pada etika dan spiritualitas, termasuk untuk mengelola dunia yang terus bergerak ke arah globalisasi ini. Ini ditujukan untuk perdamaian abadi dan saling menghormati antar bangsa dan antar manusia. Artinya, pluralitas pun (se)harus(nya) berpedoman pada Al-quran, yang telah memuat segala aturan untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Al-Qur`an meletakkan prinsip-prinsip pergaulan manusia atau masyarakat muslim dengan non-muslim. Pribadi dan masyarakat Islam tidak boleh memaksakan penganut agama lain pindah ke agamanya (Al Baqarah:256). Dalam menyampaikan dakwah Islam, hendaklah dengan cara yang bijaksana, dengan pelajaran dan diskusi yang lebih baik (An Nahl:125). Pribadi muslim tidak dilarang untuk berbuat baik dan tolong menolong dengan penganut agama lain , yang tidak bersikap bermusuhan (Al Mumtahanah:8).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu berkenal-kenalan, sesungguhnya yang termulia di antara kamu di sisi Allah, ialah yang lebih taqwa.” (Ar Rum: 22)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah, masih keukeuh dengan Pluralisme…? Padahal pluralitas jauh lebih elok…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan rasa dalam hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-8205526292829530222?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/8205526292829530222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=8205526292829530222' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/8205526292829530222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/8205526292829530222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2011/06/say-no-to-pluralisme.html' title='SAY NO TO PLURALISME'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8z3e2hjaqTM/TfV45OQVnjI/AAAAAAAAAns/sLlsC4eb50U/s72-c/vv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-7661932333936094711</id><published>2011-06-13T10:31:00.004+08:00</published><updated>2011-06-13T10:38:17.398+08:00</updated><title type='text'>HUJAN; Retorika VS Ironi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-rY8RilZrhgk/TfV3oObwnSI/AAAAAAAAAnk/iuUW5Q0kLL4/s1600/hujan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rY8RilZrhgk/TfV3oObwnSI/AAAAAAAAAnk/iuUW5Q0kLL4/s320/hujan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617527643167563042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:worddocument&gt;&lt;w:trackmoves&gt;&lt;w:trackformatting&gt;&lt;w:punctuationkerning&gt;&lt;w:validateagainstschemas&gt;&lt;w:donotpromoteqf&gt;&lt;w:lidthemecomplexscript&gt;&lt;/w:lidthemecomplexscript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables&gt;    &lt;w:snaptogridincell&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct&gt;    &lt;w:useasianbreakrules&gt;    &lt;w:dontgrowautofit&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx&gt;    &lt;w:word11kerningpairs&gt;    &lt;w:cachedcolbalance&gt;   &lt;/w:cachedcolbalance&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in 64.45pt 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Masih sering terdengar ungkapan-ungkapan manis nan syahdu yang melintas-lintas; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Setelah hujan terbentang pelangi nan indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Setelah hujan sejuk merebak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Setelah hujan dedaunan mengembang, hijaunya kian gemerlap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Tunas-tunas baru, harapan baru, bermunculan, merekah indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Hujan, anugerah yang syahdu, melumat sendu&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi bagi saya sendiri, ungkapan-ungkapan tersebut agaknya telah terberangus aktualitanya. Sekedar retorika romantis yang sepertinya telah memudar masanya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jujur saja, saya sendiri memang kurang romantis terhadap hujan. Namun jika saya menuliskan ini tepat saat hujan turun dengan derasnya, sembari mengamati rinainya yang jatuh di atas permukaan kolam kecil di balik jendela, seraya memandangi daun dan bebungaan yang bergoyang dalam hempasan angin, atau sekedar melongok rerumputan yang tergenang air; ini bukan usaha romantis dalam menyesap suasana – yang justru membuat saya menarik selimut agak sedikit tinggi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ingatan lain mengenai hujan, terutama akhir-akhir ini, jauh lebih membahana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saat hujan turun, jalanan seringkali menjadi sepi. Jarang ada yang bersikeras untuk berjalan-jalan meski teknologi payung dan jas hujan telah merambah sedemikian agresif. Tetap saja kedua benda itu menjadi komoditi untuk masa-masa kepepet bagi sebagian besar orang. Artinya, jika ‘tak butuh-butuh amat’ untuk apa keluar di hari hujan ? Maka itu, toko-toko sepi. Salon sepi. Warung sepi. Bengkel pun sepi. Pegawai-pegawai hanya sekedar terduduk, termangu, menatap titik-titik air yang tak kujung surut. Pemilik-pemilik hanya bisa tertunduk lesu, apalagi jika menjelang hujan yang kini menjadi saban hari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya sendiri pun tak suka berkeliaran di kala hujan, jika memang tak terpaksa. Saya bukan dari golongan wah yang selalu membawa baju-baju kotor ke laundry setiap saat. Bukan pula dari golongan yang memiliki waktu begitu senggang hingga senantiasa dapat mencuci baju kapan saja. Dan saya tahu, banyak sekali orang-orang diluar sana yang tidak peduli dengan toleransi. Menghempas roda mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga memuncratkan genangan-genangan air bekas hujan pada mahluk-mahluk yang tak berdaya. Saya pun seringkali menerima atau membuat pembatalan agenda akibat hujan….&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di kampung saya, petani tembakau, yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian sektor domestik tak henti menangis karena hujan tak kunjung reda. Ratusan hektar lahan tembakau yang seharusnya siap panen menjadi terendam air. Begitu pula dengan ladang jagung yang menjadi busuk hingga tak menghasilkan apa-apa. Pun dengan gabah padi yang tak kunjung kering, hingga harganya pun menjadi anjlok. Mereka, para produsen, para buruh kecil, para mahluk yang hanya dapat sekedar berkeluh dan membatin, menjadi semakin nestapa. Mereka bukan para tengkulak, bukan distributor, bukan pula cukong yang dapat meraup keuntungan besar-besaran untuk modal bersenang-senang dan memperkaya diri. Mereka sekedar hidup, bertahan dalam kesederhanaan. Namun kini, bahkan sekedar bertahan pun begitu susah. Beberapa dari mereka bahkan hanya dapat makan dengan sekedar nasi raskin dan garam saja. Alih-alih untuk menyesap teh atau kopi demi menghangatkan badan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nelayan pun enggan melaut. Sebenarnya bukan lantaran menuruti rasa malas. Namun cuaca yang tak baik, hujan yang besar, angin yang menderu, dan badai yang mengincar, adalah ancaman dari keselamatan mereka. Ikan pun enggan menampakkan diri ke permukaan. Hujan yang berkepanjangan, pun bagian dari kesusahan mereka yang sudah sekian banyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa hari yang lalu, saya mendengar sebuah ledakan yang cukup keras, tak jauh dari tempat saya. Bukan bom. Melainkan ledakan jaringan kabel listrik akibat persinggungannya dengan petir yang menyertai hujan. Peristiwa-peristiwa seperti ini sebenarnya kerap sekali terjadi. Korsleting. Mati lampu hingga tak terhitung seringnya. Bahkan beberapa kali perangkat komputer saya rusak akibat terlalu sering mati lampu mendadak. Sebuah pengeluaran tak terduga bagi saya, yang terpaksa memanggil teknisi komputer yang kini kian banyak memiliki janji. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Banjir. Tak usah lagi dibahas. Bahkan bencana ini sudah terlampau jelas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemana pelangi yang indah itu ? Perlukah sekalian saya membayangkan seekor unicorn putih bertanduk melintasinya ? Ah, sudah lama saya tak lagi melihat pelangi. Hanya melulu langit yang pucat memutih, awan-awan tebal yang tak kunjung bergeser, melainkan semakin tebal untuk sewaktu-waktu berubah menghitam lagi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Daun-daun itu memang menghijau. Mengkilap dengan kecemerlangan yang mengangumkan. Namun saya pun melihat banyak yang telah membusuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Populasi kodok makin merajalela. Kecebong yang hilir mudik menyesaki kolam-kolam ikan, seolah tiba-tiba menjadi penguasa setelah aksi kudeta. Ikan-ikan indah terpinggirkan. Saya pun kerap mengomel ketika melintasi halaman di malam hari. Masalahnya, saya tak sudi menginjak anak-anak kodok yang berpesta pora, meloncat kesana-kemari dalam wujud yang samar-samar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Populasi nyamuk pun menjadi ancaman tersendiri. Saya pun pernah merasakan derita opname, jarum infus, dan tagihan rumah sakit akibat demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya tidak mencela hujan. Saya tak berkeluh kesah akibat hujan. Namun saya tak bisa membutakan diri dengan beragam kenyataan aktual mengenai hujan…. saat ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya tak tahu lagi bagaimana cara menikmati romantika kesyahduan rintik-rintiknya, sementara tak jauh dari tempat saya, tak luput dari kebutuhan saya, ada yang meratap mencucurkan tangis, membungkus pilu dengan menelan ludah. Kadangkala, kenyataan tak menyisakan ruang untuk imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi satu hal yang saya percaya dengan kuat, yang saya yakini dengan pasti, bahwa gerak alam dan semesta senantiasa membawa pesan tersendiri. Alam selalu menyiratkan makna. Rupanya, hujan tak melulu soal pelangi dan tunas yang tersembul.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Menurutmu, apakah pesan dari hujan yang kini tak kunjung reda ? Kemiskinan yang tak kunjung membaik ? Penyelewengan yang tak kunjung lurus ? Kebobrokan yang tak kunjung surut ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pelangi yang tak muncul pun sebenarnya memiliki pesan yang manis. Supaya engkau tak lekas lalai dan terlena usai jatuh, begitu berulang-ulang. Hanya ada satu tempat, satu tujuan, satu pemberhentian yang takkan pernah hilang dan muncul bergantian. Hanya ada satu, yang pada akhirnya tersisa saat sisa-sisa lain yang kau harapkan tak kunjung datang. Hanya ada satu, yang kemudian menjadi satu-satunya. Hanya ada Satu, yang kemudian memaksamu untuk berpikir bahwa memang DIA satu-satunya. Yang tertinggal. Yang mewujud. Saat pelangi dan tunas bersembunyi di balik tangan-Nya yang sedang tergenggam. Jangan melulu melihat apa yang ada dalam genggamannya. Tapi lihatlah Dia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Maka, bersiap-siaplah, kawan! Karena Dia memang memintamu untuk bersiap-siap. Untuk melihat Dia secara keseluruhan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Hujan, akankan kau membawa pesan ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Genangan akankah kau membawa pesan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Guntur dan petir, akankah gemuruhmu membawa pesan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Badai dan angin, akankah sapuanmu membawa pesan ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Hingga pelangi dan tunas muda kini kau simpan di balik kegelapan yang yang tak kunjung terik…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Ada, tentu saja kami membawa pesan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Sudah waktunya untuk kembali&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah, kini hujan telah reda…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mari kita longokkan pandangan, akankah pelangi merentang diatas sana ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Jika memang tak ada, bukan suatu halangan untuk membuatmu bersedih, kawan…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ada kesibukan lain yang menantimu, yang membuatmu lupa pada tawa dan senyum selepas hujan, seperti yang biasa kau lakukan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yakni kesibukan untuk mengamanati pesan itu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pesan yang dibawa hujan…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Semoga harimu menyenangkan…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-7661932333936094711?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/7661932333936094711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=7661932333936094711' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7661932333936094711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7661932333936094711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2011/06/hujan-retorika-vs-ironi.html' title='HUJAN; Retorika VS Ironi'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rY8RilZrhgk/TfV3oObwnSI/AAAAAAAAAnk/iuUW5Q0kLL4/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6273867908835013104</id><published>2011-06-13T10:23:00.002+08:00</published><updated>2011-06-13T10:27:25.256+08:00</updated><title type='text'>The Power of  Mind…. Hebat namun kurang elok…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3HVAe24SZQ0/TfV1CJ_5XgI/AAAAAAAAAnE/Z606MulZ-XE/s1600/mind-power-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3HVAe24SZQ0/TfV1CJ_5XgI/AAAAAAAAAnE/Z606MulZ-XE/s400/mind-power-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617524790118669826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah Engkau mendengar bahwa kekuatan pikiran dapat menggerakkan segalanya ? Bahwa dengan kekuatan pikiran, maka apa yang kau kehendaki benar-benar akan terjadi. Itulah dasar dari Power of The Mind – yang mungkin kini sedang marak menjadi semacam afirmasi atau motivasi diri. Pembahasan mengenai The Power of mind menjadi gencar-gencaran. Mulai dari buku, agitasi, hingga acara televisi. Benarkah ini semacam propaganda budaya baru ? Sebuah solusi, tips dan trik di era praktis ?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas…. Saya sendiri memutuskan untuk tidak ikut-ikutan arus dan aliran ‘power of the mind’; jika itu memang disebut sebagai aliran, cara baru, atau apa saja lah. Mengapa demikian ? Bukankah sudah banyak terbukti kedahsyatan dan kemanjurannya – bahwa dengan kekuatan pikiran, dengan afirmasi dari pikiran dan keyakinan, maka apa yang kau impikan akan terwujud ? Tak hanya engkau, saudara dan rekan kolegamu sudah membuktikan kebenarannya. Bahkan ada ribuan atau jutaan manusia yang telah mengalami euforia ini. Well… saya tidak menyanggah atau menyangkal kemanjurannya. Seperti halnya saya tidak menyangkal bahwa seorang dukun pun dapat menyembuhkan derita santet dengan hanya memercikkan air penuh bebungaan diantara asap kemenyan yang membumbung. Mungkin memang sembuh (total). Tapi saya tidak sependapat dengan cara tersebut. Itulah yang akan saya bahas disini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya, the power of mind atau kekuatan pikiran hanyalah semacam propaganda mereka yang menganut paham materialisme. Mereka yang atheis, yang agnostik… Hey! Saya memiliki tandingan lain yang lebih elok, yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk menjadi pengganti dari the power of the mind – yakni The Power of Praying. Kekuatan doa. Persetan dengan masalah rasionalitas dan logika, karena menurut saya, mereka yang materialis justru amat tidak rasional dan tidak logis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangat tidak rasional, karena begitu yakin bahwa diri ini, manusia, memiliki kekuatan yang begitu hebat untuk menggerakkan semuanya. Untuk mewujudkan semua (yang diingininya). Well… bahkan engkau saja tidak memiliki kekuatan untuk mengetahui apa yang terjadi di belahan bumi lain (tanpa b&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;antuan teknologi artifisial). Engkau tidak memiliki kekuatan untuk membuat seorang di depanmu menandatangani kontrak persetujuan yang membuat Anda untung berat. Dan engkau tak memiliki kemampuan untuk membuat hidupmu terus menerus bahagia dan tertawa. Bisa-bisanya engkau menasbihkan diri bahwa pikiranmu(lah) yang memiliki kemampuan hebat untuk mewujudkan apa saja! Engkau hanya mengapung diantara berbagai kemungkinan. Kemungkinan ya dan tidak. Kemungkinan berhasil dan gagal. Mana yang engkau peroleh, itu adalah suatu kebetulan. Begitulah materialis. Padahal kehidupan tak hanya sekedar rangkaian kejadian yang acak, hingga tercipta kebetulan-kebetulan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ah, tidak. Jika engkau berkonsentrasi lebih dalam, meyakini lebih kuat, maka engkau dapat mengirimkan sinyal berupa spektrum, gelombang elektromagnetik, dan partikel-partikel kasat mata yang dapat mempengaruhi seseorang di depanmu supaya mengangguk atau menggeleng. Ha! Saya rasa Romi Rafael, Adi W Gunawan, dan lain sebagainya paling ahli dalam hal ini! Apakah engkau juga ingin menjadi seorang ahli hipnotis ? Bahkan ada pula yang membeberkan teknik-teknik praktis (namun ternyat&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a malah ribet) disertai dengan simpulan-simpulan teori yang sebenarnya adalah sekedar angan-angan romantika belaka. Mulai dari konsentrasi pikiran, permainan bawah sadar (Aha! sigmund freud pasti bersuka cita!), hingga keterlibatan berbagai macam gelombang suara semisal alpha, teta, bheta atau gamma, yang biasa dikenal dengan binaural beats (kebetulan saya sendiri, karena penasaran sangat, pernah menyibukkan diri untuk mencoba urusan ini sampai telinga saya sakit semua, heee…) Muncul pula istilah-istilah romantis; semesta, kekuatan alam, hukum tarik menarik, dan sebagainya. Atau malah ujung-ujungnya melahirkan interpretasi mengenai tuhan ala Bernard Haisch akibat kementokan jangkauan  pikir manusia. Metode-metode seperti ini dikembangkan dengan subur di negara-negara barat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan itu sangat memungkinkan terjadi. Terwujud dengan sangat mengesankan. Apalagi dengan segenap upaya dan kerja kerasmu. Sembilan puluh persen usaha tak pernah sia-sia. Namun ketika berhasil, maka engkau akan mengatakan ‘yaa… semua ini berkat kemampuan pikiran saya, hingga pada akhirnya saya berhasil dan meraih impian. Saya tanamkan terus menerus afirmasi dalam pikiran saya, dalam bawah sadar saya, sehingga saya memiliki motivasi dan kemampuan lebih besar yang tak pernah saya duga sebelumnya. Ternyata saya memang mampu.’ Saya… saya… dan saya… Sampai berapa kali engkau mengatakan ‘saya’ ? Paham power of the mind menggiring kita pada kesombongan akan diri sendiri. Ibarat ketika engkau membeli sebuah blender otomatis super canggih yang mampu menyediakan segelas jus alpukat dalam sekejab, maka kau puji blender itu habis-habisan… Blender yang te&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;lah kau beli, yang telah menjadi milikmu seorang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-saNW3l_6SgQ/TfV1XsWpcWI/AAAAAAAAAnM/LvSez0llDso/s1600/muslimah%2Bdoa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-saNW3l_6SgQ/TfV1XsWpcWI/AAAAAAAAAnM/LvSez0llDso/s400/muslimah%2Bdoa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617525160118153570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bandingkan dengan The Power of Prayin&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;g. Sebagai manusia yang beragama, menurut saya akan jauh lebih elok jika kita lebih mem&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;ilih the power of praying. Tiada kekuatan selain kekuatan milik-Nya. Bukan karena hukum tarik-menarik, bukan pula kekuatan alam. Kalaupun mereka memiliki andil, sesungguhnya mereka hanya sekedar sarana. Dia, Yang Maha Segala-nya yang menentukan kesuksesan dan keberhasilanmu. Dan hanya Dia lah yang Maha Mendengar segala doamu. Bukankah sudah banyak pula bukti mengenai doa-doa yang terkabul ? Bahkan engkau sendiri pasti juga seringkali mengalaminya, bukan ? Hanya Tuhan yang menentukan jalan hidup kita. Hanya Tuhan yang memberi kita kesempatan untuk mereguk kesuksesan dan kegagalan. Hanya Tuhan yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Jangankan sekedar menggerakkan pikiranmu, bahkan membolak-balikkan hati – yang merupakan pemimpin dari seluruh anggota tubuh pun merupakan hal yang ringan bagi-Nya.  Namun Dia tak pernah menciptakan segala sesuatunya dengan sia-sia. Semua memiliki maksud dan tujuan sendiri-sendiri. Hikmahnya sendiri. Dan semua itu adalah demi kebaikan dan kebahagiaanmu sendiri. Jadi percayalah, Tuhan pasti mengabulkan doa dan permohonanmu – jika engkau meminta.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ah, doa dan kekuatan pikiran nggak jauh berbeda, bukan ? Doa pun adalah kekuatan pikiran. Hanya masalah etimologi. Apa yang terucap manusia adalah sebuah doa. Inilah pernyataan yang seringkali didengungkan. Begitu, bukan ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun jika diperkenankan, saya akan mengatakan bahwa dua hal tersebut boleh jadi berbeda.  Bahkan saya mulai cenderung lebih banyak melihat manifestasi, dimana kedua hal tersebut memang mulai berbeda. Doa memang adalah sebuah kekuatan pikiran. Namun kekuatan pikiran belum tentu berupa doa. Disini, saya mengartikan doa dari sudut pandang fokus atau tujuan dipantulkannya harapan. Doa selalu akan fokus dan tertuju pada Tuhan. Sedangkan kekuatan pikiran, bisa saja hanya sekedar berupa afirmasi diri sendiri. Sebuah sikap pengyakinan bahwa diri ini pun memiliki kekuatan untuk mewujudkan impian dan harapan. Dalam kekuatan pikiran ini, ada celah atau peluang untuk mengabaikan kekuatan lain yang mampu menggerakkan atau mewujudkan impian kita. Bahkan fokus ini adakalanya bias, saling tumpang tindih, meski tidak memungkinkan cara ini pun cukup manjur.  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun jauh berbeda jika kita menggunakan doa. Mutlak kita memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa tiada kekuatan yang Maha Mengabulkan dan Mewujudkan segala apa yang kita impikan selain kekuatan-Nya. Memang terlihat tidak mandiri. Namun sejatinya bukankah kita memang adalah mahluk yang tidak mandiri ? Apalagi sebagai insan beragama, yang berilmu, yang paham dengan syariat, tata cara, hukum, adab dan adat, bukankah seharusnya lebih mengutamakan doa dalam mewujudkan setiap langkah dan impian kita…? Namun tak hanya sekedar berdoa, kawan. Bahkan berdoa pun ada adab-nya tersendiri. Dan jika kita mengerjakannya, bukankah ini akan lebih baik…? – daripada sekedar sibuk berkonsentrasi dengan afirmasi berulang-ulang dalam diri, “Aku bisa! Aku bisa!”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, esensi berdoa pun jauh lebih terpuji – dimana kita semakin dekat dengan-Nya, semakin menyadari bahwa betapa kita adalah mahluk yang lemah tanpa kemurahan dan pertolongan-Nya. Meskipun segala yang terucap, baik di hati maupun di bibir akan dikabulkan oleh-Nya, namun saya rasa Dia akan lebih senang jika kita berharap dan memohon sambil mengingat (kebesaran)-Nya – ketimbang sekedar mengingat dan mengungkit-ungkit keinginan dan kehendak pribadi melulu… Tanpa kita sadari, bahkan cara kita menggapai sesuatu pun sesungguhnya merupakan sebuah ujian dari-Nya, -- seberapa besar perbandingan prosentase kita percaya pada-Nya dengan percaya pada diri sendiri sebagai mahluk individual yang berkuasa penuh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lagipula, (ber)doa dapat menjadikan kita sebagai insan yang rendah hati, bersahaja, dan jauh dari kesombongan.  Selain itu, doa pun menjadi kontrol atau pengendali emosi. Bagaimanapun, kendati nyaris 90 persen usaha dan kerja keras kita dapat terwujud sempurna, namun masih ada kemungkinan gagal telak 10 persen. Pernahkah engkau memiliki pengalaman dimana engkau sudah berusaha begitu keras, yakin begitu besar, namun kenyataan yang terjadi tidaklah sesuai dengan harapan kita ? Pengalaman saya sendiri dalam soal kejatuhan sudah tak terhitung banyaknya. Bahkan sempat pula saya mempertanyakan, dimana keampuhan semboyan ‘jika engkau yakin bisa, engkau pasti bisa!’. Menggunakan power of the mind ala barat, engkau akan lekas didera kekecewaan dan kehampaan yang membinasakan. Namun dengan kekuatan doa, engkau akan lebih selamat. Dengan berdoa, kita akan senantiasa menyadari bahwa ada yang lebih berkuasa dari kita – yakni Yang Mengabulkan doa kita. Ada yang lebih mengetahui dari kita. Yakni Yang Memegang Awal sampai Akhir. Dengan berdoa (sepenuh hati), akan ada keajaiban yang menggiringmu untuk lebih ikhlas menerima apapun yang terjadi. Dengan berdoa, engkau akan terhindar dari kebencian akan diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana jika menggabungkan keduanya ? Power of mind, sekaligus kekuatan doa. Mungkin saja hasilnya jadi lebih tokcer. Tak mengapa, asal tak terlampau lupa diri. Jikalau pakaianmu kering, jangan terlarut untuk memuji matahari secara berlebihan. Pujilah yang memang patut dipuji, yakni Yang Menciptakan matahari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, sekarang semuanya terserah padamu. Mau memilih The Power of Mind… atau The Power of Praying….? Ini hanya sekedar opini. Anggap saja celoteh ringan. Tidak menutup kemungkinan bahwa engkau pun memiliki pemikiran yang berbeda dengan saya. Kebebasan itu selalu ada, bukan ? Sah-sah saja menggunakan the power of mind… apalagi jika engkau memang tidak mengetahui/memiliki semacam kepercayaan atau keyakinan yang mengatur tata cara atau adab berdoa yang baik…  Yang penting, jangan pernah berhenti berharap, karena manusia yang hidup adalah manusia yang berharap. Silakan, mau mewujudkan harapan dengan cara yang bagaimana…. ;)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6273867908835013104?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6273867908835013104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6273867908835013104' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6273867908835013104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6273867908835013104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2011/06/power-of-mind-hebat-namun-kurang-elok.html' title='The Power of  Mind…. Hebat namun kurang elok…'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3HVAe24SZQ0/TfV1CJ_5XgI/AAAAAAAAAnE/Z606MulZ-XE/s72-c/mind-power-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-482163412259389729</id><published>2011-04-17T10:03:00.002+08:00</published><updated>2011-04-17T10:06:28.368+08:00</updated><title type='text'>BAKPAO</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih adakah di antara engkau sekalian yang tidak mengenal makanan ini ? Sumpah! Jangan jadi orang yang merugi karena tidak mengetahui perihal bakpau. Segeralah mencari tahu tentang bakpau dan membelinya, mumpung masih ada kesempatan bagimu. Di surga belum tentu ada bakpao. Bukan karena surga – tempat segala makanan – meniadakan bakpao. Tapi ada kemungkinan ketika kau sampai di surga, kau mulai lupa jika ada makanan yang bernama bakpau. Maklumlah, otakmu mungkin sedang dipenuhi es krim, cake, brownies, bolu, dan sebagainya. Sedangkan di surga, segala makanan yang kau pikirkan pasti akan langsung tersedia di hadapanmu. Tapi kurasa kau pasti akan lebih banyak memikirkan makanan-makanan aneh semacam kue dengan banyak krim dan lapisan, atau makanan berbumbu lainnya, dan bakpao pasti akan terlewatkan dan terlupakan. Ah… sungguh malang nasib bakpao yang tak lagi menjadi eksis karena kau tak pernah lagi memikirkannya, sehingga surga tak menciptakannya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/207108_196470813722228_100000779334211_443400_1299399_a.jpg" _mce_src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/207108_196470813722228_100000779334211_443400_1299399_a.jpg" fbid="196470813722228" hmac="AQDbV6nbqzYPFlpP" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi lupakan saja soal surga. Lagipula, kupikir rugi juga kalau saat di surga kau hanya sekedar meminta bakpao. Sungguh tidak elit dan tidak bonafit. Betul tidak ? Mintalah yang sedikit lebih keren pada bidadari-bidadari bergaun hijau dan bermata cemerlang itu. Jangan merendahkan harga diri dan martabatmu hanya karena engkau bersikeras meminta bakpao, penganan sederhana nan tradisional itu, padahal ia telah membawa senampan pastry dan cupcakes yang indah dan menawan untukmu. Cukup pikirkan tentang bakpau ketika kau berada di dunia. Saat ini, bukan ? Yeah… Saat ini, ketika kau pertama kali membaca judul tulisan ini – Karena aku yakin, bahkan lima menit yang lalu kau sempat merasa amnesia mengenai bakpao. Nah, di kesempatan yang benar-benar berharga ini, aku akan mencoba membantumu untuk  mengingat tentang bakpao. Syukur-syukur jika kemudian kau membelinya, membuatnya, dan menyantapnya bersama orang-orang di sampingmu, yang kau sayangi terang-terangan, atau yang kau taksir diam-diam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, jika engkau memang sudah mengetahui tentang bakpao. Jangan lagi membantahku panjang lebar hanya karena aku menuduhmu tak pernah makan bakpao. Tapi… ngomong-ngomong, kapan terakhir kali kau makan bakpao ? Dua hari yang lalu aku membeli bakpao di seorang penjual bakpao yang mangkal di perempatan jalan. Bakpao isi ayam. Tiga bakpao berisi potongan-potongan kecil daging ayam berbumbu manis dan gurih. Sebenarnya penjual itu menawariku aneka macam rasa. Ada rasa kacang ijo, kacang tanah, coklat, atau strawberry. Tapi favoritku hanyalah rasa ayam. Dan kumakan sendiri ketiga-tiganya. Tak bersisa. Tapi tak juga merasa kenyang. Aku sendiri heran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh sangat berbeda jika menyantap bakpao versi masa lalu. Sama sekali tak memberikan efek ketagihan setelahnya selain rasa ‘cukup sebuah saja’. Seingatku, bakpao jaman dulu permukaannya nampak berkilat-kilat, teksturnya padat, kacang hijaunya pun terasa manis mencekat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bakpau versi masa kini memiliki bentuk yang sungguh aduhai. Mengembang besar seperti balon. Bertekstur lembut dan empuk, seolah kau hanya menggigit segenggam kapas. Warna putihnya memberi kesan seolah itu adalah makanan suci tak bernoda. Bentuknya pun tak sekaku dan semonoton dulu. Ada yang berlekuk-lekuk bak sebuah kembang. Isinya pun lebih lembut, sehingga tak akan membuatmu tersedak. Apalagi dinikmati saat baru saja diangkat dari panci kukusan. Bakpau dengan aneka ragam rasa yang masih hangat mengepul. Meninggalkan kesan ‘maknyuss’ pada gigitan pertamamu. Kau pasti tak akan merasa puas jika hanya menyantap sebuah saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah evolusi. Tak hanya manusia yang berubah bentuk dari masa ke masa. Bahkan bakpao pun menunjukkan perkembangannya yang spektakuler, bahkan kini hadir dengan tampilan berwarna-warni dan bentuk yang bervariasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206376_196470587055584_100000779334211_443399_3596593_a.jpg" _mce_src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206376_196470587055584_100000779334211_443399_3596593_a.jpg" fbid="196470587055584" hmac="AQAbBuNhdmT-nU7z" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bakpao sendiri memang bukanlah makanan khas daerah kita, melainkan milik negeri seberang, yakni Tiongkok. Namun tahukah engkau bahwa bakpao yang aseli itu sebenarnya berisi daging B2 alias babi ? Di Tiongkok sana, segala makanan yang berawalan ba’ umumnya pasti menggunakan daging babi. Misalnya bakwan, bakso, bacang, bakpia, atau bakmi. Sedangkan asal nama Bakpao sendiri adalah ba’ yang berarti babi, dan pao yang berarti bungkus. Jadi, bakpao adalah babi yang dibungkus. Namun karena penyebarannya yang sudah membumi, terutama di negeri Indonesia yang mayoritas beragama muslim, maka isi babi ini kemudian diganti dengan isi lain yang halal, misalnya kacang hijau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kisah asal muasal bakpao sebenarnya berasal dari Zhuge Liang (181 – 234) seorang ahli strategis terbaik China, yang juga adalah perdanamentri, insinyur, ilmuwan. Di zaman tiga negara (sam kok) pernah terjadi pemberontakan besar-besaran di daerah selatan Tiongkok. Zhuge Liang yang saat itu menjabat sebagai perdana mentri  meminta izin kepada kaisarnya, Liu Chan untuk menumpas pemberontakan di selatan itu, yang kemudian terkenal dengan “The Southern Campaign”. Suku selatan itu disebut juga “Nanman” atau “orang barbar dari selatan”. Sedangkan raja di daerah selatan yang memberontak itu bernama Meng Huo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah Liang sampai di daerah selatan itu, Liang sudah mengalahkan Meng Huo 7 kali dan membebaskannya sampai 7 kali juga, dimana saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Shu Guo atau negara Shu. (saat itu belum ada sebutan Zhong Guo (Tiongkok) karena Tiongkok masih terpecah menjadi tiga negara: Shu, Wu, dan Wei).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada peperangan terakhir yang ketujuh, Zhuge Liang membuatMeng Huo masuk ke lembah yang dikelilingi pegunungan. Di lembah itu Liang meletakkan kereta pengangkut makanan. Ketika melihat kereta itu, Meng Huo langsung tertarik dan memimpin pasukannya masuk ke lembah itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah pasukan Meng Huo mendekati kereta pengangkut makanan itu, ternyata kereta itu tidak berisi makanan melainkan bubuk mesiu. Langsung saja pasukan Shu yang sudah menunggu di kaki gunung memanah kereta-kereta yang penuh bubuk mesiu itu dengan panah api. Terjadi ledakan besar-besaran di lembah itu, dan dalam sekejap lembah itu menjadi lautan api yang menewaskan hampir semua pasukan Meng Huo.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan ini tidak membuat Liang senang, ia hanya agak menyesali: “Jasaku sangat besar kepada negara, namun dosaku juga sangat besar kepada Surga; semoga Surga berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan negara.” Setelah kejadian ini, Meng Huo kembali ditangkap pasukan Liang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Liang menemui Meng Huo, ia langsung melepaskan ikatan tali Meng Huo dan berkata: “Silahkan anda pergi lagi dan mempersiapkan pasukan baru anda untuk bertarung kembali”, mendengar itu Meng Huo terharu dan berkata: “Tujuh kali tertangkap, tujuh kali juga dibebaskan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian seperti ini seharusnya tidak pernah dan tidak akan terjadi!! Meskipun aku tidak punya adat istiadat, aku masih punya upacara keagamaan yang masih menjunjung etika. Tidak, aku tidak sehina itu! Setelah kejadian ini, suku selatan tidak pernah memberontak lagi kepada Shu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu membebaskan Meng Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jendral-jendralnya: “Kenapa dia dibebaskan? Bagaimana jika dia memberontak lagi?”, Liang dengan tenang menjawab: “Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan tangan dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zhuge Liang tahu kalau Meng Huo ditangkap lalu dibunuh, akan ada pengganti Meng Huo lainnya yang akan memimpin pemberontakan ke Shu, karena itu dia pikir lebih baik membuat pemimpin daerah selatan yang berpengaruh ini berpihak kepadanya supaya Meng Huo bisa memimpin daerah selatan untuk setia kepada Shu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika dalam perjalanan akan kembali ke Cheng Du (ibu kota Shu), Zhuge Liang harus melewati sungai besar. Di sungai itu Liang tertahan karena selalu saja ada gelombang besar dan badai ketika pasukan Shu akan menyeberang. Zhuge Liang kemudian meminta pendapat Meng Huo yang ikut mengantar Liang dan Meng Huo berkata: “Sejak zaman nenek moyang kami, orang yang ingin melewati sungai itu harus melemparkan 50 kepala manusia untuk persembahan kepada roh sungai.” &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena Liang tidak mau membuat pertumpahan darah lagi, ia membuat kue yang menyerupai kepala manusia. Bulat namun rata di dasarnya, yang  kemudian kita kenal dengan nama bakpao.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/216151_196470470388929_100000779334211_443397_4734155_a.jpg" _mce_src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/216151_196470470388929_100000779334211_443397_4734155_a.jpg" fbid="196470470388929" hmac="AQD9TliZ0ef_C1x5" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bakpao ini sendiri sebenarnya makanan yang cukup menyehatkan, terutama jika engkau mengidap penyakit darah tinggi atau untuk menghindari kolesterol. Bahan baku bakpao tidak mengandung telur, melainkan hanya tepung terigu dan beberapa bahan lainnya. Pun tidak digoreng atau dipanggang, melainkan hanya dikukus. Jadi benar-benar aman, tidak mengandung lemak jenuh ataupun zat karsinogen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, apakah engkau masih tidak ingin mencicipi bakpao yang terhidang hangat mengepul ? Tak ada salahnya jika saat ini kau mencobanya. Longoklah depan rumahmu. Siapa tahu abang penjual bakpao sedang menantimu. Jika tak ada, cobalah berjalan hingga radius lima ratus meter dari rumahmu. Siapa tahu mereka sedang mangkal di dekat stasiun, di pinggir pasar, atau di perempatan jalan. Jika tak juga ketemu, mungkin sebaiknya engkau tidur lebih awal. Siapa tahu kau akan memimpikan bakpao. Siapa tahu seseorang yang memberikan bakpao dalam mimpimu pun memberikan pesan khusus yang penting untukmu. Nanti kau dapat pula menceritakan hal ihwal bakpao berasal. Kurasa dia yang ada dalam mimpimu pasti tidak tahu mengenai asal muasal bakpao. Atau orang-orang di sampingmu itu juga mungkin tidak tahu, bahwa bakpao sebenarnya adalah pengganti dari penggalan kepala manusia. Ceritakan pada mereka seseram dan semeyakinkan mungkin. Siata tahu mereka tertarik. Tapi siapa tahu juga mereka tetap tak tertarik. Siapa yang tahu, bukan ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika tak ada yang tertarik dan tak menyukai bakpao, tiada mengapa. Setidaknya kuucapkan terima kasih padamu yang bersedia merepotkan diri membaca tulisan ini hingga pada baris terakhir. Sebagai ungkapan terima kasihku padamu, saat ini dalam pikiranku sedang mengangankan seloyang bakpao beraneka isi yang masih hangat mengepul. Jika kau mau, ambillah satu. Pun sudah terhidang teh panas di hadapanmu. Mari kita makan bersama-sama!!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cheers!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-482163412259389729?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/482163412259389729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=482163412259389729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/482163412259389729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/482163412259389729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2011/04/bakpao.html' title='BAKPAO'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2298662447171668028</id><published>2010-10-13T09:48:00.000+08:00</published><updated>2010-10-13T09:49:05.148+08:00</updated><title type='text'>The Absurdity of The Extraordinary…</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi sebagian orang, penilaian eksentrik atau extraordinary, atau ‘berbeda’ secara tersembunyi atau terang-terangan adalah sebuah kebanggaan (bahkan boleh dianggap semacam prestasi tersendiri). Biasanya, mereka akan menganggap diri seperti itu jika (kebanyakan) alur dan lika-liku hidup mereka tidak seperti orang-orang pada umumnya. Tidak melewati jalur-jalur standar yang ditetapkan (yang telah menjadi konvensi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki beberapa teman (dekat) yang seperti itu. Boleh dikata, alur dan lika-liku kehidupan mereka memang bak sinetron, penuh carut marut yang hingar bingar. Kesengsaraan, kesakitan, penderitaan, perjuangan yang teramat keras, masalah yang datang silih berganti, apatisme, kemenangan gemilang, kesuksesan melejit, dsb. Selalu ada sisi kehidupan yang tidak seperti pada umumnya.&lt;br /&gt;Sebagian mengatakan bahwa semua itu adalah nasib yang memang harus mereka lakoni. Sebagian juga mengatakan bahwa itu merupakan cobaan dari-Nya untuk menjadi golongan yang superior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jarang dari mereka yang berpikir bahwa segala sesuatu yang mereka terima dan alami adalah buah dari laku mereka sendiri. Jarang dari mereka yang mencoba untuk benar-benar introspeksi, melihat ke dalam diri sendiri tanpa melibatkan faktor luar sebagai kambing hitam. Mengapa tidak (sesekali) menyempatkan diri untuk berpikir, “mungkin ada yang salah dengan diri dan karakter sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan mereka adalah masalah yang (sebenarnya) dibuat-buat sendiri. Masalah akibat karakter diri sendiri. Masalah akibat tabiat diri sendiri. – Ironisnya, seringkali mereka mengatakan bahwa masalah tersebut adalah sebuah cobaan dan ujian. Pemikiran seperti ini tidak akan pernah memberi kesempatan pada hati kecil untuk berefleksi, karena ego selalu diunggulkan. Akibatnya, permasalahan menjadi dibesar-besarkan, seolah-olah diri ini adalah seorang yang memiliki permasalahan paling berat di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mudah saja untuk mengidentifikasi, apakah mereka termasuk golongan orang-orang demikian. Jika mereka mau (sedikit saja) meluangkan waktu untuk banyak mendengar dan rendah hati, tanyakanlah pada lingkungan sekitar, pada orang-orang terdekat, pada orang-orang agak jauh, hingga orang-orang yang sedikit jauh. Tanyakanlah apa pendapat mereka tentang diri ini. Sebenarnya semua orang nyaris mengetahuinya. – Itupun jika mereka berbesar hati untuk berkata jujur. Namun kebanyakan orang-orang dalam golongan tersebut tidak suka mendengar pendapat mengenai karakter mereka dari orang lain. Biasanya mereka akan lekas menyanggah, ‘saya tidak punya urusan denganmu, maka uruslah dirimu sendiri’. – Begitulah, mereka pun bermasalah dengan aktivitas sosial. Itulah sebabnya, mereka mentasbihkan diri sebagai kaum extraordinary. Dan kehidupan mereka pun tidak akan pernah berubah dari waktu ke waktu, bergulir dari masalah satu ke masalah lain, dalam balutan kekeraskepalaan mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana dengan seorang penjual keranjang rotan yang tua dan miskin, yang telah bekerja keras hingga tak kenal waktu namun dagangan tetap juga tak laku-laku… Manakah yang sejatinya pantas dan layak disebut sebagai ujian dan cobaan…? Bagaimana dengan nasib seorang ibu yang dengan sepenuh hati bersimbah tetesan keringat, air mata, dan curahan kasih sayang berlimpah dalam membesarkan buah hatinya, namun ketika sudah menginjak dewasa sang buah hati mendzaliminya… Manakah yang layak dan pantas untuk disebut sebagai masalah dan cobaan…?&lt;br /&gt;Namun hidup mereka sederhana saja. Berbaur dan bersosial seperti kebanyakan, tidak pernah menganggap diri sebagai extraordinary, bahkan senantiasa merapal bahwa diri ini hanyalah hamba yang biasa-biasa saja… wong cilik, orang lemah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dapat menceritakan semua ini tak hanya sekedar berdasarkan pandangan mata pada beberapa teman-teman saya yang memiliki kasus-kasus demikian, mengamati segala permasalahan mereka, sekaligus mengenal dan menyimpulan karakter mereka setelah sekian lama bergaul baik (dan buruk) dengan mereka. Tetapi saya (pun) juga pernah melebur diri untuk menjadi keduanya, menjalani lakon serupa. Pernah terlena dengan bius label ‘extraordinary’ dalam jangka waktu yang tidak sebentar, pun mencoba untuk menjadi orang biasa-biasa saja (semoga saya tak lagi khilaf…), menjadi hamba sahaya… Saya tidak mengungkapkan pandangan atas dasar sebuah kebencian atau apriori. Tapi saya menginginkan kehidupan yang indah ini dinikmati oleh semua mahluk tak terkecuali, termasuk saudara, teman, atau sahabat-sahabat saya yang masih terbelenggu oleh label ‘extraordinary person’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya sampai pada sebuah jawaban, bahwa nilai-nilai sosial ada bukan tanpa alasan, dan tak sepenuhnya merupakan sebuah kesalahan. Selama kita mau (sedikit saja) mencoba untuk berendah hati, mata kita akan dapat melihat dengan jelas dan terang, dimanakah sebuah kesalahan, dimanakah sebuah cobaan. Tak lain adalah demi sebuah kesempurnaan dan kemajuan diri. Kemajuan diri di mata masyarakat, pun kemajuan diri di mata Tuhan, yang berkuasa atas segalanya. Kita tak pernah benar-benar sendiri. Tapi kita pun masih adalah mahluk milik-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- kita hanya mahluk kecil dan lemah, hanya DIA lah yang extraordinary…--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Tuhan tidak akan memberi masalah tanpa jawaban dan solusi. Namun mengapa manusia seringkali meratap bahwa masalah yang diembannya adalah sebuah nasib tak berujung tanpa sebuah pemecahan…? Karena kita terburu-buru berburuk sangka pada-NYA, yang justru menjadikan kita menjadi sosok dengan pengetahuan yang kerdil… --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2298662447171668028?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2298662447171668028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2298662447171668028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2298662447171668028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2298662447171668028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2010/10/absurdity-of-extraordinary.html' title='The Absurdity of The Extraordinary…'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6445750173647203175</id><published>2010-03-27T01:09:00.001+08:00</published><updated>2010-06-09T15:00:22.084+08:00</updated><title type='text'>Saya adalah seorang pengkhianat...</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPINKY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Andai saya dapat membekukan segenap rasa dan emosi saya, maka saya akan dapat menikmati hari dan kesibukan saya dengan tenang (tanpa pernah merasa putus asa hingga meraih tuts keyboard dan menulisnya pada blog ini). Bukannya saya kelebihan waktu luang hingga menjadi tenggelam atas kepedihan ini. Kesibukan saya saat ini sungguh luar biasa, memikirkan aneka permasalahan duniawi dalam kapasitas yang juga cukup menyita. Meskipun saya sama sekali tak abai dengan segala aktivitas dan kesibukan profesional yang luar biasa tersebut, namun sungguh, saya tak bisa bohong bahwa di sudut ruang hati dan perasaan saya, ada sebuah persoalan pelik yang sama sekali tak bisa saya kesampingkan. Saya memikirkannnya dari waktu ke waktu, bahkan demi detik berlalu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejauh ini saya dapat menikmati hari dengan baik, mensyukuri teriknya matahari yang selalu bersinar dan malam yang selalu mendayu. Tapi jauh dari lubuk hati, rasanya saya sudah tidai kuat lagi menahan segenap kegundahan, kegelisahan, dan kesedihan saya yang teramat sangat. Kesedihan yang membuat saya senantiasa menangis pedih tanpa bisa berbuat apa-apa. Kesedihan besar, ketika mengetahui (dan menyadari kenyataan) bahwa saya adalah seorang pengkhianat… Ketika saya termakan bulat-bulat oleh sesumbar saya sendiri…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Entah, apakah saya adalah seorang pengkhianat terselubung atau pengkhianat yang terang-terangan, andai dapat memilih dan mengontrol diri saya sendiri, maka jelas saya tidak akan memilih untuk menjadi pengkhianat. Namun saya bahkan tak sanggup mengendalikan diri saya sendiri… Bahkan saya sama sekali tak punya kuasa atas diri saya sendiri… Ah, betapa lemah dan tak berdayanya saya…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya tahu bahwa perbuatan macam ini jelas tak bisa dibenarkan dari sudut pandang apapun. Apalagi bagi yang menjadi korban atas pengkhianatan saya. Saya sendiri pun amat tersiksa dengan cobaan ini… &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tersiksa atas keadaan saya sendiri sebagai pengkhianat, sekaligus tersiksa atas akibat yang  musti saya terima dari pengkhianatan saya… Sungguh amat maklum jika orang-orang yang saya khianati akan menjadi apriori terhadap saya. Namun bagi saya tak ada yang patut disesali, apalagi mengharap belas kasihan. Saya sudah mempersiapkan sekian pemakluman jika mereka mengetahui pengkhianatan saya…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya menelaah hidup, kerap kali permasalahan seperti ini membuat saya kembali mengingat garis besar dan simpulan, bahwa manusia tak dapat dipercaya dan diandalkan. – padahal Tuhan mengangkat derajat manusia karena mereka terpercaya. Kemudian rasa lelah itu muncul kembali. Kelelahan akut yang teramat sangat. Saya lelah dengan kesedihan dan kebahagiaan yang begitu mudahnya datang dan pergi. Saya lelah dengan penemuan dan kehilangan yang berulang-ulang. Bahkan saya tetap merasa kelelahan meski telah membiarkan tangan saya kosong tanpa menyentuh apapun. Saya lelah dengan riuh kehidupan itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang membuat saya sembuh dari kelelahan itu, pelipur lara atas derita tak berkesudahan; mengetahui bahwa DIA selalu ada di samping saya. Ketika saya bahkan tak dapat menyentuh angin dan meraba dingin, DIA lah satu-satunya yang setia terhadap saya. Pelarian akhir saya ketika saya tak lagi dapat menemukan bilik sudut yang kosong untuk saya tempati. DIA lah satu-satunya dan akhir dari harapan saya – ketika memang saya tak lagi dapat berharap apapun dari kehidupan itu sendiri. DIA adalah keajaiban saya. Satu-satunya. Akhir dan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin DIA dapat memaafkan diri saya atas dosa pengkhianatan yang telah saya lakukan. Namun saya sangat memaklumi bahwa orang-orang yang saya khianati tak memaafkan saya atau mengubah sikapnya terhadap saya… Jika memang seharusnya demikian… Saya sangat memaklumi perubahan. Dan kehidupan memang selalu berubah. Bahkan hati manusia pun senantiasa berubah-ubah. Seperti halnya saya tidak konsisten pada diri saya sendiri, hingga melakukan kebodohan yang paling fatal, yang naasnya tak sanggup saya hindari. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun satu hal yang tiada pernah berubah. Bahwa saya senantiasa berdoa dengan sungguh-sungguh atas segala kebaikan bagi mereka, bagi orang-orang yang saya khianati… Mengingat sepak terjang dan carut marut yang telah saya hadapi dengan ketegaran yang luar biasa, sungguh sangat naif jika saya masih berharap atas sebuah obsesi yang picik. Jika saya boleh menyampaikan sesuatu, -- meski saya tak henti-henti melakukan kesalahan dan keselipan yang konyol, namun ketahanan saya sudah cukup teruji dengan baik. Bukan lagi tentang manusia (yang membuat saya lelah) yang menjadi tema utama arah hidup saya. Apalagi saat menyadari siapa saya, bahkan sudah membuat saya bersyukur tak habis-habis ketika menemukan bahwa saya masih berkesempatan menghirup udara segar dengan nikmatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Doa saya selanjutnya; Tuhan, mohon karuniakan saya kekuatan dan ketahanan ekstra dalam menghadapi warna hidup saya yang carut marut ini…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Saya adalah seorang yang gagal menjadi kakak dan sahabat yang baik… Maafkan saya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-- manusia yang bijaksana adalah yang menyadari betapa bodohnya dia…Kepintaran adalah milik DIA satu-satunya... --&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6445750173647203175?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6445750173647203175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6445750173647203175' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6445750173647203175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6445750173647203175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2010/03/saya-adalah-seorang-pengkhianat.html' title='Saya adalah seorang pengkhianat...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6637541153817240916</id><published>2009-12-22T19:12:00.002+08:00</published><updated>2010-01-31T01:26:08.344+08:00</updated><title type='text'>Rahasia Terbesar Saya pada Ibu</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya mencintai ibu saya, meski kadang-kadang rasa cinta itu timbul tenggelam seiring dengan perkembangan emosi saya yang naik turun. Dan saya yakin bahwa ibu saya pun mencintai saya (dengan kadar yang lebih banyak) meski kadang Beliau merasa kesal terhadap saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi kami bersikap seolah-olah rasa cinta itu adalah sebuah perasaan naluriah yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Sama halnya dengan ketika saya makan, minum, tidur, ataupun buang air besar; saya tak pernah memusingkannya – tidak pula membahasnya dalam sebuah percakapan serius atau ungkapan tertentu. Saya memiliki pekerjaan yang bagus dan aktivitas yang berkualitas daripada sekedar membicarakan omong kosong semacam itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Itulah sebabnya, sensitifitas saya tumpul saat mengingat bahwa hari ini adalah perayaan hari ibu. Apa sebabnya hari ibu musti dicanangkan, apa pula yang harus dilakukan saat hari ibu menjelang – begitu pikir saya tak habis-habis. Saya tak lihai membuat adegan sinetron menangis atau memuja-muji ibu saya dengan setangkai kembang mawar putih, sedangkan dunia saya berkutat pada realita yang pragmatis dan rutin. Saya tak biasa menelepon – apalagi menulis dalam secarik kartu ucapan untuk mengungkapkan bait cinta layaknya skenario film lepas. Hal terpuji yang saya lakukan hanyalah selalu mengingat bahwa saya masih memiliki ibu. Secara nyata, ibu saya pun mungkin demikian – selalu mengingat bahwa ia masih memiliki anak; saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Simbolisme hari ibu jarang bermakna dalam di hati saya. Saya bahkan tak memiliki komentar apapun saat orang-orang berbondong mengungkapkan perasaan dan mengucapkan selamat hari ibu dalam status jejaring sosial mereka. Dalam benak saya, memikirkan ide berlibur di akhir tahun dan menyiapkan resolusi baru di tahun mendatang jauh lebih mengasyikkan saat kita sedang tak memikirkan apa-apa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dunia baru saya di masa sekarang memang lebih menggairahkan. Saya telah mencapai kedewasaan dan skala kemapanan tertentu di sebuah lingkungan dan situasi yang mempercayakan saya sepenuhnya sebagai sosok mandiri. Sebuah pencapaian yang, sewaktu saya kecil, seringkali menjadi impian – saya ingin menjadi orang dewasa yang hanya akan memikirkan urusan-urusan orang dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Senangnya bukan main saat ibu saya tak lagi seenaknya menjewer saya jika saya lolos dari jam tidur siang. Girangnya bukan kepalang saat saya tak lagi mendengar omelan ibu saya yang berkepanjangan ketika saya memporakporandakan sekarung mainan saya. Kini, hal yang paling sering ibu ucapkan ketika kami berdialog melalui pesawat telepon hanyalah, ‘kapan kamu pulang mengunjungi ibu?’ – hanya sebatas kalimat sederhana yang tak banyak menuntut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelahnya, saya lebih banyak terhenyak dalam kesendirian. Sejak saya merasa ‘tumbuh lebih besar’, saya justru kerap terjebak dalam kesendirian meski dunia di sekitar saya ribut dan bergolak. Saya mencicipi aroma pengkhianatan, persaingan, kecemburuan, kenaasan dan kehampaan yang biasa dirasakan pula oleh banyak orang dewasa lainnya. Saya mulai menyediakan waktu untuk memilah dan memilih orang-orang yang sejatinya benar-benar memihak dan berdiri di samping saya. Kelebat wajah-wajah orang datang silih berganti, berikut dengan kepalsuan dan kepentingan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pada putaran terakhir, wajah ibu lah yang melekat erat dalam pikiran saya. Saya bahkan tak bisa menghapus bayangan beliau demi menggantinya dengan sosok kekasih-kekasih saya, ayah saya, atau orang-orang lain yang saya cintai secara musiman. Saya membutuhkan spirit ibu demi menyambung asa dan semangat saya. Saya membutuhkan bayangan ibu kala saya mulai terkapar dalam keputusasaan yang sepi dan miris.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya menangis… menangis kala mengingat ibu. Begitu saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selanjutnya, saya selalu memiliki aktivitas-aktivas semacam itu, yang saya anggap berkualitas dan bersifat sangat pribadi. Saya tak pernah mengungkit perihal aktivitas saya ini pada siapapun, terlebih pada ibu saya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya selalu mengatakan pada ibu saya bahwa saya baik-baik saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Begitu banyak kepalsuan dan kebohongan yang saya hidangkan di depan ibu saya. Saya bukan lagi gadis kecilnya yang akan mengaku telah mengambil roti kismis dari lemari simpanan saat ibu menyetrap saya di ruang gudang. Semakin usia dan tingkat kematangan saya berkembang, semakin berat nilai kebohongan yang musti saya sajikan. Dosa-dosa dan kekhilafan orang besar memang selalu bernilai lebih dramatis dari sekedar kenakalan bocah. Namun saya tak pernah berpikir dan bermaksud bahwa saya memiliki ketegaan yang suram terhadap ibu saya. Mungkin saya bisa berdalih, bahwa saya tak ingin membebani beliau dengan masalah-masalah saya. Saya tak tahu, apakah perasaan dan tingkah laku semacam ini didefinisikan sebagai cinta atau retorika kepura-puraan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya tak berbohong bahwa diantara sekian banyak aktivitas dan permasalahan saya yang padat, saya senantiasa memikirkan ibu saya. Mungkin, tanpa saya tahu, ibu saya pun memiliki perasaan dan tingkah laku yang sama seperti saya. Siapa yang bisa menduga…? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kami memiliki hubungan darah, dan ikatan batin itu selalu saya percaya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mungkin saya memang tak pernah tahu bahwa nama saya selalu terucap dalam tiap-tiap untaian doa ibu sepanjang waktu. Namun ibu saya pun tak tahu bahwa saya tak pernah absen untuk memikirkan dan mengingatnya dari waktu ke waktu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6637541153817240916?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6637541153817240916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6637541153817240916' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6637541153817240916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6637541153817240916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/12/rahasia-terbesar-saya-pada-ibu.html' title='Rahasia Terbesar Saya pada Ibu'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-7736260650680620113</id><published>2009-04-15T14:25:00.004+08:00</published><updated>2009-04-15T14:35:59.872+08:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009: Keruwetan Tiada Akhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SeV-XSyDxII/AAAAAAAAAmI/TO22xJRDcj0/s1600-h/kotak_suara_pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SeV-XSyDxII/AAAAAAAAAmI/TO22xJRDcj0/s200/kotak_suara_pemilu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324801073079370882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPIF%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPIF%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPIF%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan calon legislatif 2009 baru saja usai. Namun pesta demokrasi yang semula diharapkan sebagai pesta sukacita justru berubah, menuai kekacauan-kekacauan yang tak sedikit. Mulai dari masalah money politik, kesalahan DPT, KPU yang tak dianggap independen, hingga intimidasi gedung rektorat yang dicurigai sebagai sabotase pemilu. Saya jadi ingat sebuah running text di televisi yang menyatakan bahwa Pemilu Indonesia 2009 adalah pemilu paling rumit sedunia. Rupanya memang benar begitu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang cukup menggelitik pikiran saya, berbagai rumah sakit jiwa di Indonesia telah menyiapkan antisipasi bagi para caleg gagal yang jiwanya berubah jadi tak normal. Deretan kamar VIP telah menunggu. Namun mengapa harus VIP? Padahal caleg yang kalah pasti telah bangkrut… Dari beberapa berita yang saya ikuti, ketidakberesan mental caleg gagal pasca pemilu lebih banyak dikarenakan ketidaksiapan kehilangan harta kekayaan pribadi yang berjumlah besar. Bisa jadi mereka bahkan tak lagi punya simpanan. Hutang menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun dibalik itu semua, ada pula berkah pemilu yang tak ternilai. Kita jadi dapat melihat sisi manusia secara jernih. Apakah caleg tersebut benar-benar berdiri diatas kepentingan rakyat atau culas dan tamak. Ternyata ada pula yang meminta kembali karpet yang telah diberikan pada kelompok pengajian hanya karena anggota pengajian tak memilihnya saat penyontrengan. Dan ada pula yang dengan tega menggusur warga miskin dari tanahnya hanya karena mereka tak memilihnya. Untunglah mereka memang benar-benar tak terpilih…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalah menang merupakan bagian dari kompetisi. Yang menang yang berjaya, yang kalah yang… Seharusnya yang kalah memiliki jiwa besar dan mental sportif. Tidak mengeong dan meraung, mencakar ruang kosong. Sudah lemah, malah semakin menunjukkan kelemahannya. Namun ttulah fenomena yang menjangkiti partai saat ini. Saya bukanlah pembela Demokrat karena saya bahkan tak ikut memilih dengan alasan ideologi (selain saya juga yakin bahwa saya tak akan terdaftar dalam daftar DPT). Sekedar mengamati saja, kemudian merasa geli. Para partai yang kalah suara kemudian mencari-cari kesalahan (yang kebetulan memang banyak kesalahan dan kekurangan), berusaha menjatuhkan, tak bisa menerima kenyataan. Padahal terlepas dari kecurangan atau kejujuran (yang notabene adalah bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan), kemenangan sudah dilegitimasi. –Kalau ingin kejujuran 100%, tunggulah saat ketika Anda menginjak surga.--&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ibarat ketika saya melamar sebuah pekerjaan dengan segala keoptimisan dan kemampuan saya dan memperkirakan bahwa saya 100% bakal diterima, pada hasil akhir ternyata saya gagal.  Pasti disebabkan oleh faktor-faktor, antara lain karena kompetitor saya memang lebih potensial, atau karena adanya kecurangan dalam perebutan posisi pekerjaan. Namun apapun hasilnya (dengan cara apapun), saya cukup berbesar hati menerima keputusan tersebut. Saya senantiasa berpikir positif, sibuk dengan introspeksi diri ketimbang mencari-cari kesalahan orang lain dan meng klaim bahwa proses perekrutan tidak fair (selain buang-buang energi, pun sia-sia). Saya yakin bahwa mungkin Tuhan menentukan yang berbeda untuk kebaikan dan kemaslahatan saya. Haha… Saya cukup potensial untuk menjadi caleg, bukan??? Just kiddin… -- Cara terbaik untuk membina negeri ini adalah dengan membina mental diri sendiri terlebih dahulu. –&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya jadi teringat proses pemilihan Pilkada Jawa Timur yang begitu menghebohkan. Tak akan jadi menghebohkan jika Khofifah tidak berteriak sebegitu lantangnya. Ibarat kucing kecil mengeong saat terluka. Dan meski kenyataannya memang terjadi sekian kecurangan, hasil toh tak berubah. Jika memiliki jiwa besar, maka akan lebih lapang dan tenang di hati. Akan lebih ikhlas bahu membahu memajukan negeri. Namun jika panas hati tak kunjung hilang, maka iri dengki lah yang senantiasa menjadi racun dalam diri. Pun tak mendapatkan kebersahajaan dimata lingkungan sekitar. Namun sayangnya, manusia lebih peduli pada kekuasaan pribadi...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat ini isu bergerak ke arah koalisi, sebelum menginjak pada pemilihan calon presiden. Ada Golden Triangle yang dimotori oleh PDIP, dan ada Golden Bridge yang dikibarkan oleh Partai Demokrat. Partai-partai manakah yang condong pada masing-masing kubu tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;PDIP cenderung memiliki kultur agresif. Kadangkala mudah panas. Merah. Betapa cocoknya simbol-simbol PDIP dengan personalitas kader maupun simpatisan di dalamnya. Dan cocok sekali menjadi karakter partai oposisi. Mungkin memang sudah seyogyanya demikian. Dan seharusnya partai-partai yang berkoalisi dengan PDIP adalah partai yang memiliki irama senada, selain visi yang sama tentunya. Irama adalah komponen terpenting dalam keberlangsungan sebuah hubungan. Meskipun tujuan sama, namun jika irama A menghentak-hentak sedangkan irama B lebih melankolis, tentu saja akan ada banyak penyimpangan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Partai Demokrat lebih moderat, tenang tapi pasti. Sangat sesuai dengan karakter SBY. Maka seharusnya partai-partai yang berkoalisi dengan Partai Demokrat pun adalah partai yang memiliki irama sama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Benarkah perkiraan saya ? Atau saya hanya asal bicara saja ? Anda bebas mengemukakan komentar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan Golkar ? Hendak bersatu dengan kubu manakah mereka ? Saya cenderung merasa bahwa sejatinya irama Golkar tak jauh berbeda dengan Demokrat. Lepas dari kepentingan memajukan bangsa, partai pun memiliki kepentingan yang bersifat keuntungan. Golkar dilambangkan oleh pohon beringin. Pohon beringin adalah simbol kemakmuran, kesejahteraan, dan kebersatuan yang menghasilkan kekuatan. Pohon beringin tak akan menyeduruk dengan beringas, namun lebih pada menjalarkan surainya mendekati obyek yang didekatnya. Tentu saja dengan salah satu motif keuntungan. – Bagaimanapun, duduk di kursi pemerintahan jauh lebih mengakomodir keuntungan daripada menjadi oposisi yang terkuat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalaupun pernah terjadi persinggungan yang tak mengenakkan antara SBY dan JK, hal itu bukanlah menjadi landasan untuk menentukan keberlangsungan hubungan ke depan. Saat SBY – JK menjadi presiden dan wapres, keduanya adalah satu kesatuan. Bagi rakyat berakal sehat, hasil kerja keras bangsa merupakan jerih payah kesatuan tersebut. Tak hanya SBY saja, atau pun JK sendiri. Sangat tak layak jika SBY dan JK saling berkompetisi mencari nama, sedangkan mereka berdua merupakan satu kesatuan. Saat saya mendengar tayangan opini salah seorang pengamat politik yang bernama …. Hagenz, saya merasa geli saja ketika nada dan gelagatnya bak seorang provokator yang memanasi Golkar untuk berdiri sendiri, mengajukan capresnya sendiri. Pernyataannya menyiratkan bahwa betapa Golkar (JK) telah dianiaya dan dizolimi Demokrat (SBY), sehingga perlu membalas dendam. –Tentu saja itu hanya kesimpulan saya sendiri, karena ia tak mengatakannya persis demikian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang saya tak habis pikir dengan pengamat politik tersebut, bisa-bisanya ia menerapkan karakter pribadinya pada karakter Golkar… (apakah saya rasis…?)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika dibahas habis semua isu pemilu dan kronik-kroniknya, sepanjang-panjangnya halaman akan senantiasa menarik. Emosional, geli, acuh, dan segudang ekspresi lainnya. Tak ada yang menginginkan perpecahan untuk bangsa tercinta ini. Seburuk-buruknya proses pemilihan yang terjadi, masih tersisa secuil harapan bahwa masa depan bangsa untuk lima tahun kedepan sedikit lebih cerah ketimbang lima tahun kebelakang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-7736260650680620113?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/7736260650680620113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=7736260650680620113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7736260650680620113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7736260650680620113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/04/pemilu-2009-keruwetan-tiada-akhir.html' title='Pemilu 2009: Keruwetan Tiada Akhir'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SeV-XSyDxII/AAAAAAAAAmI/TO22xJRDcj0/s72-c/kotak_suara_pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-4130525899772191686</id><published>2009-02-20T12:36:00.003+08:00</published><updated>2009-02-20T13:19:50.776+08:00</updated><title type='text'>Membiakkan Kultur Kekerasan (verse:  Asrama Kepolisian Sulawesi Tengah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat tayangan video ulah kekerasan yang dilakukan di asrama kepolisian, sungguh kecut hati saya. Semakin miris kala sebuah stasiun televisi swasta menayangkannya hingga berulang-ulang, bak sebuah adegan eksklusif yang akan segera meningkatkan rating acara. Tak peduli bahwa adik TK saya juga ikut menonton. Tak anggap meski keponakan SD saya juga turut menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, kultur kekerasan di negara kita tak pernah tercerabut begitu saja meski berbagai kejadian pahit masa lampau menghantarkan pada komitmen 'hapus kekerasan', terutama di lingkungan institusi pendidikan. IPDN tak bikin jera. Institut Perikanan tak bikin kapok. Sekarang malah kepolisian. Sudah mendarah daging kah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, untuk sekolah-sekolah pemerintahan macam itu, tempa kekerasan sudah menjadi kurikulum wajib yang tak boleh dilewatkan. Akibatnya, karena berbasis 'otot dan kegarangan', misi dalam membentuk penyedia/pelayan yang baik bagi masyarakat jadi terkontaminasi. Semasa pendidikan terbiasa dengan kekerasan. Saat terjun di masyarakat, jadi kangen dengan 'tradisi menyenangkan' tersebut. Maka, tak ada rotan akar pun jadi. Tak ada sasaran layak, masyarakat awam pun boleh jadi. -- Boleh jadi sasaran kekerasan sekali-sekali.&lt;br /&gt;Tampang garang sudah pasti, tapi pribadi yang menyenangkan dan memberi pelayanan yang memuaskan, apa ya sudah dimiliki...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, salahkah saya jika berpikir bahwa untuk masuk sekolah-sekolah tersebut tidaklah perlu terlalu pintar ? Mental psikologis yang matang dan improvisasi intellectual resposif juga tak begitu diperlukan. Yang penting badan sehat dan kuat menahan tamparan, sodokan atau tendangan dari kakak senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tak mau mengaku!!!!!! Lha iya lahhh... hanya orang gila yang mau mengaku dengan ganjaran dijebloskan ke dalam penjara.  "Itu hanya sandiwara dengan skenario, kok Pak..."&lt;br /&gt;So... kalau memang itu benar-benar hanyalah sandiwara belaka, apakah lantas menjadi bebas lepas dan bersuka cita ?&lt;br /&gt;-- wah, pak kapolda juga sepertinya agak percaya dengan bualan anak-anak kemarin sore yang 'nakal itu'. Gimana sih, pak...?--&lt;br /&gt;Lepas dari keanehan 'mengapa sampai ada yang merekam', sandiwara berskenario bukanlah alibi untuk lepas dari jeratan hukuman tindak kekerasan.&lt;br /&gt;Maka nikmatilah sandiwara-sandiwara lain yang lebih biadab dan barbar suatu saat nanti.&lt;br /&gt;Kultur kekerasan sudah terhapuskan. Tapi kemudian muncul kultur 'sandiwara kekerasan'. Yaaa... bisa jadi ide untuk acara penyambutan siswa baru atau perpisahan. Seru kan ??&lt;br /&gt;Itukah pendidikan negeri kita tercinta ?&lt;br /&gt;Pantas saja kalau semua kemajuan, bahkan omong-omong para caleg dan capres, pun hanya sandiwara belaka.&lt;br /&gt;Menurut saya, entah itu mereka mengaku sandiwara atau memang betulan, hukuman yang diberikan haruslah sama. Setidaknya buat mereka jera, jangan pernah melakukan sandiwara konyol macam itu lagi karena berakibat fatal untuk diri mereka sendiri. Dan pembelajaran itu pun bisa menjadi refleksi bagi yang menyaksikan, menonton, atau yang sudah punya ide untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Saya pun tidak menyukai tontontan sinetron yang mengeksploitasi kejahatan yang amat sangat dan kekerasan. Namun lihatlah, tayangan sinetron yang kita memiliki hampir sebagian besar menghidupkan tokoh yang 'jaahatttnya nggak ketulungan'. Sampai-sampai saya heran, benarkah di kehidupan nyata memang ada karakter sejahat itu... DInamika manusia yang tak melulu hitam atau putih kerap ditiadakan.&lt;br /&gt;Marilah mendidik diri secara lebih matang, dewasa, dan berbudaya baik.  Bukankah kita semua mengharapkan ketentraman dalam berbangsa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-4130525899772191686?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/4130525899772191686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=4130525899772191686' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4130525899772191686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4130525899772191686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/02/membiakkan-kultur-kekerasan-verse.html' title='Membiakkan Kultur Kekerasan (verse:  Asrama Kepolisian Sulawesi Tengah)'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-4206213357247567878</id><published>2009-02-06T11:44:00.009+08:00</published><updated>2009-02-09T11:46:15.365+08:00</updated><title type='text'>Di Balik Tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara </title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CIMAGEB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Anarkisme -- Paham baru atau karakter dasar…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu0vcAij5I/AAAAAAAAAko/TN7JkAxHvCk/s1600-h/main114.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu0vcAij5I/AAAAAAAAAko/TN7JkAxHvCk/s200/main114.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299528113596829586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Awal februari 2009, headline berita paling menarik adalah tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara H Azis Angkat akibat aksi anarkis pengunjuk rasa yang menuntut otonomi Tapanuli untuk dijadikan sebagai propinsi tersendiri. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sungguh miris rasanya, mengetahui kenyataan bahwa mentalitas rakyat bangsaku tercinta ini tak ubahnya seperti orang barbar yang amat primitif. Sudah hilangkah etika dan keberadaban manusia itu ? Atau... jangan-jangan masih belum dipunyai...?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saat ini, nyawa manusia seolah tiada harganya lagi. Demi kekuasaan dan gemerlap kemapanan, segala cara jadi dihalalkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kenapa harus merusak ? Kenapa harus marah ? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Namun memang seperti itulah mental para pengecut yang kekanakan. Tidak dewasa dan tidak bijak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kenapa harus menuntut untuk menjadi negara yang maju, makmur, dan damai ? Selama mental negatif itu masih dipupuk dan dipelihara, target untuk menjadi negara maju yang makmur, sejahtera dan damai hanya tinggal impian di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kekerasan hanyalah aksi konyol yang tak ubahnya seperti anak kecil ketika keinginannya tak terkabul. Merajuk, meronta-ronta di atas tanah, kemudian memukul siapa saja yang lewat. Melakukan hal demikian karena mereka hanya memiliki jalan pikir dan otak yang pendek. Senang sesaat, tak pertimbangkan kelanjutannya. Bodoh sama dengan ceroboh. Layaknya hanya jadi bahan tertawaan saja. Hanya menjadi pengikut yang ikut-ikutan. Jika masih tetap seperti itu, jangan mengeluh jika terus menerus menjadi negara terbelakang yang gampang ditipu daya dan dieksploitasi pihak-pihak yang jauh lebih cerdik. Protes mereka hanya sekedar tong kosong nyaring bunyinya, karena kelaparan saja. Kalau tak diturut, bakal mencakar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kekerasan bukanlah pemecahan, namun hanya sekedar menjadi bahan tertawaan yang ironi saja.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu01_WEw4I/AAAAAAAAAkw/f_xqgsQU1Bg/s1600-h/tawuran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu01_WEw4I/AAAAAAAAAkw/f_xqgsQU1Bg/s200/tawuran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299528226161607554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam kasus ini, hal pertama yang menurut saya patut dipertanyakan tanggung jawabnya adalah pihak Polri. Mengapa sampai tak bisa mengantisipasi ? Padahal informasi mengenai akan adanya demo sudah diperoleh meski baru semalam sebelumnya. Mereka juga telah mendapat informasi perkiraan jumlah massa yang akan berunjuk rasa. Cukup mengherankan jika polri hanya mengerahkan personil sedemikian sedikit. Apakah mereka menyepelekan keadaan ? Tampak sekali bahwa kesiapan dan kesigapan kinerja Polri amat tidak optimal. Dalam hal ini tak hanya kuantitas yang dikerahkan, namun juga kesigapan dalam merespon keadaan. Misalnya saja dalam proses evakuasi. Bukankah seharusnya mereka sudah terlatih untuk hal demikian ? Mengapa jadi hilang akal…? Kali ini, patutkah kita mengandalkan alat pelindung masyarakat tsb ? Karena kali ini nyata-nyata tak bisa melindungi...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selayaknya demonstrasi di negeri ini, bukan hal yang mengherankan lagi jika banyak demontrasi yang ditunggangi oleh pihak-pihak rahasia yang berkepentingan. Mereka yang punya ‘mau’ akan sesuatu mencoba untuk menjadi provokator dan memanfaatkan orang-orang yang ‘malas berpikir panjang’ untuk membakar keadaan. Asal ada uang, asal ada iming-iming, semua bisa dilakukan. Apalagi jaman sudah menjadi sedemikian susah… Di negeri ini, sangat mudah untuk mendapatkan massa meski dengan iming-iming yang tak begitu berharga sekalipun! Mereka yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan adalah orang-orang yang haus kekuasaan dan kemapanan gemerlap tanpa memperhitungkan nurani dan etika berbudaya. Walhasil, perilaku preman tanpa moral lah yang dipunyai.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu1BBKL_8I/AAAAAAAAAk4/eC_dvU-EFVc/s1600-h/batu_UNS_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu1BBKL_8I/AAAAAAAAAk4/eC_dvU-EFVc/s200/batu_UNS_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299528415627182018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya kurang begitu yakin, apakah massa yang sejumlah hampir ribuan orang itu benar-benar mengetahui dan paham tujuan, hakekat, dan misi dari demo itu sendiri ? Apakah sejak dari rumah mereka memang sudah merancang skenario hendak menghancurkan dan memporakporandakan gedung DPRD ? Atau…. Apakah perilaku anarkhi merupakan salah satu dari stereotype mereka … ?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt; --- fakta baru yang ditemukan, ternyata para massa itu dibayar 25ribu untuk melakukan unjuk rasa tersebut---&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Fakta lainnya, ternyata salah satu pengunjuk rasa tersebut adalah anggota dewan. Loh kok…? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hal lain yang menjadi ganjalan adalah adanya pihak pers yang seolah menjadi ‘pemanas’ atas desakan otonomi Tapanuli. Sayang sekali, padahal media pers seharusnya menjadi refleksi yang netral, berimbang, obyektif. Tidakkah ini merupakan propaganda pembodohan massa…? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Walau demikian, saya berharap semoga tidak demikian kenyataannya. Tanpa pretensi apapun, mari kita bangun etos dan perilaku positif demi berdirinya sebuah negara maju, mandiri, aman dan damai. Kalaupun ada oknum yang memposisikan diri sebagai antagonis, semoga lekas tergiring ke ‘tempat seharusnya’ tanpa menyulut api anarki sebagai tandingan. Memang tak mudah, tapi jika dimulai dari kesadaran dan komitmen dari lini bawah hingga yang paling atas, kerjasama yang baik bisa digalang dan hasil optimal bisa tercapai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu1NfA32pI/AAAAAAAAAlA/4C9YV5PkSsw/s1600-h/republika-tawuran-20050317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu1NfA32pI/AAAAAAAAAlA/4C9YV5PkSsw/s200/republika-tawuran-20050317.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299528629799606930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selanjutnya ada usulan untuk menobatkan Azis Angkat sebagai pahlawan demokrasi. Tidakkah ini terlalu impulsif dan berlebihan ? Kronik masalah yang dihadapi tak sesederhana itu. Jika menyinggung soal demokrasi, mengapa sampai terjadi unjuk rasa ? Bukankah unjuk rasa merupakan salah satu indikasi ketidakpuasan terhadap alur demokrasi…? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Azis Angkat adalah seorang ketua DPRD. Kalaupun beliau bersikap menjadi penengah, penampung aspirasi, atau langkah-langkah lain yang perlu dilakukan sebagai sebuah kewajiban dan konsekuensi tugas sebagai ketua DPRD, memang seperti itulah yang harus dilakukan. Jika menelaah dan membandingkan pertimbangan ini, bagaimana kriteria sebuah sikap heroik – (sehingga bisa dianggap hero) ? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Apakah guru yang mengajar perlu diangkat sebagai pahlawan ? Apakah tukang sapu yang menyapu perlu diangkat sebagai pahlawan ? Apakah juru tulis yang mengetik perlu diangkat sebagai pahlawan ? Konvensi yang kerap berlaku, siapapun yang meninggal dalam tugas memang terkesan lebih dramatis…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Aksi kekerasan anarkhi yang tak bermartabat tak hanya terjadi kali ini saja. Peristiwa bentrokan antar kampung mulai dari wilayah Jakarta hingga Ambon, sampai ke peristiwa tawuran mahasiswa di negeri ini. Sebegitu akrabkah bangsa Indonesia dengan aksi kekerasan yang membabi buta sehingga saling menyakiti sesamanya ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sungguh konyol jika melihat perilaku seperti ini. Di sisi lain, saat Israel menggempur habis-habisan Gaza, mereka sok patriotik dan sok manusiawi dengan menghujat dan mengutuki Israel. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi saya justru lebih respek pada Israel.Setidaknya Israel jauh lebih elegan, terhormat, dan bermartabat dengan menyerang musuh nyatanya yang jelas-jelas lain negara beda keyakinan dan beda paham, ketimbang saling menyerang dan melukai orang-orang yang nyata-nyata masih saudara sendiri dan bernaung dibawah payung yang sama, misalnya NKRI. Apakah keributan itu tidak terkesan mengada-ada ? Pantas saja kalau sinetron di negeri ini masih memiliki banyak peminat, karena bangsa kita lebih mencintai drama, sehingga hidup sendiri pun didramatisasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ha!!! Kesalahan orang lain nampak di depan mata, tapi kesalahan sendiri tak terlihat!!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Apa tidak lebih baik membenahi diri sendiri terlebih dahulu ketimbang mencaci maki dan menghujat orang lain…?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-4206213357247567878?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/4206213357247567878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=4206213357247567878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4206213357247567878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4206213357247567878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/02/di-balik-tewasnya-ketua-dprd-sumatera.html' title='Di Balik Tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara '/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SYu0vcAij5I/AAAAAAAAAko/TN7JkAxHvCk/s72-c/main114.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-669822509158864878</id><published>2009-01-14T15:19:00.018+08:00</published><updated>2009-01-15T11:16:52.804+08:00</updated><title type='text'>Kala Banjir Menghadang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2zrAL4IRI/AAAAAAAAAkc/PyxpVVeGCf4/s1600-h/DSC_0200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2zrAL4IRI/AAAAAAAAAkc/PyxpVVeGCf4/s400/DSC_0200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291082688595763474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;text n photo-photo : Arien TW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah, wanita asal Bogor yang menjadi urban di Jakarta tak punya banyak pilihan.&lt;br /&gt;Ia terpaksa tinggal di bantaran kali Ciliwung kawasan Bukit Duri Jakarta Timur. Padahal, kala hujan datang, daerah tersebut selalu dilanda banjir. Setiap saat Fatimah harus siap sedia memindahkan barang-barang dari lantai bawah ke loteng atas saat air menggenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jbQmyX9I/AAAAAAAAAj0/Nh03-Jl9U_Q/s1600-h/DSC_0238.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 197px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jbQmyX9I/AAAAAAAAAj0/Nh03-Jl9U_Q/s320/DSC_0238.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291064825939648466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2eaJ-MyKI/AAAAAAAAAjc/BJ6pBJd_2Iw/s1600-h/DSC_0216.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 131px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2eaJ-MyKI/AAAAAAAAAjc/BJ6pBJd_2Iw/s320/DSC_0216.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291059309420791970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitulah yang ia lakukan pada rabu pagi, 14 Januari 2009, saat air bah coklat keruh nyaris menggenangi lantai rumahnya akibat banjir.&lt;br /&gt;Bukan rumah tepatnya, tapi hanya sepetak kamar yang kumuh dan ala kadarnya berukuran 3 x 4 m, yang ia sewa seharga 200 ribu rupiah per bulan. Sedang loteng atasnya ia &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jWQsiz6I/AAAAAAAAAjs/QfXGGt_mi-4/s1600-h/DSC_0232.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jWQsiz6I/AAAAAAAAAjs/QfXGGt_mi-4/s320/DSC_0232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291064740064448418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;buat atas prakarsa sendiri dari aneka kayu dan sirap bekas demi mengantisipasi banjir. Ia tinggal bersama anak lelaki semata wayangnya yang masih berusia 7 tahun, sedang suaminya telah tak ada. Tanpa bantuan siapapun, Fatimah sibuk memindahkan barang-barang, menguras air yang menggenangi lantai, dan mengepelnya. "Semalam tingginya bahkan mencapai 2 meter" katanya mengisahkan. "ini sudah lumayan surut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meski sudah menjadi musibah tahunan, ia tak pernah merasa jera. Selama 8 tahun di Jakarta, Fatimah musti bertahan kala banjir menghadang.&lt;br /&gt;“Di Jakarta, kontrak di daerah ini paling murah. Pengennya sich pindah ke tempat lain, tapi kalau buruh cuci seperti saya ya tidak mampu membayar kontrak yang lebih mahal dari itu” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jPwNuS8I/AAAAAAAAAjk/Q-p3H9GU_YE/s1600-h/DSC_0224.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 197px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jPwNuS8I/AAAAAAAAAjk/Q-p3H9GU_YE/s320/DSC_0224.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291064628266027970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jssxTVRI/AAAAAAAAAkM/pcgQhG8Acmg/s1600-h/DSC_0288.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jssxTVRI/AAAAAAAAAkM/pcgQhG8Acmg/s320/DSC_0288.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291065125557720338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fatimah hanyalah satu dari sekian ribu jiwa yang bertaruh nyawa di bantaran kali Ciliwung. Kebanyakan dari mereka adalah kaum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;poor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; urba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;n&lt;/span&gt; yang mengadu nasib ke kota besar. Namun beberapa peser uang yang mereka dapatkan ternyata masih belum cukup untuk menghidupi kelu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jh9TymEI/AAAAAAAAAj8/ifer-pUX4-c/s1600-h/DSC_0269.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jh9TymEI/AAAAAAAAAj8/ifer-pUX4-c/s320/DSC_0269.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291064941018781762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;arga, apalagi mendapatkan rumah di tempat yang layak. Satu-satunya rumah tinggal yang bisa mereka jangkau adalah daerah yang berdekatan dengan kali Ciliwung.&lt;br /&gt;Sayangnya, kali Ciliwung makin lama makin tak bersahabat. Jika hujan deras mengguyur kota seharian, banjir pun tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jncRMbnI/AAAAAAAAAkE/S_M4x6BI--k/s1600-h/DSC_0277.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 197px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2jncRMbnI/AAAAAAAAAkE/S_M4x6BI--k/s320/DSC_0277.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291065035228737138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya penyebab banjir bukan semata air yang meluap, terutama di  pintu air&lt;br /&gt;Katulampa Bogor yang jebol. Kultur masyarakat Jakarta yang suka membuang sampah sembarangan di kali pun menjadi penyebab utama timbulnya banjir. Atau...apakah ini merupakan dampak dari membengkaknya pertumbuhan penduduk di Jakarta ? Apakah kaum urban patut diusir atau direlokasikan ke tempat yang aman ? Nyatanya, hingga kini pemerintah belum menghasilkan solusi yang nyata untuk membenahi kota Jakarta terutama dari masalah banjir, selain mempersiapkan aneka perahu karet baru...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-669822509158864878?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/669822509158864878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=669822509158864878' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/669822509158864878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/669822509158864878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/01/kala-banjir-menghadang.html' title='Kala Banjir Menghadang...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SW2zrAL4IRI/AAAAAAAAAkc/PyxpVVeGCf4/s72-c/DSC_0200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-7786547392275804829</id><published>2009-01-09T13:05:00.004+08:00</published><updated>2009-01-21T18:21:14.754+08:00</updated><title type='text'>Patriotisme pada Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbcUbn_nqI/AAAAAAAAAjM/928nDphw_MA/s1600-h/05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbcUbn_nqI/AAAAAAAAAjM/928nDphw_MA/s200/05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289157055964225186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CIMAGEB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sungguh orang Indonesia itu amat patriotik… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;That really surprized me!&lt;/span&gt; jika mereka memiliki rasa empati yang luar biasa atas nasib korban Hamas – Fatah. Di ibukota, demonstrasi tak henti-henti. Di berbagai daerah pun tak kalah ramai. Bagi beberapa pihak yang berkepentingan dalam ajang perebutan kursi pemerintahan mendatang, bahkan memanfaatkan moment ini untuk menarik simpati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang paling lucu (menurut saya), adalah tindakan para patriotik tersebut memboikot produk-produk Amerika. – Bagaimana kalau mereka memboikot McD, KFC, dsb…? – &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika mereka memboikot produk-produk yang langsung diimport dari Amerika, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I think it could be tolerated…&lt;/span&gt; Namun jika mereka mengintimidasi produk-produk franchise, tidakkah  terlalu berlebihan ? Bertindak tanpa pikir panjang…?&lt;span style="font-style: italic;"&gt; -- bukannya karena saya terlalu sering mengkonsumsi produk fastfood tsb, looo --&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Indonesia bukanlah negara maju setara Arab Saudi atau Perancis – apalagi Amerika – yang masih bisa berdiri di kaki sendiri meski kehilangan beberapa sumber-sumber penting. Apalagi dengan keadaan sekarang, dimana pengangguran mulai semakin banyak, kemiskinan merajalela, dan aneka ketidakseimbangan lainnya. Mau tak mau, kita harus menggunakan trik dan menyiasati keadaan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanpa Amerika, posisi negeri kita tercinta ini agaklah sulit. Bukan lantas kita musti menjilat Amerika sedemikian hingga. Namun tak bisa dipungkiri, mau atau tidak mau, sebagai satu ekosistem dunia, semua seolah merupakan rantai kehidupan yang saling membutuhkan dan tak terputus. Indonesia tetap membutuhkan Malaysia, Belanda, Inggris, Arab, Palestina, bahkan Amerika. Demikian pula dengan mereka, yang membutuhkan Indonesia. Mengapa tak berdamai saja…?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya bukanlah pro Amerika – apalagi paman Bush --. Namun saya miris jika melihat beberapa tetangga saya pengangguran sedangkan ia menanggung istri dan ketiga anaknya. Saya sedih karena masih sering melihat banyak poor urban yang tidur dibawah jembatan atau di pinggir kali Ciliwung. Bahkan saya merana melihat diri saya sendiri yang masih belum beroleh kemapanan setingkat dengan usia saya saat ini….&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melihat keadaan akibat konflik Gaza, saya senang dan terharu ketika mendengar Indonesia memberikan bantuan kepada korban Gaza. Sebagai umat manusia yang bersosial, sudah sepatutnya saling membantu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun geli juga ketika mendengar ada beberapa pihak yang ngotot ingin dikirim ke Gaza untuk bertempur menggusur Israel. Ah… kelebihan tenaga yang butuh penyaluran, ya… Nanti, sesampai disana, yang ada malah bikin runyam. Mereka bersedia mati membela Hamas, namun tak pernah berpikir lebih jauh, bagaimana kelangsungan urusan kenegaraan, baik dengan Palestina, Israel, maupun negara-negara lain. Pantas saja kalau pak SBY jadi pening mikirin rakyatnya yang terlampau patriotik…&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; atau terlampau egois dan impulsif...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka merasa patut bersikap demikian dengan alibi pembelaan terhadap agama. Sesama muslim harus saling membantu dan melindungi—&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalau perlu sampai titik darah penghabisan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ancaman bagi satu muslim berarti ancaman bagi seluruh muslim lainnya -- .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya, mengapa pertempuran Gaza itu sampai terjadi ? Benarkah itu adalah perang antar agama ? Hamas pun belum tentu didukung oleh seluruh rakyat Palestina. Dan Fatah pun juga belum tentu salah 100%. Di Indonesia, muslim militan garis keras macam Amrozi dkk malah ditembak mati.  &lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;So…what is the real problem…?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-7786547392275804829?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/7786547392275804829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=7786547392275804829' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7786547392275804829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7786547392275804829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/01/patriotisme-pada-palestina.html' title='Patriotisme pada Palestina'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbcUbn_nqI/AAAAAAAAAjM/928nDphw_MA/s72-c/05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-7392160791792201827</id><published>2009-01-09T12:11:00.003+08:00</published><updated>2009-01-09T12:23:58.208+08:00</updated><title type='text'>Efek krisis global, buruh pengangguran meningkat tajam</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebuah berita pagi mengabarkan bahwa 305 ribu TKI telah dipulangkan. Artinya, Indonesia akan terancam mengalami peningkatan jumlah pengangguran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Repotnya menjadi negara dunia ketiga, tingkat kualitas profesional atau sumber daya warganya sebagian besar masih berada pada level &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbO-8hzYCI/AAAAAAAAAjE/Ki4lXF8QzMg/s1600-h/16demopa.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbO-8hzYCI/AAAAAAAAAjE/Ki4lXF8QzMg/s200/16demopa.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289142393188343842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rendah. Kita harus terpaksa puas jika penduduk Indonesia hanya bisa menjangkau tingkat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga atau buruh pabrik rendahan. Akibatnya, seringkali jadi bulan-bulanan, pelecehan, dan diskriminasi. Apa daya…?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalaupun memberontak dengan berteriak, memprotes, berdemo, atau menggugat, nyaris sama halnya seperti kucing kecil yang dekil di selokan yang mengeong nyaring karena kelaparan. &lt;em&gt;Who’s care…?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seharusnya pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia supaya memiliki nilai jual yang layak di mata Internasional, menjadi profesional yang handal, dan tak hanya sekedar menjadi pembantu rumah tangga atau buruh rendahan saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun apa daya, bak makan buah simalakama, kondisi membuat semuanya jadi serba salah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inginnya meningkatkan sektor riil dalam negeri. Tapi apa daya, nilai rupiah terpuruk hingga sedemikian rupa. Setinggi-tingginya lokal memberi upah, tentu masih jauh lebih lebih tinggi upah di luar negeri — meski dengan pekerjaan yang hanya dipandang sebelah mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sifat orang lapar, jalan pikirnya lebih pendek. Hal pertama yang terbersit, ‘asal dapat gaji gede, jadi prt pun tak masalah’. Lagipula, apa yang bisa diharapkan dari sekedar lulusan SD atau SMP… ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika saat ini sudah ada program wajib belajar hingga 12 tahun, hal itu sudah merupakan salah satu solusi yang bagus. Namun persoalan lain yang dihadapi saat ini, bagaimana cara membuka atau mengubah paradigma konvensional masyarakat Indonesia kelas tradisional dan kelas bawah (yang justru sebagian besar) bahwa pendidikan itu sangat diperlukan, dan kualitas manusia dapat meningkatkan harkat martabat dan harga diri seseorang dan bangsa. –Perempuan tak harus kerja di dapur, dan &lt;em&gt;wong mlarat&lt;/em&gt; pun sah-sah saja bermimpi menggapai bulan. Semua pasti ada jalannya, asal berusaha. Apakah etos bekerja keras sudah kita punyai ? — &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ingin mencari spirit, bacalah ’sang pemimpi’ Andrea Hirata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa hanya puas sekedar bisa memamerkan punya rumah bagus dan harta benda melimpah pada tetangga sebelah setelah pulang dari Malaysia atau Arab Saudi ? Tidakkah menjadi ahli komputer di Amerika dengan penghasilan lebih dari $24000 dan disegani bule lebih menyenangkan dan membanggakan…?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;But all the bright cake have the hard way...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-7392160791792201827?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/7392160791792201827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=7392160791792201827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7392160791792201827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/7392160791792201827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2009/01/efek-krisis-global-buruh-pengangguran.html' title='Efek krisis global, buruh pengangguran meningkat tajam'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SWbO-8hzYCI/AAAAAAAAAjE/Ki4lXF8QzMg/s72-c/16demopa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6661209053017716952</id><published>2008-06-03T13:34:00.023+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:04.374+08:00</updated><title type='text'>Inspired on Inspiration ??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Era&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfQfY-43I/AAAAAAAAAW0/hqaVhSWFYsA/s1600-h/Stenny+Agustaf,+Panji,+dan+Iwet+Ramadhan+selaku+MC.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236230986097522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfQfY-43I/AAAAAAAAAW0/hqaVhSWFYsA/s200/Stenny+Agustaf,+Panji,+dan+Iwet+Ramadhan+selaku+MC.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; kompetisi yang makin bersaing ketat saat ini menuntut kita semua untuk selalu kreatif dan makin terasah meningkatkan kualitas diri. &lt;em&gt;Why is it so ?&lt;/em&gt; Karena orang yang rajin pun kini belum tentu mendapat peringkat pertama, dan orang yang pandai sekali pun belum tentu mendapat prioritas utama.&lt;br /&gt;adakalanya pula, orang yang sukses tak melulu dinilai dari harta kekayaan yang dikumpulkannya atau jumlah cust&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfhfY-46I/AAAAAAAAAXM/Xkhv2rWWRDs/s1600-h/Tompi+dikerjain.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236523043873698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfhfY-46I/AAAAAAAAAXM/Xkhv2rWWRDs/s200/Tompi+dikerjain.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;omer yang diraupnya. Orang yang mampu mengajak orang lain untuk bersikap kreatif, mandiri, mengentaskan masalah dan beban orang lain dan berbuat sesuatu yang berguna untuk lingkungan, serta mampu membawa&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfU_Y-44I/AAAAAAAAAW8/CUNlrn5GkPk/s1600-h/tompi+beraksi+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236308295508866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfU_Y-44I/AAAAAAAAAW8/CUNlrn5GkPk/s200/tompi+beraksi+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; aura berpikir positif, or &lt;em&gt;at least&lt;/em&gt; membawa inspirasi positif bagi orang lain pun termasuk orang yang sukses.&lt;br /&gt;Dan di jaman yang sudah demikian &lt;em&gt;crowded n complicated&lt;/em&gt;, ternyata masih ada orang-orang sukses yang kesuksesan dan &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdflvY-47I/AAAAAAAAAXU/BoDs2IH4FUs/s1600-h/Tompi+menyanyi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236596058317746" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdflvY-47I/AAAAAAAAAXU/BoDs2IH4FUs/s200/Tompi+menyanyi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;langkah-langkahnya membawa inspirasi positif bagi banyak orang lain. diantaranya adalah 30 orang yang diusung Hard rock fM untuk mendapat gelar The Most Inspiring People, diantaranya adalah Tompi, Nidji, Maliq &amp;amp; D 'Essentials, Agnes Monica, Dia&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdepvY-4wI/AAAAAAAAAV8/Ig5ev6Ro-c4/s1600-h/Nidji+beraksi+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235565266166530" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdepvY-4wI/AAAAAAAAAV8/Ig5ev6Ro-c4/s200/Nidji+beraksi+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n Sastro, Bambang Pamungkas, Melaney Recardo, Olive, Fahrani, Richard Nisane, Joseph Sanyuf, Klenting, Lukman Gunawan, Nicholas Saputra, Taufik Hidayat, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setidaknya, sepak terjang mereka memiliki arti positif ketimbang sekedar berkoar-koar memanaskan suasana demo BBM, turut pukul memukul dan saling lempar melempar demi nama 'solidaritas' dan anggapan 'nasionalisme' yang sebenarnya justru terdengar naif... Ada pula yang lebih senang menjadi kuda tunggangan bodoh para oknum yang memakai alibi agama dan nilai kereligiusitas untuk mend&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfF_Y-41I/AAAAAAAAAWk/sCGFdsW69Aw/s1600-h/Peraih+inspiring+HR+award+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236050597471058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfF_Y-41I/AAAAAAAAAWk/sCGFdsW69Aw/s200/Peraih+inspiring+HR+award+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;apatkan kemauan mereka (padahal... benarkah mereka 'benar-benar' beragama dan religius...?). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;What in my mind is...&lt;/em&gt; lakukan apapun yang bisa kamu lakukan sepanjang itu dalam genggamanmu. Tunjukkan bahwa kamu brilliant dan bermanfaat, &lt;em&gt;so... you're really worthed!&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penganugerahan itu dihelat di Hard Rock Cafe Jakarta, sekaligus perayaan ulang tahun Hard rock FM. Stenny Agustaf, Iwet Ramadhan, dan Pandji Pragiwaksono mengolah acara dengan banyolan mereka yang kocak dan segar.  &lt;em&gt;They're really talented guys n fresh minded, right ?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Acara juga dimeriahkan oleh unjuk gigi suara merdu Mike Mohede, Tompi, dan Nidji. -- saya sangat terkesan dengan kehebatan Tompi dalam mengolah suara dan nadanya..whew!! &lt;em&gt;And also so surprised&lt;/em&gt;, ternyata vokalis Nidji langsung terlihat 10 tahun lebih tua jika rambut kriwulnya dikucir... hehehe... ---&lt;br /&gt;para kru Hard Rock fm juga mendapat kesempatan tampil diatas panggung untuk bersulang &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfK_Y-42I/AAAAAAAAAWs/_a98Mf156lw/s1600-h/Peraih+inspiring+HR+award+4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208236136496816994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfK_Y-42I/AAAAAAAAAWs/_a98Mf156lw/s200/Peraih+inspiring+HR+award+4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;wine.&lt;br /&gt;Ternyata... para Hardrockers benar-benarrrr.... banyaakkkkkk!!!!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;success for Hard rock FM!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfBfY-40I/AAAAAAAAAWc/B1NpCbqU8EM/s1600-h/Peraih+inspiring+HR+award+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235973288059714" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfBfY-40I/AAAAAAAAAWc/B1NpCbqU8EM/s200/Peraih+inspiring+HR+award+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235741359825698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdez_Y-4yI/AAAAAAAAAWM/wrO2t0fUA4g/s200/Para+kru+HRFM+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235904568582962" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEde9fY-4zI/AAAAAAAAAWU/LBtfbxKYT5U/s200/Peraih+inspiring+HR+award+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeufY-4xI/AAAAAAAAAWE/LgWjtNefq8M/s1600-h/Para+kru+HRFM+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235646870545170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeufY-4xI/AAAAAAAAAWE/LgWjtNefq8M/s200/Para+kru+HRFM+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdelPY-4vI/AAAAAAAAAV0/xLAj00VktOg/s1600-h/Nidji+beraksi+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235487956755186" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdelPY-4vI/AAAAAAAAAV0/xLAj00VktOg/s200/Nidji+beraksi+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdea_Y-4tI/AAAAAAAAAVk/eelEvzwuglc/s1600-h/Mike+Mohede+menyanyi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235311863096018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdea_Y-4tI/AAAAAAAAAVk/eelEvzwuglc/s200/Mike+Mohede+menyanyi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdegfY-4uI/AAAAAAAAAVs/0N_zzPI5qc4/s1600-h/Mike+Mohede+tarik+suara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235406352376546" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdegfY-4uI/AAAAAAAAAVs/0N_zzPI5qc4/s200/Mike+Mohede+tarik+suara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeQPY-4rI/AAAAAAAAAVU/XCY_mLIov2g/s1600-h/crowded.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235127179502258" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeQPY-4rI/AAAAAAAAAVU/XCY_mLIov2g/s200/crowded.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeU_Y-4sI/AAAAAAAAAVc/QXe5jRBIDT8/s1600-h/Iwet+dan+Panji+bersemangat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235208783880898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeU_Y-4sI/AAAAAAAAAVc/QXe5jRBIDT8/s200/Iwet+dan+Panji+bersemangat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208235036985189026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdeK_Y-4qI/AAAAAAAAAVM/VCziIGFUKKk/s200/crowded+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6661209053017716952?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6661209053017716952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6661209053017716952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6661209053017716952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6661209053017716952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/06/inspired-on-inspiration.html' title='Inspired on Inspiration ??'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SEdfQfY-43I/AAAAAAAAAW0/hqaVhSWFYsA/s72-c/Stenny+Agustaf,+Panji,+dan+Iwet+Ramadhan+selaku+MC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-5977584689910546837</id><published>2008-04-28T17:18:00.006+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:04.888+08:00</updated><title type='text'>excited DJ Cream!!!!</title><content type='html'>Baru pertama kali tahu performance DJ Cream yang selama ini cuman denger namanya di Paranoia doang....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWW-cNBtSI/AAAAAAAAAU0/craZQU6RtvQ/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWW-cNBtSI/AAAAAAAAAU0/craZQU6RtvQ/s200/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194223744708621602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWXWsNBtUI/AAAAAAAAAVE/tL7KhT2LH5w/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWXWsNBtUI/AAAAAAAAAVE/tL7KhT2LH5w/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194224161320449346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWW3MNBtRI/AAAAAAAAAUs/TajwsqrLkcA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWW3MNBtRI/AAAAAAAAAUs/TajwsqrLkcA/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194223620154570002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.. Excellent&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWXFcNBtTI/AAAAAAAAAU8/CtkeR_kTMTk/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWXFcNBtTI/AAAAAAAAAU8/CtkeR_kTMTk/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194223864967705906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Performance yaaa!!!!&lt;br /&gt;Love the music!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-5977584689910546837?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/5977584689910546837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=5977584689910546837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5977584689910546837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5977584689910546837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/04/excited-dj-cream.html' title='excited DJ Cream!!!!'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWW-cNBtSI/AAAAAAAAAU0/craZQU6RtvQ/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-5410402847699851535</id><published>2008-04-27T10:21:00.007+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:05.495+08:00</updated><title type='text'>Lovely SHE band</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBQC4sNBtKI/AAAAAAAAAT0/myDpNOCzLkY/s1600-h/lengkap.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193779443226752162" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBQC4sNBtKI/AAAAAAAAAT0/myDpNOCzLkY/s320/lengkap.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtu yang stres dan menyedihkan karena pekerjaan...&lt;br /&gt;Tapi rupanya jadi sedikit terhibur setelah melihat band SHE (She and harmony Eclectic)manggung di Grand Indonesia. Band asal Bandung sejak tahun 2000 yang terdiri dari tujuh cewek ini; Achi (violin), Adisty (drum), Arnie (bas), Melly (lead vocal), Riry (gitar akustik), Qoqo (gitar elektrik), dan Yayo (keyboard) ternyata boleh juga...&lt;br /&gt;Apalagi saat lagu terakhir dibawakan "slow down baby" --Oh my gosh! Dari dulu saya sangat familiar dengan lagu ini, tapi baru tahu sekarang kalau penyanyinya adalah SHE. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun album pertama mereka baru launch tahun 2005 lalu dengan judul Tentang aku, kamu dan dia. Dan Album kedua, bertajuk tersenyum lagi, dibawah naungan label Sony BMG Music Entertainment Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBQFZsNBtLI/AAAAAAAAAT8/SWFhD-AwG4w/s1600-h/Penyanyi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193782209185690802" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBQFZsNBtLI/AAAAAAAAAT8/SWFhD-AwG4w/s200/Penyanyi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soal penampilan waktu itu, saya merasa agak aneh aja dengan dandanan Melly yang sengaja ambil tema tabrak warna. Dress warna biru, stocking kuning, sepatu pink elektrik, anting pink, hingga rok berenda warna hitam yang dipakai di dalam dressnya. Benar-benar made in Bandung , tapi tampak tak mengedepankan eksklusifitas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya justru apreciate dengan penampilan Qoqo yang mengenakan kemeja, dasi, dan sepatu boot hitamnya. Harajuku style, tapi cukup mengena dan cocok. APalagi dengan wajahnya yang memang berkesan orientalQoqo merupakan anggota SHE yang paling bungsu, bukan hanya dari sisi usianya yang paling muda, namun ia juga merupakan anggota yang terakhir bergabung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Qoqo merupakan anggota SHE yang paling bungsu, bukan hany&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWVrMNBtPI/AAAAAAAAAUc/nY51aO-UCEc/s1600-h/gitar+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWVrMNBtPI/AAAAAAAAAUc/nY51aO-UCEc/s200/gitar+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194222314484511986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; a dari sisi usianya yang paling muda, namun ia juga merupakan anggota yang terakhir bergabung. Qoqo menggantikan posisi Kika yang terpaksa meninggalkan SHE karena telah menikah dan pindah ke Finlandia. Dengan tetap mengusung aliran musik pop, nuansa rock di album ini terasa lebih kental d&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWVycNBtQI/AAAAAAAAAUk/9Wae8tCbmFs/s1600-h/gitar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBWVycNBtQI/AAAAAAAAAUk/9Wae8tCbmFs/s200/gitar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194222439038563586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;engan sound distortion dan permainan gitar yang dominan. Selain itu, SHE lebih berani dalam eksplorasi lagu, terbukti dengan keberanian dan kekreatifan mereka dalam mengaransemen sendiri beberapa lagu di album ini, salah satunya adalah single pertama mereka, Slow Down Baby.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-5410402847699851535?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/5410402847699851535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=5410402847699851535' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5410402847699851535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5410402847699851535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/04/lovely-she-band.html' title='Lovely SHE band'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SBQC4sNBtKI/AAAAAAAAAT0/myDpNOCzLkY/s72-c/lengkap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2378470431821154545</id><published>2008-04-16T18:14:00.007+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:06.326+08:00</updated><title type='text'>Jakarta, oh Jakarta....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191662533538166002" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9kVE_NPI/AAAAAAAAATM/rJASwnWyDxM/s200/jktnite.jpg" border="0" /&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sudah beberapa kali saya mendapat pertanyaan &lt;strong&gt;"bagaimana rasanya hidup di Jakarta? Seperti apa sich Jakarta itu?&lt;/strong&gt;" dari beberapa rekan saya yang TIDAK tinggal di jakarta. Mungkin karena mereka sedang mempertimbangkan diri untuk mengikuti jejak saya menjadi urban di jakarta, atau sekedar ingin mendengar kisah dan cerita saya tentang Jakarta, terutama setelah sekian lama (sebenarnya tak terlalu lama) tinggal di jakarta.&lt;br /&gt;Entah mengapa mereka menanyakannya pada saya... mungkin karena menganggap bahwa saya paling lihai dan cermat dalam menelusuri dan meresapi setiap sudut dan kisi-kisi ruang dan makna kehidupan sebuah kota... (hehe... terlalu berlebihan ya...)&lt;br /&gt;Dan saya selalu menahan nafas dengan mata berbinar ketika hendak menjawab pertanyaan tersebut, seolah tiba-tiba otak dan benak saya terbanjiri oleh ribuan kata dan ekspresi yang berdesakan untuk segera disemburkan keluar. Namun bibir saya begitu kecil, tak sanggup menahan ketidaksabaran kata-kata itu, supaya dapat meluncur dengan rapi dan indah serta meyakinkan. BEING SPEECHLESS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;What a wonderful life!!!&lt;/strong&gt; Mungkin itu satu-satunya kalimat yang cukup mewakili sebagai garis besar dari sekian komentar dan ekspresi saya tentang hidup di Jakarta. Masuk dalam kategori wonderful karena kevariasiannya yang luar biasa kaya, jika dibanding dengan kehidupan di kota lain di Indonesia. Yaa... setidaknya saya memiliki 3 referensi yang bisa saya bandingkan dan telaah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The real metropolis is over here&lt;/em&gt;. Mulai dari metro dept. store hingga metro mini, Jakarta benar-benar menawarkan kelengkapan. Tak heran jika banyak orang berbondong-bondong mengisi celah-celah Jakarta dengan membawa segudang harapan, selain spekulasi. Tentu saja spekulasi, karena Jakarta tak hanya menawarkan keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Namun juga menghidangkan kemerosotan, kegagalan dan kepedihan yang tak terperi. Nasib manusia bisa direncanakan, namun siapa yang bakal tahu hasil akhirnya... ?&lt;br /&gt;Karena manusia yang datang bertambah banyak, Jakarta jadi penuh sesak. (pun tak ketinggalan dengan partisipasi saya yang turut menyesaki Jakarta hingga tambah pengap). Akibatnya, jalanan jadi padat dan macet. Namun kewajiban dalam pekerjaan dan urusan bisnis tak ada kompromi. Tetap saja berdesak-desakan di jalan yang sudah semakin sempit. Daripada tak dapat uang atau dimarahi bos??? Jadi... wajar saja jika warga Jakarta selalu terlihat terburu-buru dan rentan stress. Saat awal kedatangan saya di Jakarta, saya sempat terheran melihat orang-orang yang berjalan begitu cepat dan tergesa di shelter busway dengan tatapan lurus dan kaku tanpa hirau sedikitpun dengan lingkungan di sekelilingnya. Namun semakin lama, ternyata saya pun juga menyerupai mereka... Waktu begitu berharga dan menentukan, dan kita tak ingin menyia-nyiakannya begitu saja di jalanan. Tampaknya motto "siapa cepat dia dapat" cukup berlaku disini. Terlalu banyak manusia yang berebut kesempatan yang tak seberapa banyak. Saya pun mengerti, kenapa di Jakarta orang menjadi 'darah tinggi' saat di jalanan. Angkutan umum menggeloyor dan menerabas dengan begitu buas. Pak sopir jadi panas mendengar gerutuan para penumpang yang mengomel karna tak lekas sampai. Motor tak mau kalah karena merasa diri lebih ramping dan lebih kecil, hingga bisa menerobos sana sini. (Padahal semua motor berpikir demikian...akhirnya yang terjadi adalah saling menyerobot dan kocar-kacir). Belum lagi asap knalpot yang bikin sesak dari bus-bus yang sebenarnya sudah tak layak pakai, namun dipaksa beroperasi karena melihat kesempatan dari banyaknya penumpang yang bahkan rela bergelantungan saat jam-jam pulang dan berangkat kerja. Aturan gas emisi sudah mulai tak digubris karena tren nya sudah habis. Nyawa di jalanan seolah tak ada harganya, kapanpun bisa melayang dengan begitu mudahnya, semudah bernafas dan membuang kentut.&lt;br /&gt;Walau begitu, aneka mobil mewah mengkilap dengan bodi besar yang dilengkapi dengan TV dan &lt;em&gt;home theatre&lt;/em&gt; ter&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9wVE_NQI/AAAAAAAAATU/FodpS2MymUc/s1600-h/s_K19A41001_high_thumb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191662739696596226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9wVE_NQI/AAAAAAAAATU/FodpS2MymUc/s200/s_K19A41001_high_thumb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nyata tak kalah banyak, menandakan begitu banyaknya orang kaya yang hidup di Jakarta.&lt;br /&gt;Dan semakin lengkaplah pemandangan Jakarta dengan partisipasi para pengemis yang membawa bayi, yang memutilasi salah satu bagian tubuhnya, hingga para pengamen yang berpenampilan eksotik bak Bob Marley dengan rambut gimbalnya. (Ups... dan lagu-lagu dan suara yang mereka bawakan cukup berkualitas, lho...). Mereka semua berkompetisi demi sekeping logam untuk makan, rokok, atau menghisap ganja kering. Pedagang asongan pun tak mau kalah. Mulai dari sekedar menjual tahu sumedang, stiker spiderman, alat cukur, hingga kitab esek esek dengan harga gila yang kita bahkan tak habis pikir, 'kalau dijual segitu, dapat untungnya darim&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx_OFE_NTI/AAAAAAAAATs/sU9vjLo5-NU/s1600-h/psk(1).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191664350309332274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx_OFE_NTI/AAAAAAAAATs/sU9vjLo5-NU/s200/psk(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ana???'&lt;br /&gt;Itulah Jakarta, dengan kehirukpikukannya yang pekak. Eh, tapi di kota lain pun menyajikan pemandangan serupa. Surabaya tak kalah macet dan polusi. Namun, siapa lagi yang menawarkan pemandangan spektakuler dari barisan gedung pencakar langit di kawasan SCBD dengan bentuk-bentuknya yang unik, jalan raya yang melingkar dan bertingkat-tingkat, patung-patung dan taman-taman terawat, sistem &lt;em&gt;three-in-one&lt;/em&gt;, hingga kesibukan kereta api yang tak pernah henti. Saya rasa, hanya Jakarta yang punya untuk sementara ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta memiliki beragam kesibukan yang variatif, karena hampir semua bidang yang ada di Indonesia memiliki pusat di Jakarta.&lt;br /&gt;Menjadi demikian, karena pusat pemerintahan terletak di Jakarta. Istana negara yang kokoh dan anggun bersemayam di Jalan Medan Merdeka. Gedung kura-kura, tempat berteduh para wakil rakyat terletak di Senayan. saat pertama kali saya menginjakkan kaki di gedung yang merepresentasikan simbol lingga yoni tersebut, kaki saya sempat dibuat pegal karena ruang area yang begitu besar, luas, dan tinggi. Aroma parfum mahal bertebarandari setelan jas eksklusif dan tubuh para asisten pribadi yang molek tak pernah berkeringat. Dan ruang kerja mereka amat sangat nyaman!!! Sofa empuk, AC dingin, dan karpet yang senantiasa bebas debu. Anda bisa membayangkan, betapa luasnya gedung tersebut dengan banyaknya ruangan seperti itu yang diperuntukkan bagi hampir 500 orang wakil rakyat! Belum lagi ruangan yang lain... Dengan ruangan sebanyak itu, jumlah orangnya pun tak kalah banyak! Dari yang memang bekerja dan berkantor disitu, para security, para tamu, para pemburu sumbangan dari daerah, para sales yang menyelinap, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak heran jika tak ada yang dispesialkan disana. Bahkan para Gubernur daerah yang berkunjung akan sekedar menjadi rakyat jelata, ikut berdesakan di dalam lift, dan tak dikenal! (Hiks...padahal di daerahnya ia begitu disanjung dan dielukan...)&lt;br /&gt;Hanya mereka yang duduk di kursi parlemen yang merasa paling eksklusif. Entah karena posisi jabatan mereka, kebersahajaan penampilan mereka, atau keintelektualan tutur bahasa mereka yang cerdas. Yang jelas, secara kasat mata, mereka memang cukup pantas memasang pin tanda DPR RI pada jas mereka. Dan semakin eksklusif lah mereka dengan aneka kesibukan rapat yang tiada habis, tu&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9RlE_NOI/AAAAAAAAATE/-zq3kfyWi34/s1600-h/gedung.jpg-dl.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191662211415618786" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9RlE_NOI/AAAAAAAAATE/-zq3kfyWi34/s200/gedung.jpg-dl.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gas studi banding ke negara A hingga Z, sampai masa reses yang dihabiskan di luar kota. Lobi dan siasat partai pun tak henti-hentinya diadakan, entah itu di hotel yang luar biasa mewah dan gemerlap atau di rumah makan yang menyajikan makanan yang bahkan menunya susah diucap. Jika melihat itu semua, mudah sekali menyimpulkan bahwa mereka adalah golongan teratas dengan etika yang bersahaja, amat jauh dari barbar. Namun... adakalanya saya begitu terheran-heran ketika melihat mereka saling gontok mengepalkan tangan, gebrak podium, hingga naik meja saat suasana panas di ruang sidang... Apakah karena khilaf, atau perilaku asal...?&lt;br /&gt;Yak! Merekalah yang merencanakan, menimbang, dan menggodok berbagai undang-undang yang mengatur masyarakat Indonesia. Namun jika saya pikir-pikir, saya jadi sangsi, apakah mereka benar-benar tahu dan mengerti, hal-hal apa saja yang patut dan cocok diterapkan pada masyarakat di seluruh lapisan, mengingat keeksklusifan dan kesibukan mereka yang tak sederhana dan tak tersentuh. Bagaimana bisa berempati jika tak bisa melihat sendiri sebuah keluarga yang tak memiliki rumah karena bangkrut menjadi pedagang asongan, terkena penggusuran, hingga akhirnya menggelar koran di salah satu sudut pelataran masjid Istiqlal yang megah -- kini sudah dijaga oleh banyak satpol PP--, sekedar mengharap sedekah. Bahkan salah satu sisi trotoar stasiun Juanda pun kini nyaris seperti tempat pengungsian dengan keluarga papa yang berderet tak terganggu. Belum lagi gubuk-gubuk reot dan kumuh di pinggiran sungai Ciliwung yang tergenang karena sampah. Anak-anak pemulung yang enggan sekolah dengan alasan lebih senang membantu orang tua cari uang.&lt;br /&gt;Dan kesemarakan Jakarta semakin lengkap dengan kehadiran 'mahluk paling seksi' yang terpaksa mengeksploitasi diri karena himpitan ekonomi atau hanya karena sebagai hobi pengisi waktu luang yang membawa hasil! -- atau karena suatu aktivitas yang lambat laun menjadi suatu kebutuhan, layaknya orang makan nasi dan minum air...???--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penampilan tak lagi milik Pekerja Seks Komersil. Kaum socialita dan eksekutif berlomba menghias diri. Apalagi Jakarta menyediakan kelengkapan yang tiada dua, yang bisa didapat di dept. store elit bergengsi yang menghadirkan gerai-gerai dengan harga rata-rata enam digit bahkan lebih. Sampai aneka barang &lt;em&gt;second hand&lt;/em&gt; yang diobral di pasar senen yang becek, banyak ojek, sesak, dan berbau apek. Semuanya gila belanja, dari yang golongan A+ hingga golongan pas-pasan, saling tak mau kalah. Yang punya kemampuan bisa puas dengan menjinjing barang-barang ber-&lt;em&gt;branded&lt;/em&gt; asli dari Itali atau Milan. Namun yang pas-pasan tapi 'maksa', harus cukup puas dengan imitasi yang tak kalah keren, atau buatan Garut, Tasikmalaya, dan paling wah buatan Bandung. Tak lagi bisa disangkal, bahwa Indonesia termasuk negara yang sangat konsumtif -- sekaligus plagiat nomor satu, sekaligus penggemar hasil karya plagiat!. Itulah mengapa pembangunan mall-mall dan fasilitas komersil lainnya tak pernah berhenti... -- Masih ada sekian mall yang masih dalam taraf pembangunan yang kejar deadline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Jakarta, dengan kehidupan glamor yang menyukai pesta dengan aneka &lt;em&gt;wine&lt;/em&gt; beraroma pekat manis masamnya, penampilan &lt;em&gt;fashionable&lt;/em&gt; yang tak kalah dengan Paris dan New York, iringan musik jazz yang &lt;em&gt;chill out&lt;/em&gt;, dan wajah-wajah rupawan tanpa cela berkat keberhasilan salon, spa, dan rumah kebugaran.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx991E_NRI/AAAAAAAAATc/7qqHmlY5sjE/s1600-h/spring-break-night-club.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191662971624830226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx991E_NRI/AAAAAAAAATc/7qqHmlY5sjE/s200/spring-break-night-club.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Itulah Jakarta, dengan denyut nadi yang tak pernah henti, dari pagi hingga pagi lagi. Kehidupan malam pun menawarkan banyak variasi. Tempat hiburan berlomba dengan aneka promosi; dari yang &lt;em&gt;buy one get one free, ladies night&lt;/em&gt;, hingga &lt;em&gt;happy hour&lt;/em&gt;. Suguhan plus-plus pun memperpanas persaingan bisnis. Perkembangan musik modern techno pun semakin kreatif, sehingga tak akan lengkap jika tak dinikmati bersama ekstasi dan brandy. Menu pelengkap, tentu saja aneka methamphetamin yang semakin mendapat tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Jakarta, dengan rumah-rumah dan jalan yang tergenang kala musim hujan datang. Bangunan yang saling berdempetan tanpa celah. Mini party tengah malam yang diadakan disamping terminal, menyuguhkan musik dangdut yang membahana, diiringi joget asik para sopir angkot dan keneknya, plus para bencong menornya. Perselisihan sengit hanya karena memperebutkan lahan kosong di bawah jembatan tol demi tempat untuk tidur. Copet yang semakin lihai, maling yang semakin berani, hingga perampok yang semakin nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa dan tangis Jakarta pun teramat beragam. Tangis karena PHK, tangis karena kegagalan proyek, tangis karena perselingkuhan, tangis karena penggusuran, hingga tangis karena merangkum semua kepedihan yang ada. Tawa karena naik jabatan, tawa karena berhasil memperdaya orang lain, hingga tawa karena mensyukuri segala yang pernah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Jakarta tak hanya hanya milik mereka yang pragmatis dan yang komersil -- apalagi yang kapitalis murni. mereka yang mengaku berbudaya dan berkesenian pun mendapat tempat. Komunitas yang tak terusik semakin asyik dengan aneka kesibukan dan kegiatan yang menyenangkan. Mereka yang kreatif, kontemplatif, hingga yang sekedar pasif, turut larut dalam euforia sebuah kreasi. Tak heran, jika Jakarta pun menawarkan segudang pilihan hiburan dan pertunjukan, dari yang paling ringan, hingga yang sangat berbobot. Dari yang paling mahal, hingga yang bisa dinikmati secara cuma-cuma. Semuanya terakomodasi dengan baik. Tak heran pula jika para seniman elit maupun seniman bohemian senantiasa bergairah untuk selalu kreatif. Seni tak hanya milik mereka yang yang membawa botol bir kesana-kemari. Seni tak hanya milik mereka yang mengobrol dan berdiskusi asyik di cafe eksotik. Dan seni tak hanya milik mereka yang menampilkan tarian Darwis dengan beberapa iringan alunan ayat suci yang mengagumkan. Seni pun tak hanya milik mereka yang memamerkan karya di deretan galeri Kemang atau museum. Seni tak hanya milik mereka yang melaunching karya mereka di hotel berbintang atau cafe mewah. Seni tak hanya milik mereka yang beratraksi di pelataran senayan atau taman menteng. Dan seni tak hanya milik topeng monyet yang berlagak di gerbong kereta ekonomi jurusan kota - bogor atau atraksi kuda lumping di pasar senggol Grogol...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah perkembangan yang luar biasa! Lingkungan dan situasi yang semarak hanya ada di Jakarta. Semua sisi kehidupan memiliki rel-rel sendiri. Dan semua itu, tak lain juga karena andil aneka informasi yang deras dan meluber. Perkembangan jaman dan modernitas melebur dalam informasi. Orang-orang berlomba mengikuti arus informasi. Ucapan Tantowi Yahya dalam sebuah iklan koran pun menjadi sindiran yang cukup mengena. Membaca tak hanya milik kaum intelektual berdasi dan berkacamata. Bahkan sopir bajaj dan tukang sapu jalanan pun selalu meluangkan beberapa waktunya untuk sekedar mengintip berita terkini saat menanti lampu merah berganti.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx-oFE_NSI/AAAAAAAAATk/fyJlMSPm0EA/s1600-h/banjir.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191663697474303266" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx-oFE_NSI/AAAAAAAAATk/fyJlMSPm0EA/s200/banjir.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan seiring dengan perkembangan dan kemajuan yang demikian, maka konsekuensi pun tak lagi ringan. Karena pengetahuan yang semakin meningkat, tuntutan yang semakin tinggi, dan kebutuhan yang semakin banyak, muncullah beberapa indikasi. Kebanyakan, anak-anak yang tinggal di Jakarta menjadi lebih dewasa (atau kebablasan...???) ketimbang anak yang tinggal di daerah. Degradasi mental pun seringkali menjadi persoalan tersendiri. Saling menusuk dan menelikung dalam persaingan bisnis tak lagi menjadi bahan cela. Pemanfaatan aset kerja untuk kepentingan pribadi pun dianggap toleransi. bahkan pemenuhan nafsu biologis tak lagi menjadi sakral dan eksklusif. Yang berpikiran praktis, &lt;em&gt;one night stand&lt;/em&gt; cukup jadi hiburan. Yang peragu, hubungan tanpa komitmen dianggap sebagai jalan keluar. Dan yang konservatif, kawin kontrak dengan alibi nikah siri atau nikah mut'ah dianggap sebagai pemecah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, dengan kehirukpikukannya yang padat tak selalu membuat kening berkerut. Lagi-lagi berkat arus informasi dan kemajuan jaman, pun meretaskan kesadaran positif dari sejumlah orang yang tak bisa dikatakan sedikit. Para philantropist berlomba membantu sesama saat bencana. Ajang positif pun seringkali digelar. Mereka yang beragitasi soal konservasi hingga korupsi tak pernah kering bahasa untuk memprovokasi -- dan tak kehabisan sunblock untuk rela berpanas-panas di bundaran HI di sisi pancuran. Komunitas keagamaan hingga mereka yang peduli pada keberagaman semakin cerdas dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Jakarta, dengan kesemarakannya yang begitu berwarna. Tak hanya melulu pekat seperti asap knalpot, namun juga memiliki bias pelangi yang indah.&lt;br /&gt;Semoga cerita saya cukup mewakili, sebagai jawaban atas pertanyaan;&lt;br /&gt;"Seperti apa sich kota Jakarta / hidup di Jakarta itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, masih banyak sisi lain Jakarta yang belum saya ketahui. Dan tentunya, masih banyak cerita jakarta yang mungkin lebih seru dari yang sekedar saya sampaikan. Mungkin... jika saya mendapat tambahan informasi baru, saya akan kembali menceritakannya pada Anda...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2378470431821154545?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2378470431821154545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2378470431821154545' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2378470431821154545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2378470431821154545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/04/jakarta-oh-jakarta.html' title='Jakarta, oh Jakarta....'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/SAx9kVE_NPI/AAAAAAAAATM/rJASwnWyDxM/s72-c/jktnite.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6057705718709556865</id><published>2008-03-03T13:13:00.009+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:06.397+08:00</updated><title type='text'>SUPERMAN</title><content type='html'>&lt;em&gt;I can't stand to fly&lt;br /&gt;I'm not that naive&lt;br /&gt;I'm just out to find&lt;br /&gt;The better part of me &lt;br /&gt;I'm more than a bird:I'm more than a plane&lt;br /&gt;More than some pretty face beside a train&lt;br /&gt;It's not easy to be me &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wish that I could cry&lt;br /&gt;Fall upon my knees&lt;br /&gt;Find a way to lie&lt;br /&gt;About a home I'll never see &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It may sound absurd:but don't be naive&lt;br /&gt;Even Heroes have the right to bleed&lt;br /&gt;I may be disturbed:but won't you conceed&lt;br /&gt;Even Heroes have the right to dream&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;It's not easy to be me &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                       (Song by : Superman - Five for Fighting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya manusia hebat menyenangi dan menikmati kehebatannya...&lt;br /&gt;Bahkan Seorang Superman pun perlu merasakan 'jatuh terperosok, atau tersangkut ranting kering berduri', berdarah, memar, dan sekarat, &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R8uLw6_-rPI/AAAAAAAAAS8/B3gC_G5y7eY/s1600-h/superman.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R8uLw6_-rPI/AAAAAAAAAS8/B3gC_G5y7eY/s200/superman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173382269552733426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi keindahan hidupnya&lt;br /&gt;Untuk melengkapi warna hidupnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TO BE THE GREAT MAN...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-- Mudah untuk mensyukuri nikmat dan sukses yang diraih/diberikan, Namun mengapa TIDAK MUDAH untuk mensyukuri luka dan pedih yang dirasakan...???--&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6057705718709556865?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6057705718709556865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6057705718709556865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6057705718709556865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6057705718709556865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/03/superman.html' title='SUPERMAN'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R8uLw6_-rPI/AAAAAAAAAS8/B3gC_G5y7eY/s72-c/superman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-1624264740597319401</id><published>2008-02-18T17:01:00.009+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:07.262+08:00</updated><title type='text'>NIGHT LIFE in a BRIGHT LIFE...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lLBO7rBqI/AAAAAAAAASk/cNMQwLCVUKg/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lLBO7rBqI/AAAAAAAAASk/cNMQwLCVUKg/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168244531944687266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lK6-7rBpI/AAAAAAAAASc/EUxDYItKNP4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lK6-7rBpI/AAAAAAAAASc/EUxDYItKNP4/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168244424570504850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lK1e7rBoI/AAAAAAAAASU/WcIzWVawZ34/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lK1e7rBoI/AAAAAAAAASU/WcIzWVawZ34/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168244330081224322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lKte7rBnI/AAAAAAAAASM/dEjDy6JnrxA/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lKte7rBnI/AAAAAAAAASM/dEjDy6JnrxA/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168244192642270834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lKnu7rBmI/AAAAAAAAASE/GHn12jtjeyA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lKnu7rBmI/AAAAAAAAASE/GHn12jtjeyA/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168244093858023010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kaum papa menjadi iri pada kaum hedonist...?&lt;br /&gt;Adakalanya kaum hedonist juga merasa iri pada kemesraan sepasang pemulung yang dilanda kasmaran...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The important thing is not where you place your feet, but where you place your heart...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;em&gt;Kehidupan itu serba ironi, kenapa tak menyemarakkannya saja...?&lt;/em&gt; --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-1624264740597319401?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/1624264740597319401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=1624264740597319401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1624264740597319401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1624264740597319401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/02/night-life-in-bright-life.html' title='NIGHT LIFE in a BRIGHT LIFE...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lLBO7rBqI/AAAAAAAAASk/cNMQwLCVUKg/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-5342819391707787549</id><published>2008-02-18T16:16:00.004+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:07.422+08:00</updated><title type='text'>Resensi Film: XL (Antara Aku, Kau dan Mak Erot) -- DOES SIZE MATTER ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lDMe7rBgI/AAAAAAAAARU/KqvlAWDM1ME/s1600-h/xl.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168235929125193218" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lDMe7rBgI/AAAAAAAAARU/KqvlAWDM1ME/s200/xl.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ini adalah film tentang seseorang yang selalu merasa rendah diri karena kekurangan fisiknya, padahal sebenarnya dalam sebuah hubungan antara pria dan wanita yang terpenting sebenarnya rasa cinta," ujar sutradara sekaligus penulis naskah XL, Monty Tiwa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sahabat sejak SMU Deny (Jamie Aditya), Stevan (Eron LeBang) dan Juno (Alex Abbad) kembali dipertemukan setelah 11 tahun berpisah. Mereka saling bertukar kisah, cerita dan pengalaman hidup. Namun disini Monty Tiwa lebih menekankan permasalahan Deny, yang kemudian menjadi topik inti permasalahan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deny, seorang pribadi yang lugu, kalem, selalu memiliki perhatian dan rasa empati yang besar pada keluarganya menjadi tak berdaya ketika dihadapkan pada keputusan harus menikahi Vicky (Dewi sandra), seorang dokter dan anak calon bupati yang sebenarnya telah hamil 2 bulan tanpa ayah yang jelas. Perjodohan orang tua ini tentu saja sarat dengan perbisnisan, sebuah simbiosis mutualisme untuk menyelamatkan kualitas hidup keluarga Deny sekaligus nama baik keluarga Vicky. Namun masalah yang menjadi ganjalan Denny bukanlah karena Vicky seorang hyperseks (siapa yang sanggup menolak seorang gadis yang cantik, menarik, pintar dan kaya...???), namun lebih disebabkan karena ’cacat’ fisik Deny; yang merasa bahwa ukuran alat vitalnya terlampau kecil (tidak sesuai dengan permintaan Vicky yang ’hot dan panjang’) sehingga gagal memenuhi kriteria Vicky sebagai mesin seks.&lt;br /&gt;Menghadapi situasi demikian, kedua sohibnya yang konyol dan gokil itu malah membuat permasalahan tersebut sebagai ajang taruhan 1 milyar. Jika Denny berhasil ’memenuhi permintaan Vicky’, Juno akan mendapat 1 milyar. Namun jika sebaliknya, Stevan lah sang pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, perjuangan dimulai. Adegan-adegan kocak bergulir, semenjak Deny dkk. Mengunjungi Mak Siat (Sarah Sechan) yang mengaku sebagai keturunan Mak Erot, hingga keterlibatan Deny dengan seorang ’pecun’ bernama Intan (Francine Roosenda) yang disewa khusus sebagai ajang praktek ’appraisal’ sebelum Deny menjadi mesin seks bagi Vicky. Hingga sampai pada akhir cerita yang, boleh dikata bisa ditebak dan diharapkan penonton – nyaris happy ending story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mencari film yang segar, kocak, dan ‘easy watching’, XL cukup bagus untuk ditonton. Setting cerita yang dibuat oleh Monty Tiwa menyajikan kehidupan Urban dengan hiruk pikuknya. Come on, it’s being cosmopolit…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada sekian ganjalan yang menyertai film ini.&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun, sebuah film (yang notabene) bisa dianggap sebagai media yang juga ‘menyampaikan informasi’ terasa kurang patut jika mengetengahkan adegan yang tidak mendidik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It’s really not a good example!!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wow, apakah memang sudah jamannya untuk memberikan tayangan vulgar yang tidak mendidik ? – nyatanya hal-hal seperti itu sudah terlanjur dianggap biasa...--&lt;br /&gt;Remaja yang masih duduk di bangku SMA sudah biasa ’main’ pecun!&lt;br /&gt;Film ini menggambarkan sebuah era dimana seks sudah tak lagi menjadi hal tabu untuk dilakukan secara terang-terangan.&lt;br /&gt;Apakah tayangan pada film ini sedang menunjukkan degradasi mental generasi muda atau malah justru berniat memicu hasrat untuk melakukan hal yang dianggap ’modern’ dan ’tren’ di jaman sekarang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran wanita-wanita yang –cukup disebut tanpa beban sebagai ’pecun’ atau pelacur-- dibeberkan. Sementara pelaku atau penikmat adalah laki-laki yang menjadi pemeran penting. Jelas sekali terlihat, bahwa perempuan ditampilkan sebagai sosok komoditi.&lt;br /&gt;Terasa sekali dengan muatan konsep patrialkal. Lepas dari tokoh utama adalah laki-laki, gambaran sosok perempuan yang tersaji lebih banyak memposisikan perempuan sebagai objek atau pelengkap sekunder.&lt;br /&gt;Intan dan para pelacur lain hadir untuk ’melayani’ tokoh utama, meski diselipi bumbu-bumbu adanya keterlibatan perasaan yang pelik.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan gambaran istri Stevan yang patah arang karena suaminya seorang bajingan, semakin menunjukkan bahwa perempuan seringkali merana.&lt;br /&gt;Dan semakin lengkaplah ’penderitaan’ dan kekonyolan perempuan ketika Intan mengungkapkan latar belakangnya sebagai pelacur hanya karena keheroikannya atas nama cinta, demi menyelamatkan sang suami yang telah almarhum.&lt;br /&gt;Jika pada akhir cerita Deny memutuskan untuk memilih Intan, apakah itu dianggap sebagai sebuah &lt;em&gt;excuse&lt;/em&gt; dari keterpurukan perempuan yang selalu menjadi &lt;em&gt;the second sex ?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, film ini cukup memberikan gambaran realistis tentang kehidupan jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Pemeran XL terasa kurang pas. Jamie Aditya dkk dirasa tak lagi pas memerankan anak SMA, meski kumis dan jenggot telah dicukur habis sekalipun. Walau bagaimanapun, guratan wajah sukar untuk dimanipulasi. Ataukah dikarenakan orientasinya mengarah pada babak setelah 11 tahun kemudian ?&lt;br /&gt;Dan Mak Erot yang diperankan oleh Sarah Sechan juga terasa kurang pas. Harapan penonton, mak Erot diperankan oleh sosok yang hampir mendekati kemiripan fisik dan stereotypes seperti mak Erot. Kekocakan yang ditampilkan pun menjadi kurang greget.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-5342819391707787549?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/5342819391707787549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=5342819391707787549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5342819391707787549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5342819391707787549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/02/resensi-film-xl-antara-aku-kau-dan-mak.html' title='Resensi Film: XL (Antara Aku, Kau dan Mak Erot) -- DOES SIZE MATTER ?'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R7lDMe7rBgI/AAAAAAAAARU/KqvlAWDM1ME/s72-c/xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-9186991704299965606</id><published>2008-01-29T16:25:00.002+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:07.690+08:00</updated><title type='text'>Soeharto... Mengapa Kontroversi ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R58GANuMcOI/AAAAAAAAARE/xxzihyU-CgY/s1600-h/Soeharto.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160850298743058658" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R58GANuMcOI/AAAAAAAAARE/xxzihyU-CgY/s200/Soeharto.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Setangkai bunga bangkai yang berbunga paling busuk jatuh lunglai, kemudian gugur ke tanah.&lt;br /&gt;Perlukah kita menginjak, meludahi, atau bahkan membakarnya ?&lt;br /&gt;Puaskah batin Anda memusnahkan wujud bunga yang telah mati dengan segala kebengisan ?&lt;br /&gt;Takutkah Anda mencabuti rumput pengganggu yang tumbuh subur, menghijau, baru menunas dari dalam tanah ?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto telah wafat.&lt;br /&gt;Saya mendengar beritanya pukul 13.30 WIB melalui sebuah siaran radio yang mengabarkan bahwa mantan presiden RI, H. Moh. Soeharto telah wafat pada hari minggu 27 januari 2008 pukul 13.10 WIB di RSPP.&lt;br /&gt;Sesaat setelah mendengar berita duka tersebut, saya tak dapat membendung perasaan untuk kemudian menitikkan beberapa bulir air mata yang tak penting. (Suatu hal yang juga pernah saya alami ketika mengetahui berita pesepakbola Maradona saat terjerat kasus doping, musibah gempa jogja, dan peristiwa bom Bali 2). Entah mengapa hati saya larut dalam melankoli, padahal mengenal beliau pun tidak. Saya pun tak pernah bersinggungan dengan beliau. Tak bermasalah, namun juga tak terlalu merasakan nikmat pada masa kejayaannya (masih terlalu muda untuk menyadari, atau karena ketidakpedulian saya pada lingkungan sekitar...?)-- atau malah justru karena itu kah perasaan saya mudah larut dalam suasana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saya turut berduka cita secara mendalam pada Pak Harto...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya ditanya mengapa, &lt;em&gt;I don't know why... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua rasa bisa diungkap secara verbal. Saya hanyalah manusia biasa yang dianugerahi pikir dan perasaan. Saya pun hanya sekedar mengikuti naluri dan nurani. Naluri sebagai mahluk Tuhan yang paling lemah... Dan nurani sebagai manusia yang lebih banyak mengandalkan perasaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada banyak sekali orang seperti saya.&lt;br /&gt;Terbukti dengan upacara pemakaman dan penghormatan terakhir yang padat dan besar-besaran. &lt;em&gt;But I think it's okay, guys&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;Saya menyukai keindahan. Keindahan selalu berdampingan dengan ketenangan, kedamaian, dan kenyamanan --meski tampak paradoks sekali jika sebuah moment kematian diiringi oleh gegap gempita kemewahan yang semarak. Sebagai manusia yang berbudaya (sekaligus beradab...), menghormati kematian dengan cara yang indah adalah lebih baik ketimbang menanggapinya dengan umpatan, sumpah serapah, dan hati beku yang membatu. Jikalau prosesi kematian Soeharto dibuat sedemikian mewah, itu adalah hak dan kebebasan orang-orang yang 'memperingati'nya, sepanjang tidak ada paksaan dan merugikan pihak lain. (Jika tak berimbas secara negatif pada Anda, mengapa musti sewot ? Merasa iri-kah...? )Mengekspresikan rasa adalah hak asasi setiap mahluk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya juga melihat dan mendengar dari beberapa milis, blog, dan beberapa media yang justru masih 'keukeuh' menghujati dan mencemooh Soeharto. Mereka menanggapi kematian Soeharto sebagai bahan anekdot yang satir dan miris.&lt;br /&gt;Sampai-sampai saya berpikir, sebegitu benci-kah mereka dengan Soeharto ?&lt;br /&gt;Sebegitu sakit hati-kah mereka dengan Soeharto ?&lt;br /&gt;Apakah segala keburukan dan kebobrokan Soeharto di masa silam telah menjadi borok bernanah bagi para penderita diabetes ?&lt;br /&gt;Sampai-sampai tak ada rasa maklum, simpati, &lt;em&gt;respect&lt;/em&gt;, apalagi maaf....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, semenjak Soeharto masuk rumah sakit dan melewati masa krisisnya, saya sudah merasa prihatin dengan beliau. Seorang laki-laki penuh kuasa dan berjaya lama itu telah lanjut usia. Berjalan pun tak lagi setegap dulu. Bernafas pun memerlukan bantuan selang. Apalagi untuk melihat televisi dan media cetak sekedar mengikuti perkembangan bangsa... &lt;em&gt;He's almost dying!!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Namun ironisnya, banyak sekali orang sibuk diluar sana. Sibuk mempersiapkan demo menuntut Soeharto atas praktek KKN. Beberapa ada yang begitu berapi-api menguliti kebobrokan Soeharto dan merasuki jiwa-jiwa kosong yang masih sedang memilih arah. Beberapa, dengan penuh percaya diri, meramalkan kematian Soeharto pada hari jumat. Bahkan ada yang telah mengibarkan bendera setengah tiang, padahal Soeharto masih bernafas dengan terbata-bata.&lt;br /&gt;Sebenarnya, siapakah mereka-mereka ini ???? dan mengapa mereka-mereka ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, mereka yang menaruh kebencian mendalam dan dendam kesumat pada Pak Harto adalah orang-orang yang pernah bersinggungan langsung dengan beliau. Mereka adalah korban langsung kekejaman Soeharto di masa silam. Mereka tak pernah mengenal Soeharto, apalagi mereguk buah nikmat dari kepemimpinannya. namun sekalinya bersinggungan malah terpukul masalah yang runyam dan berakibat fatal.&lt;br /&gt;Mungkin mereka adalah keluarga dekat korban pembantaian rezim Soeharto.&lt;br /&gt;Mungkin mereka adalah para tahanan politik yang disiksa tak manusiawi. Dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain.&lt;br /&gt;Yah...wajar saja, dan mungkin juga bisa dimaklumi...Manusia terlalu lemah untuk meredam kebencian dan dendam di hati mereka.&lt;br /&gt;Saya pun juga demikian...masih menyimpan kebencian yang prinsipil pada beberapa orang yang telah menyakiti saya... (secara prinsipil pula...)&lt;br /&gt;Namun ketika orang yang teramat kita benci telah mati, apakah kita masih akan terus menghujam kesalahan-kesalahannya, menuntut dan mengadilinya ?&lt;br /&gt;Ah...lucu juga, ya... jika kita masih merasa kepanasan oleh urusan duniawi yang menuntut pertanggungjawaban, sedang orang yang kita tuntut, kita hujat, dan kita maki, sudah beranjak ke dunia akherat.&lt;br /&gt;Alangkah bertepuk sebelah tangannya, kita!!!&lt;br /&gt;Mengapa tak bisa ikhlas melepas kepergiannya ? Mengapa masih terus mengulik luka seseorang yang tak lagi berada di dunia kita ? Manfaat apa yang diperoleh ? Hanya sekedar kepuasan batin kah ?&lt;br /&gt;Barulah kita menyadari, mencoba berbesar hati adalah hal terberat bagi manusia lemah...&lt;br /&gt;Atau karena terlalu sok untuk bisa mengungguli Tuhan yang punya perhitungan sendiri...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan golongan lain yang mengembangkan kebencian berspora adalah golongan yang tak jelas. Saya sebut demikian karena saya sendiri tak bisa mendefinisikan mereka, yang jelas bukan termasuk golongan yang pertama saya sebut.&lt;br /&gt;Mereka adalah jiwa-jiwa kosong yang sibuk menentukan arah dan orientasi. Mereka adalah jiwa-jiwa bimbang yang merasa lebih prestigius dengan memilih sikap, -- antara membenci dan menyanjung -- dalam konteks ini, mereka merasa menjadi lebih idealis dengan jalan mengerutkan kening pada Soeharto. Mereka bukan siapa-siapa yang pernah bersinggungan langsung terkait masalah Soeharto. Kalaupun tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan karena ulah Soeharto, itu pun hanya sekedar imbas tak langsung yang mereka rasakan karena telah berpikir secara keras dan -- mereka anggap kritis.&lt;br /&gt;dan satu lagi... mereka tak memiliki empati, mengandaikan diri jika berada pada posisi Soeharto di masa kejayaannya... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seklaipun tak pernah terbersit imajinasi dalam khayali mereka, bahkan seorang yang selalu bersikap bijaksana dan idealis pun akan banyak menimbang-nimbang jika dihadapkan pada setumpuk harta yang menyilaukan!&lt;br /&gt;Eh, bukan berarti saya menghalalkan ulah Soeharto, lho... Tapi itu manusiawi &lt;em&gt;man&lt;/em&gt;... Kalau kebaikan melulu, berarti malaikati...kalau keburukan melulu, berarti setani... Betul, nggak ?&lt;br /&gt;Dan mereka yang termasuk dalam golongan kedua ini adalah orang-orang yang mudah untuk dipengaruhi. Gampang terprovokasi (apalagi yang memprovokasi adalah pihak dari golongan pertama...). Jiwa mereka yang muda dan semangat mereka yang terbakar lebih senang dengan huru hara dan keriuhan yang membahana. Mereka merasa gagah dengan bara yang menyala. Mereka bicara dengan sangat lancar dan berapi-api ketika menguliti kebobrokan dan kebengisan Soeharto. Namun kata-kata yang mereka luncurkan tak lebih dari berbagai kutipan dari sekian orang atau orang kesekian, dari pemikiran mereka yang instan namun dianggap kritis, dan pengetahuan dari bukti-bukti terpapar yang enggan mereka telusuri asal muasal dan sebab musababnya. Mereka masih terlalu muda untuk memiliki orientasi yang didasarkan dari hati nurani mereka sendiri. Hati mereka telah tersingkir, mendekam di suatu relung tersembunyi, hingga dianggap tak lagi ada. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa mereka sadari, mereka membuka kran kemudahan untuk ditunggangi dengan oknum-oknum yang ingin berperan dengan rakus dan tamak. -- Tapi para 'kuda tunggangan' itu tak tahu apapun selain jalan lurus dihadapannya... --&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda ?&lt;br /&gt;Apakah Anda adalah seorang berakhlak mulia, bermoral tinggi, berbudi pekerti, yang masuk pada golongan kedua ?&lt;br /&gt;Apakah Anda adalah seorang hakim alam dan semestanya, sehingga yakin 100% bahwa penilaian Anda yang buruk dan tak manusiawi adalah penilaian yang paling sah, benar dan pantas...?&lt;br /&gt;Pasti kali ini Tuhan terlalu banyak menganggur, karena wewenangnya sudah banyak yang diambil alih... Mengapa Anda tak melamar menjadi Tuhan saya saja... ? hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan adalah hal tersulit, apalagi lukanya sudah tak terobati...&lt;br /&gt;Namun seorang yang kita anggap jahat dan nista pun belum tentu memiliki ukuran yang sama menurut penilaian Tuhan.&lt;br /&gt;Jadi, mengapa harus berkata, "oh... dia pasti disiksa habis-habisan di neraka...".&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah mengintip catatan Tuhan, sehingga tahu dan yakin betul apa yang bakal terjadi di akhirat ? Wah... Anda bahkan jauh lebih hebat dari Tuhan, lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, orang berkata demikian adalah orang yang &lt;em&gt;'do nothing or unable doing thing'&lt;/em&gt; di dunianya untuk memuaskan nafsu sakit hatinya.&lt;br /&gt;Namun bagi mereka yang punya sedikit nyali, akan lebih suka beragitasi menuntut dan menuntut kakek-kakek yang sudah tak berdaya.&lt;br /&gt;Apakah kakek Soeharto harus dipenjara atau disiksa di dalam sel untuk memuaskan hati mereka ? Apakah mereka penganut mashokisme...? Apa yang diharapkan dari fisik Soeharto yang tak lagi berdaya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;What's next ? How's then ?&lt;/em&gt; Apakah ada guna...?&lt;br /&gt;(Ada! Untuk memberi contoh bagi generasi selanjutnya, jika tak ingin diperlakukan seperti Soeharto, jangan melakukan penyelewengan dan penindasan! -- Ah, masyarakat kita sudah terlalu bebal untuk memperbaiki diri hanya dengan melihat contoh...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya mendukung jika masalah perdata Soeharto ditindaklanjuti -- SEPANJANG ADA YANG MEMPERTANGGUNGJAWABKAN -- dan membawa manfaat kedepan bagi generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;Saya setuju, jika pertanggungjawaban perdata yang diberlakukan, salah satunya adalah dengan mengembalikan yang seharusnya menjadi hak negara dan rakyat, sepanjang hal itu masih bisa dilakukan. Apalagi sebagai negara dunia ketiga, perhitungan materi masih dianggap sebagai hal yang sensitif...&lt;br /&gt;Menurut pandangan saya, penjara bukanlah solusi yang tepat. Tommy sudah familiar dengan jeruji sel. Memenjarakan Amrozi sekian lama takkan membuatnya menjadi berpihak pada pemerintah. Penyiksaan fisik hanyalah manifestasi kepuasan hati kita yang kelam.&lt;br /&gt;Mengapa tak mencari solusi yang lebih bermanfaat ke depan ? Mengapa selalu melihat ke belakang ?&lt;br /&gt;Mengapa masih ribut mempermasalahkan Soeharto ?&lt;br /&gt;Apakah hal itu dianggap lebih asyik dan menggairahkan ketimbang mengantisipasi berjamurnya para koruptor baru yang bahkan lebih tamak dan culas ketimbang Soeharto ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto, baik atau buruk, tetaplah menduduki tempat sebagai orang besar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;He's a great man!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di Indonesia, bahkan sejarah dunia pun mungkin sudah menorehkan namanya.&lt;br /&gt;Seperti layaknya Hitler, Stalin, Mao Ze Dong, Naro, atau Julius Caesar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Someday you'll realize the proud of being part of Soeharto's Era... Whether it's worst or good...&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-9186991704299965606?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/9186991704299965606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=9186991704299965606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/9186991704299965606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/9186991704299965606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/01/soeharto-mengapa-kontroversi.html' title='Soeharto... Mengapa Kontroversi ?'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R58GANuMcOI/AAAAAAAAARE/xxzihyU-CgY/s72-c/Soeharto.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-4708318162209850976</id><published>2008-01-28T12:48:00.002+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:07.797+08:00</updated><title type='text'>Resensi Novel : NORA -- Putu Wijaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R51v9duMcNI/AAAAAAAAAQ8/EbeAoqfoil4/s1600-h/Nora.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160403849777541330" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R51v9duMcNI/AAAAAAAAAQ8/EbeAoqfoil4/s200/Nora.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NORA&lt;/strong&gt;. Judul sebuah novel terbaru Putu Wijaya yang ditulis besar-besar di halaman sampul. Bacaan khusus dewasa terbitan Kompas, november 2007 ini adalah bagian pertama dari Tretralogi Dangdut. Artinya, akan menyusul 3 novel lagi untuk melengkapi keseluruhan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berjudul Nora, tokoh utama dalam novel ini adalah Mala, pria bujang usia matang yang menjabat sebagai pemimpin redaksi sebuah media ternama ibu kota. Nora hanyalah tokoh yang dianggap dekorasi unik, segar, dan menggelikan -- yang justru membuat keseluruhan cerita menjadi lebih menarik dan &lt;em&gt;addicted&lt;/em&gt; untuk terus dibaca hingga tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mala. Seorang pemred sebuah media ternama, tak diragukan lagi kapasitas intelektual dan level prestige nya. Namun ternyata ia terjebak dalam sebuah situasi konyol, hingga akhirnya mengawini Nora -- tetangganya yang norak, tidak terpelajar, dan kampungan. Mulanya Mala menganggap keputusan tersebut adalah sebuah tantangan baru. Namun seiring waktu ia merenda kisah kehidupan perkawinannya dengan Nora, Mala akhirnya menyadari bahwa ia telah tercebur dalam kerumitan dan kekonyolan yang tiada habis.&lt;br /&gt;Di sisi lain, jalinan persahabatannya yang erat dengan Adam dan Dori sang selebritis justru menyeretnya dalam kasus pelik yang bersinggungan dengan masalah politik dan praktek suap. Dan masalah itu semakin runyam ketika Dori menjadi korban pembunuhan sadis, dan Adam berubah menjadi lawan yang mengancam.&lt;br /&gt;Namun ending novel ini masih belum memuaskan pembaca. Putu Wijaya justru meletakkan &lt;em&gt;peak&lt;/em&gt; pada bagian terakhir, dengan harapan pembaca tak melewatkan bagian selanjutnya serial Tetralogi Dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membuka halaman awal, kita akan dibuat bersemangat, kocak, dan 'saru tapi asyik', sejak Putu Wijaya menyuguhkan kisah Nora yang menjadi shock berat setelah melihat 'benda asing' milik Mala yang &lt;em&gt;besar, hitam, dan panjang...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kemudian cerita bergulir pada proses pernikahan Mala dan Nora yang penuh rekayasa, dan perjalanan kehidupan perkawinan mereka yang konyol. Mala menjadi jengkel dengan ulah keluarga Nora yang terang-terangan memanfaatkan dirinya. Ironisnya, mereka tak pernah menganggap 'eksistensi' Mala sebagai bagian dari keluarga mereka. Tanpa merasa berdosa, mereka justru merayu Nora untuk kawin lagi, dan meminta Mala untuk membiayai perkawinan Nora - istrinya, dengan laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nora adalah seorang gadis kampung yang konyol dan sulit untuk ditebak. Bahkan karakter dan tingkah lakunya cenderung absurd, meski menggelikan. Tak mengherankan jika Anda sampai berpikir, 'apa ya ada orang seperti Nora di dunia nyata ?'. Namun itulah kekuatan dunia fiksi, mengalir begitu saja tanpa adanya batasan-batasan yang mengungkung. Nora selalu hadir dalam bagian-bagian yang penuh kejutan. Ia membuat segar dan menghibur. Bayangkan sosok Nora nekat menjadi penumpang gelap dalam sebuah ketera ekonomi, padahal dia sendiri tak mengetahui hendak pergi kemana. Imajinasikan sosok Nora yang begitu inosen dan tanpa beban ketika meminta ijin Mala untuk pergi buat kawin lagi. Nora selalu bergulir dalam kesederhanaan dan kepolosannya, yang pada akhirnya membuat Mala lambat laun menyadari bahwa ia memang telah benar-benar jatuh cinta dan menyayangi Nora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi novel ini pun cukup menegangkan dengan serentetan kasus 'seram' dan intrik-intrik yang bergejolak. Namun akan menjadi terasa membosankan, karena Putu Wijaya banyak beropini, menuangkan gagasan, pemikiran, dan pandangan idealnya, sehingga terkesan monolog. Seperti layaknya para politisi yang berpidato di depan kadernya, agamawan yang berkhotbah di mimbar peribadatan, pun Putu Wijaya dalam karyanya. Ia banyak menggulirkan pandangannya mengenai peran wanita, peran manusia dalam kemajuan jaman, demokrasi, kekuasaan, identitas dan kritik sosial, dan lain sebagainya. -- Berkat Nora, novel ini terasa lebih segar dan menarik, salah satunya sebagai bacaan yang menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, novel ini cukup layak menjadi rekomendasi untuk menghabiskan weekend yang tenang! Happy nice reading!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-4708318162209850976?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/4708318162209850976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=4708318162209850976' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4708318162209850976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4708318162209850976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/01/resensi-novel-nora-putu-wijaya.html' title='Resensi Novel : NORA -- Putu Wijaya'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R51v9duMcNI/AAAAAAAAAQ8/EbeAoqfoil4/s72-c/Nora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2852661143524875474</id><published>2008-01-09T12:44:00.001+08:00</published><updated>2008-04-21T20:07:43.937+08:00</updated><title type='text'>Intermezzo -- PASAR HARGA DIRI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Kalau gue sampai melakukan hal itu, mau ditaruh dimana harga diri gue???"&lt;br /&gt;"Jangan sampai harga diri loe terinjak-injak deh..."&lt;br /&gt;"Dasar manusia tak punya harga diri!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang berapa sich, harga diri loe ? Bisa gak, gue beli..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan kalimat diatas tampaknya cukup akrab dalam keseharian kita...&lt;br /&gt;Apalagi bagi orang yang katanya mengaku sebagai mahluk sosial...(suka banget sich, mendengung-dengungkan hal semacam itu...)&lt;br /&gt;Semakin sering didengungkan, semakin saya bertanya-tanya dalam hati (hingga akhirnya saya beranikan untuk menuliskan kegelisahan saya dalam blog ini).&lt;br /&gt;Kenapa orang sering ambil pusing dengan 'harga diri' ?&lt;br /&gt;Apa sich, harga diri itu... ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, secara harafiah, harga adalah 'kisaran nilai' untuk sesuatu.&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan sebagai 'penilaian subjektif seseorang tentang dirinya sebagai positif atau negatif'. Dengan kata lain, ia bermakna bagaimana anda memandang diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya sangat memperhatikan 'harga diri'. Saya senantiasa sibuk dan bingung, bagaimana menempatkan harga diri dimata orang lain... (aduh... bagaimana caranya, supaya orang gak nganggep gue seperti itu... supaya gak ngatain gue kayak begitu...) dan ternyata... capekkk benarrr, bo'!!!&lt;br /&gt;Hanya demi meningkatkan 'harga diri', ampe musti rela merubah semua 'trade-mark' yang sebenarnya sudah jadi image kita... Rela untuk pada akhirnya tidak menjadi 'diri sendiri'! (Demi supaya bisa hidup dan diterima dengan layak di bumi ini.... --padahal bumi ini sebenarnya milik siapa sehhhhhh!!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang saya dapat???&lt;br /&gt;Mungkin saya bersikap terlalu berlebihan, sehingga harapan yang saya idamkan tidak terpenuhi. -- &lt;em&gt;high target, high expectation&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;Dan jujur saja, semakin lama saya semakin sadar, ternyata yang ada, saya malah menuai kerugian... (maksudnya tentu saja kerugian immateriil...eh, kerugian materiil juga dink...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal... Tuhan tak pernah meributkan harga diri manusia...(ha... kenapa musti dihargai??? wong diambil gratis aja bisa...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu hanyalah kesombongan manusia yang merasa memiliki segenggam kelebihan, keahlian, kemampuan, dan ke ke yang lain yang membuat mereka menjadi kaumnya hitler -- kan demikian, ya ????&lt;br /&gt;Ah...bagaimana kalau punya sekarung kelebihan ????&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan bakal marah karena merasa terancam kedudukannya dengan manusia yang ingin menggeser dan menggantikan posisiNya...&lt;br /&gt;Manusia saat ini cenderung sibuk 'menghargai' tiap-tiap hal dalam kehidupan. Molai dari sembako, rumah, karya, kerja, sampai manusia itu sendiri -- &lt;em&gt;tracking lagi marak bo'....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semakin berharga tinggi, semakin bangga lah mereka...&lt;br /&gt;Termasuk mental dan akhlak pun.... juga dihargai, kan ? (&lt;em&gt;dasar manusia tak punya harga diri!!!!&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Pada akhirnya, demi mengangkat 'harga diri', manusia semakin gencar mengadakan pemalsuan!!! -PEMALSUAN DIRI-&lt;br /&gt;Jadi rancu deh, mana harga diri yang aseli, mana harga diri yang dibuat-buat...&lt;br /&gt;Contohnya...bersikap palsu di mata orang lain (kan supaya harganya jadi naik...!)-- lupa diri, padahal ada yang Maha Mengetahui...--&lt;br /&gt;Semakin keasyikan dengan harga diri, semakin subyektif lah skala harga diri tersebut. Saya analogikan, seperti halnya perbedaan harga kacang di pasar sayur dan supermarket HERO...&lt;br /&gt;Skala harga diri seorang pejabat DPR sangat berbeda dengan skala harga diri seorang kuli bangunan...&lt;br /&gt;Di kalangan social pejabat, memakai sandal jepit dan kaos oblong dianggap tak punya harga diri...&lt;br /&gt;Di kalangan elit politik, money politic dalam pemilihan ketua partai dianggap 'sah-sah' saja...&lt;br /&gt;Di kalangan pendidik, seorang kepala sekolah yang kerja paruh waktu jadi pemulung di TPA dianggap bagaimana...?&lt;br /&gt;Di kalangan lokalisasi, perempuan yang menggaet suami orang dianggap bagaimana...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah....sibuk sekali mengatai orang lain...men-cap orang lain...me'nyebut' orang lain...&lt;br /&gt;Dan karena tak ingin keduluan, akhirnya... cukup lah, menilai dan menghargai sesuatu dengan hanya dilihat dari permukaannya saja... -- jadi apriori dehhhhh....--&lt;br /&gt;Itulah mengapa MANUSIA DIANGGAP SOKKKK TAHUUUUUUU!!!!!!&lt;br /&gt;Lupa diri...padahal ada yang Maha Mengetahui....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang tak punya harga diri tak pantas hidup di dunia ini ?&lt;br /&gt;--ho..ho...urusan hidup dan mati kan urusan Tuhan, jadi bukan itu masalahnya...--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang tak punya harga diri tak pantas di'gauli ?&lt;br /&gt;--resiko dia donk...sebagai mahluk sosial, memang hukumnya wajib memperhatikan harga diri--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang tak punya harga diri tak pantas dihormati ?&lt;br /&gt;--hanya orang gila yang mau menghormati kecoak di wc yang tertimbun oleh kotoran yang sudah mengerak...--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupa diri, padahal ada yang yang Maha Berkuasa atas segalanya....ada yang Maha Mampu Merubah seekor kecoak menjadi segenggam berlian...ada yang Maha Mampu Merubah seekor merak menjadi kutu busuk di kasur kapuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhh.... repotnya jadi manusia 'berharga diri tinggi'....&lt;br /&gt;Atau...ada yang berminat untuk menjadi manusia yang 'tak punya harga diri' dan anti sosialis ???? hehehehe.....&lt;br /&gt;Seperti saya yang kini tak peduli pada hal remeh temeh seperti itu...&lt;br /&gt;Berkarya adalah hal yang jauh lebih baik ketimbang sibuk mengatur dan menata harga diri supaya kelihatan tinggi di mata orang lain.&lt;br /&gt;Dan yang terpenting, Tuhan Maha Tahu.... dan Maha Pengasih, bung...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2852661143524875474?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2852661143524875474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2852661143524875474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2852661143524875474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2852661143524875474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/01/intermezzo-pasar-harga-diri.html' title='Intermezzo -- PASAR HARGA DIRI'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3403926886582055303</id><published>2008-01-04T14:18:00.002+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:09.128+08:00</updated><title type='text'>Intermezzo -- Cleaning service yang Ganteng....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151503627044239762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RQUUbuZI/AAAAAAAAAPM/G0DlSgidtzU/s320/1.jpg" border="0" /&gt;Pada suatu kali, saya berniat hendak mampir ke mall Kalibata dalam perjalanan pulang ke Bogor. Pengen beli J.Co buat keponakan....&lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari libur nasional (entah hari apa, saya lupa....).&lt;br /&gt;Saya tiba di Kalibata Mall pada pukul 11.00 siang. Tapi sungguh tak dinyana, ternyata Mall Kalibata masih tutup.&lt;br /&gt;Meski demikian, banyak sekali orang yang sudah menunggu di depan pintu gerbang. Beberapa gadis ABG duduk di tangga lantai sekedar bercengkrama dan bercanda. Beberapa ibu sibuk mengawasi anak-anaknya yang berlarian di teras kesana kemari. Beberapa lagi hanya diam&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RZkUbuaI/AAAAAAAAAPU/L_KTUxvuqEA/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151503785958029730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RZkUbuaI/AAAAAAAAAPU/L_KTUxvuqEA/s200/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; termenung, menunggu diantara sabar dan tak sabar (salah satunya adalah saya sendiri....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat, beberapa petugas cleaning service tampak sibuk dengan tugasnya. Ada beberapa yang sibuk di dalam mall (saya dapat melihatnya melalui tembok kaca mall) dan ada pula yang kebagian bersih-bersih di bagian depan teras mall.&lt;br /&gt;Karena tak ada kerjaan, saya amati apapun yang melintas di depan saya, termasuk... &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RkkUbubI/AAAAAAAAAPc/tDpBz-mzpAc/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151503974936590770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RkkUbubI/AAAAAAAAAPc/tDpBz-mzpAc/s200/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups... Lha kok ada cleaning service lumayan cakep ya....&lt;br /&gt;Hehehe…. Sebenarnya cakep itu relatif… tapi menurut saya, cleaning service yang ada di depan saya itu tergolong lumayan karena saya pikir, wajah-wajah seperti dia kok tidak pantas ya, jadi cleaning service….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawakan dan posturnya tak seberapa tinggi (bahkan mungkin lebih pendek ketimbang saya…--eh, saya kan termasuk tinggi, ya…hehehe). Badann&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33Rr0UbucI/AAAAAAAAAPk/hgeJaDtJt5k/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151504099490642370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33Rr0UbucI/AAAAAAAAAPk/hgeJaDtJt5k/s200/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ya tak seberapa berisi, malah cenderung kurus. Kulitnya bersih, pakaian yang dikenakan pun tak norak… (apa cleaning service musti norak yaa….) Ia mengenakan celana panjang kargo kolor warna coklat muda dengan atasan T shirt putih. Di saku belakang tergantung beberapa temali atau entah apa, saya tak begitu jelas, mungkin seperti pengait dompet. Yang jelas... dia nggak pake seragam resmi. Sandal yang dikenakan pun sandal cowok warna hitam, kelihatannya dari bahan kulit.&lt;br /&gt;Saya menyimpulkan kalau dia adalah cleaning service karena sedari tadi saya melihatnya sibuk mengepel lantai, mengelap kaca, dan membawa timba...&lt;br /&gt;Sewaktu dia mengepel lantai di dekat saya, iseng saya tanya, ”mas, mall bukanya jam berapa, ya?”&lt;br /&gt;Dia sempat menjawab sekilas. Namun entah menjawab apa, kuping saya kurang jelas menangkap suaranya yang lirih. (atau memang saya yang budheg ya...kebiasaan de&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SW0UbuhI/AAAAAAAAAQM/eaRGxzs9AL0/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151504838225017362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SW0UbuhI/AAAAAAAAAQM/eaRGxzs9AL0/s200/9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ngerin musik yang kacau balau, siiiiichhh... hehehe...)&lt;br /&gt;Semakin saya mengamatinya, semakin banyak dugaan dan pemikiran yang berloncatan di benak saya... Apa ya mungkin dia benar-benar seorang cleaning service...??? Ah...mungkin dia adalah seorang kaya yang sedang menyamar (bak Satriya dalam sinetron Indonesia ’Cahaya’), atau mahasiswa yang sedang magang... atau pekerja yang sedang mengambil part time tambahan... (????)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar melihat fisik dan penampilan lahiriah, segala penilaian tentang sosok seseorang mudah terbentuk... Fisik yang bagus, pasti orangnya juga bagus... Fisik yang buruk, pasti orangnya juga buruk....&lt;br /&gt;Semacam budaya negeri kita atau karakter manusia se-jagat raya...?&lt;br /&gt;Tak bisa disangkal, penampilan seringkali menjadi cerminan dari inner karakter seseorang. (Bahkan paranormal pun bisa meramal watak seseorang dilihat dari besarnya hidung atau tipisnya bibir...).&lt;br /&gt;“Variation in the physical appearance of humans is believed by anthropologists an important factor in the development of personality ands social relation in particular physical attractiveness” – wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salesgirl atau SPG dengan pakaian seronok dan make up mencolok yang berdiri di sebelah tangga eskalator mall yang tergolong elit di kota besar acapkali memilih-&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SJEUbufI/AAAAAAAAAP8/nwUVg-B8znk/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151504602001816050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SJEUbufI/AAAAAAAAAP8/nwUVg-B8znk/s200/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;milih orang yang dianggap sebagai prospeknya. Jika penampilannya necis dan glamor, berbagai penawaran dan sikap manis penuh kepalsuan menghujani bertubi-tubi. Namun apa yang terjadi jika yang lewat hanya seseorang yang kelihatan ’kere’ dengan sandal usang yang nyaris jebol, kemeja lusuh yang warnanya sudah pudar, dengan muka mengkilap berkeringat...????&lt;br /&gt;Boro-boro di’senyumin’... mereka malah bersikap seolah tak pernah melihat.... (eh, padahal bisa jadi tas ransel yang keberatan itu berisi segepok duit yang bikin ngiler lho....)&lt;br /&gt;Perlukah kita menghujat sikap para SPG tersebut...?&lt;br /&gt;Tapi, sampaikah kita pada pemikiran; mereka pun dikejar target, sehingga harus pintar memilih-milih orang. Bukannya naif, tapi kenyataan kerap kali membuktikan, penampilan yang ’wah’, berisi duit dan kekayaan yang ’wah’ pula... – kalau semua disapa ramah, itu namanya buang-buang energi... garing tar giginya, kebanyakan senyum...—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda dengan gaya rambut mohawk, tato seluruh badan, piercing di telinga hidung, alis, hingga lidah, jaket belel, celana yang robek disana sini -- acapkali dianggap sebagai orang 'nggak bener'... pemuda urakan... sampah masyarakat...&lt;br /&gt;Namun adakah yang tahu bahwa seorang ustad tega memperkosa santrinya... seorang lulusan sekolah agama justru jauh dari perbuatan religius meski tiap hari beragitasi ngotot tentang pentingnya kesadaran masyarakat untuk beriman... seorang yang pintar hingga lulus S3 mengenakan setelan Hugo Boss dan dasi satin dari Arm&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SP0UbugI/AAAAAAAAAQE/QEF3Ee2Pp0U/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151504717965933058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SP0UbugI/AAAAAAAAAQE/QEF3Ee2Pp0U/s200/8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ani melakukan korupsi disana sini...??? Seorang wanita yang tampil mempesona dengan gaun mentereng koleksi Louis Vuitton dengan menjinjing tas Hermes dan perhiasan mentereng menggantung dimana-mana, hingga ia terlihat kasat mata sebagai sosok yang teramat terhormat, ternyata hanyalah seorang wanita simpanan pejabat yang 'konon mewakili rakyat'... Atau... gadis alim berjilbab dengan baju gamisnya yang kedodoran, membawa Al Quran kemana-mana... ternyata serumah dengan pacar barunya, dan baru saja melakukan aborsi dengan alasan menghindar dari tanggung jawab... What a mess!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup serasa terdengar lebih keras kah ???&lt;br /&gt;Yang teratas lah yang mendapat prioritas... Yang mentereng yang dihormati... Yang terhormat yang disegani....&lt;br /&gt;Yang kere.... ah, anggap saja sekedar numpang....&lt;br /&gt;Numpang hidup maksudnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sudah terlanjur mengklasifikasikan kedudukan dan kehormatan manusia berdasarkan penampakan (bukan penampakan hantu jeruk purut lho...)&lt;br /&gt;Karena hidup sudah ditakdirkan bergelimang kompitisi... persaingan disana sini... Tak lagi peduli aturan yang sebenarnya seperti apa... Semakin lama yang dipercaya hanyalah, ”siapa yang sampai diatas, itulah yang dilihat!!!”&lt;br /&gt;Akibatnya, manusia menjadi semakin tak peduli dan membabi buta, melakukan segala cara untuk sekedar dapat ’dilihat’.&lt;br /&gt;Tentunya 'dilihat' oleh manusia yang lainnya, dong..... (karena yang nampak di depan hidung mereka adalah wujud manusia-manusia lainnya – yang ternyata juga memiliki sifat dan sikap yang sama dengan dirinya; bersaing, menghujat, mendamba, atau membicarakan...)&lt;br /&gt;Wujud yang lain..... Siapa peduli ??? – tak kelihatan kok....&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SCUUbueI/AAAAAAAAAP0/e4YRk5F7OH4/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151504486037699042" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33SCUUbueI/AAAAAAAAAP0/e4YRk5F7OH4/s200/6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aturan Yang Membuat Hidup.... Pandangan Tuhan itu sendiri..... (apa ya iya, Tuhan juga mengklasifikasikan manusia berdasarkan appearance atau penampilan.... Padahal ada yang bilang, takdir ada di tangan Tuhan... rejeki dan kesialan sudah digariskan.... Jika manusia hidup miskin atau berlimpah harta, siapa yang membuatnya...? Jika memang demikian, betapa sepele nya urusan Tuhan...)dianggap urusan belakangan... waktu untuk di akherat masih lama...tak perlu dibahas... Lagipula...terlalu abstrak untuk dibicarakan...apalagi diaplikasikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Tuhan tidak lah demikian.... (Benarkah demikian, O Tuhan ???)&lt;br /&gt;Manusia lah yang bikin hidup jadi sedemikian keras....&lt;br /&gt;Atau alam raya yang bikin hidup semakin panas...??? Tanyakan resepnya pada Al Gore donk, hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selama setengah jam (dan terutama karena merasa tak sabar lagi), akhirnya saya berniat untuk melanjutkan perjalanan menuju Bogor.... visiting my niece n nephew...without bringing anything...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3403926886582055303?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3403926886582055303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3403926886582055303' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3403926886582055303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3403926886582055303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2008/01/cleaning-service-yang-ganteng.html' title='Intermezzo -- Cleaning service yang Ganteng....'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R33RQUUbuZI/AAAAAAAAAPM/G0DlSgidtzU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-8364016059619044281</id><published>2007-12-27T17:07:00.001+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:09.688+08:00</updated><title type='text'>BEST TIESTO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NupkUbuWI/AAAAAAAAAO0/EiLI-ysoT2w/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148580459417680226" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NupkUbuWI/AAAAAAAAAO0/EiLI-ysoT2w/s200/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Breda,sebuah kota kecil yang terletak di negeri kincir angin Belanda, Tiesto berhasil menapaki ketenarannya di seluruh penjuru dunia sebagai DJ. Bermacam-macam penghargaan disabetnya. Berawal dari hobi dan kesukaan, akhirnya seorang Tiesto mampu menciptakan musik-musik apik yang digilai para pecinta musik trance di seluruh dunia. ”Waktu saya muda dulu, saya senang mendengarkan acara radio ’the Soul Show’ yang menampilkan Ben Liebrand, seseorang yang mampu me-remix dan memotong track-track musik yang berbeda-beda. Dan saat itu pula, kemudian saya berpikir – Saya juga pasti bisa melakukannya!”&lt;br /&gt;Usaha awalnya bermula dengan mengadakan ’mobile show’ keliling daerah, kemudian mengisi acara-acara ’student party’, hingga akhirnya menjadi DJ tamu di sebuah club selama tiga hari berturut-turut. Saat itu, Tiesto muda banyak belajar untuk semakin menyempurnakan teknik mixing nya. Saking cintanya dengan dunia ’mixing’, Tiesto sempat berandai-andai ”Seandainya saat ini saya tidak menjadi DJ, mungkin saya akan menjadi seorang chef. Saya senang memasak. Dan yang terpenting... dalam memasak itu juga diperlukan ‘mixing element’. Itulah yang saya suka”.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NwO0UbuXI/AAAAAAAAAO8/xX7sieaZrSI/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148582198879435122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NwO0UbuXI/AAAAAAAAAO8/xX7sieaZrSI/s200/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995, Tiesto mulai memberanikan diri untuk memproduksi album. ”Saya membawa beberapa sampel, beberapa program komputer, dan mulai bekerja”. Berkat tangannya yang berbakat, beberapa single nya seperti Traffic, meraih posisi teratas di tangga lagu. Hit remix Deleriumnya, ‘ Silence’ featuring Sarah McLachlan adalah track house pertama yang diputar di radio di Amerika Utara (bahkan menjadi anthem dancefloor club-club internasional dan menduduki top 10 UK chart selama delapan minggu berturut-turut). Yang lebih membanggakan, Tiesto tampil secara life di depan milyaran orang pada saat upacara pembukaan Olimpiade di Athena dengan tajuk ‘Parade of The Athletes’. Sejak saat itu, beberapa penghargaan prestisius menghampirinya dan menetapkannya sebagai best DJ around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjaya dengan aliran trance, tak berarti Tiesto tampil monoton hingga makin lama makin membosankan. Seiring dengan pengalaman dan eksplorasinya yang telah mengunjungi berbagai daerah, kini ia mencoba untuk memasukkan pengaruh luar dan aliran lain dalam musiknya – trance, house techno -, aliran terbaik di lantai dansa club seluruh dunia. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NwZUUbuYI/AAAAAAAAAPE/2XOFjSY03sU/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148582379268061570" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NwZUUbuYI/AAAAAAAAAPE/2XOFjSY03sU/s200/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal desember 2007 lalu, album teranyar Tiesto ’Elements of life’ dinominasikan sebagai peraih award prestisius dalam industri rekaman musik, dan sebuah Grammy pada kategori Best Electronic/Dance. ‘Elements of Life’ dirilis oleh Black Hole recording company, melanjutkan kesuksesannya terdahulu yang telah menjual lebih dari 72000 album di Amerika dan meraih status golden dan platinum di beberapa negara lain di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan yang pernah diperoleh :&lt;br /&gt;Tahun 2005&lt;br /&gt;* 3 FM Award Best Dance Artist&lt;br /&gt;* Release Dance Award Best Trance/Progressive artist&lt;br /&gt;* Release Dance Award Best International DJ&lt;br /&gt;* TMF Belgium Best International DJ&lt;br /&gt;* Dance Music Award Germany Best Trance Artist&lt;br /&gt;* WMC Awards Miami Best Producer&lt;br /&gt;* WMC Awards Miami Best Hi-NRG / Euro track&lt;br /&gt;* WMC Awards Miami The Ortofon Best European DJ 2004&lt;br /&gt;* WMC Awards Miami Best Producer 2004&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Best Dance National&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Radio 538 single of the year&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Lifetime Achievement&lt;br /&gt;* Edison Music Award Best dance album ' Just Be&lt;br /&gt;Tahun 2004&lt;br /&gt;* ID&amp;amp;T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by audience&lt;br /&gt;* Buma/Stemra Sound of Silence Award&lt;br /&gt;* TMF Award Belgium Best International DJ&lt;br /&gt;* World Music Award World's best selling Dutch artist&lt;br /&gt;* Ibiza DJ Award Best International DJ Trance&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Best National DJ&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Best Dance Act National&lt;br /&gt;* DJ Mag Top 100 Number 1 Position&lt;br /&gt;* WMC Awards Miami Best International DJ&lt;br /&gt;Tahun 2003&lt;br /&gt;* World Dancestar Award U.S.A. Best International DJ&lt;br /&gt;* ID&amp;amp;T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by professional jury&lt;br /&gt;* ID&amp;amp;T Dutch DJ Award Best Dutch DJ by audience&lt;br /&gt;* Radio 538 Dance Award Radio 538 Dutch Audience Edison&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Best Dance Act National&lt;br /&gt;* TMF Award Holland Best National DJ&lt;br /&gt;* TMF Award Belgium Best Dance International&lt;br /&gt;* MTV Europe Music Award Best Dutch Act&lt;br /&gt;* BG Magazine Award Best Club/Trance/Hardhouse DJ&lt;br /&gt;* DJ Mag Top 100 Number 1 Position&lt;br /&gt;* Mixmag Award Best Resident Ibiza&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-8364016059619044281?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/8364016059619044281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=8364016059619044281' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/8364016059619044281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/8364016059619044281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/12/best-tiesto.html' title='BEST TIESTO'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/R3NupkUbuWI/AAAAAAAAAO0/EiLI-ysoT2w/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6200934949171691344</id><published>2007-12-11T17:40:00.002+08:00</published><updated>2008-04-21T20:08:18.614+08:00</updated><title type='text'>The Blossoming of Maximo Oliveros -- Jiffest recommended</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Realita kaum pinggiran&lt;br /&gt;Yang lemah selalu kalah&lt;br /&gt;Benar atau salah adakah artinya&lt;br /&gt;Ketika kejahatan ternyata bersemayam di tiap sisi kehidupan &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Blossoming of Maximo Oliveros&lt;/strong&gt;, sebuah film asal filipina keluaran tahun 2005 yang amat menarik ini disutradarai oleh Auraeus Solito. Film apik ini sesungguhnya mengusung gambaran hidup kaum pinggiran yang berjuang di tengah kesulitan yang selalu menghimpit. Namun film ini menjadi terasa lebih segar dengan balutan kisah Maxi (diperankan oleh Nathan Lopez), seorang bocah laki-laki 12 tahun yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan, dan memiliki keluarga yang ternyata berprofesi sebagai maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, tampaknya potret kehidupan Maxi dan keluarganya dipandang sudah lumrah bagi masyarakat kalangan sekitarnya, yang ternyata juga hidup dalam kekurangan, dengan rumah-rumah jorok yang saling berhimpitan dan gang-gang sempit yang selalu ramai dengan anak ingusan berbaju kumal. Keluarga Maxi yang terdiri dari sang ayah – dengan profesi samarannya sebagai penjual hape--, kakak pertamanya Boy, kakak keduanya Bog, dan Maxi sendiri (sang ibu telah almarhumah…), tampak hidup bahagia dan bisa memahami keadaan dengan legowo. Walau hidup di tengah kondisi yang hiruk pikuk, toh mereka ternyata masih menikmati keindahan, kebersamaan, dan esensi dari sebuah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak bungsu, Maxi paling menaruh perhatian dan sibuk dengan aktivitas domestik (lebih dikarenakan ketidaknormalan identitasnya- yang perempuan, tapi laki-laki…); memasak, membersihkan rumah, ataupun mencuci pakaian saudara-saudaranya. Maxi melakukannya dengan senang hati, tanpa merasa keberatan dan penuh rasa cinta.&lt;br /&gt;Namun rasa cinta terhadap keluarganya itu kemudian menjadi terbagi seiring dengan kehadiran Victor, sosok polisi ganteng yang pernah menyelamatkannya dari gangguan para berandal jalanan. Sejenak, Maxi merasakan dan menikmati romantisme hari-harinya bersama Victor. Namun ternyata Victor malah memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengorek keterangan dari Maxi mengenai kasus pembunuhan yang sedang ia tangani. Victor menuduh salah satu anggota keluarga Maxi sebagai otak pembunuhan tersebut.&lt;br /&gt;Maxi dihadapkan pada pilihan yang dilematis. Di satu sisi, keluarganya mulai tak menyukai kedekatan Maxi dengan polisi yang semakin mengubek-ubek kehidupan mereka. Namun disisi lain, Maxi pun tak ingin menjebloskan keluarganya di sel tahanan.&lt;br /&gt;Seiring dengan alur waktu berjalan, Maxi seolah telah mendapat jawaban, apa yang sebaiknya ia lakukan. Maxi yang belia dituntut untuk memahami cerita manusia yang ternyata memiliki karakter yang tumpang tindih, memaknai tiap sisi kehidupan yang ternyata tak melulu sepekat hitam atau seterang putih. Dengan latar belakang kehidupan yang demikian, Maxi justru lebih memahami situasi secara dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film drama berdurasi 100 menit ini terasa tak begitu membosankan karena alur yang mudah diikuti dan dipahami. Meski banyak sekali potret yang teramat menyentuh, namun skenario yang dibuat terasa lebih realistis (tanpa ada kesan hiperbola). Film ini menggambarkan dengan apik bagaimana dalam keluarga maling yang notabene dianggap sebagai laknat masyarakat ternyata masih ada kehangatan sebuah keluarga; Ayah yang memperhatikan anak-anaknya, kakak yang selalu melindungi adiknya --Betapa mereka tak pernah melewatkan acara makan bersama di meja makan yang sederhana! Betapa Bog adalah seorang kakak yang baik dan peduli pada perasaan adiknya yang sedang patah hati karena cinta! Hingga betapa Maxi teramat mencintai keluarganya dengan berusaha melindungi kakaknya Boy yang tengah terlibat kasus pembunuhan! Whew...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia selalu tak pernah puas dengan apapun yang didapat dan diraihnya. Seperti layaknya para pejabat kaya korup yang memiliki kerakusan duniawi dan ketidakpuasan hidup. Argumentasi yang dibuat oleh ayah Maxi seolah merupakan excuse untuk menerima dengan mafhum dasar mereka memilih jalan singkat – pencuri. “Bekerja sebagai buruh pabrik tak akan pernah bisa meningkatkan taraf hidup keluarga. Yang ada adalah semakin kekurangan dan keterpurukan. Kondisi kesehatan semakin memburuk, tapi tak mampu pergi ke rumah sakit dan akhirnya mati sia-sia. Ayah tak ingin kehilangan lagi satu pun dari anggota keluarga kita”. Ungkap ayah Maxi pada anak-anaknya.&lt;br /&gt;Dan ironis sekali, justru ternyata ayah Maxi lah yang terpaksa pergi meninggalkan keluarga – mati ditembak atasan Victor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Victor, sosok polisi yang semula dianggap lebih dewasa dan lebih bijak – ketika mencoba menasehati Maxi untuk selalu melakukan apapun di jalan halal dan atas nama kebajikan – ternyata hanyalah menjadi sebuah paradoks ketika ia dibuat tak berkutik melihat atasannya sendiri membunuh ayah Maxi hanya karena didasari oleh dendam pribadi masa lalu. Bahkan yang lebih ironis, peristiwa itu seolah ditutup begitu saja – mungkin karena hal itu dilakukan oleh atasan kepolisian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala kebenaran dan keadilan diteriakkan dengan sedemikian lantangnya, namun sang pembawa kebenaran justru melakukan kejahatan dengan menunggangi bendera kepolisian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6200934949171691344?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6200934949171691344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6200934949171691344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6200934949171691344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6200934949171691344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/12/blossoming-of-maximo-oliveros-jiffest.html' title='The Blossoming of Maximo Oliveros -- Jiffest recommended'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-732508609934470021</id><published>2007-11-15T11:10:00.000+08:00</published><updated>2007-11-15T11:13:22.559+08:00</updated><title type='text'>Sifat Orang Berdasarkan kentutnya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ORANG YANG MASTER&lt;/strong&gt;, orang yang kalau&lt;br /&gt;kentut, bau kentutnya di jiplak orang&lt;br /&gt;lain ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG YANG TIDAK JUJUR&lt;/strong&gt;, Orang yang kalau&lt;br /&gt;kentut nyalahin orang lain ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG pinter&lt;/strong&gt;, Orang yang menahan&lt;br /&gt;kentutnya berjam-jam ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG YANG BERWAWASAN LUAS&lt;/strong&gt;, Orang yang&lt;br /&gt;tahu kapan harus kentut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG SENGSARA&lt;/strong&gt;, Orang yang mau kentut&lt;br /&gt;tapi nggak bisa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG MISTERIUS&lt;/strong&gt;, Orang yang kalo kentut,&lt;br /&gt;orang laen nggak tau ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG GUGUP&lt;/strong&gt;, Orang yang tiba tiba&lt;br /&gt;menahan kentut nya saat kentut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG PEDE&lt;/strong&gt;, Orang yang ngira kalo&lt;br /&gt;kentutnya wangi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG SADIS&lt;/strong&gt;, Orang yang kalo abis&lt;br /&gt;kentut, kentutnya di kibaskan ke orang&lt;br /&gt;laen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG PEMALU&lt;/strong&gt;, Orangyang kalo kentut&lt;br /&gt;nggak bunyi, tapi malu sendiri ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG STRATEGIS&lt;/strong&gt;, Orang yang&lt;br /&gt;menyembunyikan kentutnya dengan tertawa&lt;br /&gt;terbahak-bahak ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG pinter&lt;/strong&gt;, Orang yang habis kentut,&lt;br /&gt;menghirup nafas untuk mengganti&lt;br /&gt;kentutnya yang keluar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG PELIT&lt;/strong&gt;, Orang yang kalo kentut&lt;br /&gt;dikit-dikit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG SOMBONG&lt;/strong&gt;, Orang yang sering mencium&lt;br /&gt;kentutnya sendiri ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG RAMAH&lt;/strong&gt;, Orang yang senang mencium&lt;br /&gt;kentut orang lain ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG TIDAK SENANG BERGAUL&lt;/strong&gt;, Orang yang&lt;br /&gt;kalo kentut sembunyi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG AKUATIK&lt;/strong&gt;, Orang yang suka kentut di&lt;br /&gt;dalam air ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG MESUM&lt;/strong&gt;, Orang yang kalau kentut&lt;br /&gt;pakai desahan hot ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG ATLETIS&lt;/strong&gt;, Orang yang kalo kentut&lt;br /&gt;sambil mengeluarkan tenaga dalam ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG JUJUR&lt;/strong&gt;, Orang yang ngaku kalo habis&lt;br /&gt;kentut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG PINTER&lt;/strong&gt;, Orang yang bisa menandakan&lt;br /&gt;bau kentut orang lain ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG SIAL&lt;/strong&gt;, Orang lain yang kentut tapi&lt;br /&gt;selalu dia yang kena ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG MUSIK&lt;/strong&gt;, Orang yang kentutnya&lt;br /&gt;berirama dangdut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG INTERNET&lt;/strong&gt;, Orang yang bunyi&lt;br /&gt;kentutnya seperti bunyi modem ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG JOROK&lt;/strong&gt;, Orang yang kentutnya&lt;br /&gt;disertai ee' (kotoran manusia. Bilang kotoran manusia aja susah&lt;br /&gt;banget. red.) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG TENGIL&lt;/strong&gt;, Orang yang kentut sambil&lt;br /&gt;ngupil ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG KERAS KEPALA&lt;/strong&gt;, Orang yang langsung&lt;br /&gt;membalas setelah di kentuti kerabat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG AMIT&lt;/strong&gt;, Orang yang sehabis kentut&lt;br /&gt;lalu memasang muka imut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG GEDABLEK (BRENGSEK), &lt;/strong&gt;Orang yang&lt;br /&gt;mengentuti orang lain tepat di mukanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORANG KURANG KERJAAN&lt;/strong&gt; , Orang yang suka&lt;br /&gt;ngurus masalah kentut ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-732508609934470021?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/732508609934470021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=732508609934470021' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/732508609934470021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/732508609934470021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/11/sifat-orang-berdasarkan-kentutnya.html' title='Sifat Orang Berdasarkan kentutnya'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2662551119625835725</id><published>2007-11-08T16:41:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:09.983+08:00</updated><title type='text'>TIESTO</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RzLL8Db2DSI/AAAAAAAAAOc/ZAvjgSL6rmY/s1600-h/f-tiesto.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RzLL8Db2DSI/AAAAAAAAAOc/ZAvjgSL6rmY/s320/f-tiesto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130387158103100706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2662551119625835725?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2662551119625835725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2662551119625835725' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2662551119625835725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2662551119625835725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/11/tiesto.html' title='TIESTO'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RzLL8Db2DSI/AAAAAAAAAOc/ZAvjgSL6rmY/s72-c/f-tiesto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3445864243810202981</id><published>2007-11-05T12:24:00.001+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:10.952+08:00</updated><title type='text'>GAGAHNYA PATUNG PAHLAWAN INDONESIA di JAKARTA...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perjalanan bangsa Indonesia tidak bergulir diatas permadani beludru yang empuk dan nyaman melulu, namun berjuang hingga bersimbah darah diatas kerikil dan cadas penjajahan yang menindas. Kemerdekaan hingga kemapanan yang kita raih saat ini adalah buah dari perjuangan para pendahulu kita yang patriotik. Dan sebagai bangsa yang beradab, sepatutnya lah untuk mengenang mereka para pahlawan, orang berjasa pada negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;Begitu menghargainya Indonesia terhadap para pahlawan, hingga tgl 10 november ditetapkan sebagai hari pahlawan. hari khusus untuk pahlawan. Saat untuk merayakan. Saat untuk mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah Bangsa yang besar"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan heroik ini dilontarkan oleh Bung Karno, presiden pertama RI. Dan Bung Karno sendiri ingin mengkategorikan Indonesia sebagai bangsa yang besar. Jika ingin bukti, di wilayah Jakarta saja berdiri dengan megah dan gagah beberapa patung pahlawan atau patung-patung yang menggambarkan perjuangan bangsa. Sebut saja tugu Tani, patung Jendral Sudirman, tugu proklamator, patung Pangeran Diponegoro, Patung Kartini, dan masih banyak lagi patung-patung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tugu Tani&lt;/strong&gt;, yang terletak di segitiga Menteng, Jakarta Pusat ini &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7wR80nujI/AAAAAAAAAOE/3K0Er2aecbY/s1600-h/Tugu+Tani+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129301216796850738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7wR80nujI/AAAAAAAAAOE/3K0Er2aecbY/s320/Tugu+Tani+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dibuat oleh dua orang bangsa Rusia, yaitu Matvei Manizer dan Otto Manizer, yang diberikan sebagai hadiah kepada Pemerintah Republik Indonesia. Baik Matvei maupun Otto belum pernah ke Indonesia sebelumnya dan mereka mengadakan survey ke beberapa daerah di Indonesia sekedar untuk mencari inspirasi tentang bentuk patung yang memiliki sentuhan Indonesia. Pada sebuah desa di Jawa Barat, keduanya menemukan sebuah dongeng rakyat mengenai seorang ibu yang mengantarkan anak laki-lakinya berangkat ke medan perang. Untuk mendorong keberanian sang anak serta tekad memenangkan perjuangan, maka sang ibu memberikan bekal nasi kepada anaknya. Ide inilah yang kemudian diambil oleh Manizer bersaudara. Patung yang terbuat dari bahan perunggu ini dibuat untuk menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia. Pada saat itu &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7wcc0nukI/AAAAAAAAAOM/o3KvfTFKVkw/s1600-h/Tugu+Tani+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129301397185477186" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7wcc0nukI/AAAAAAAAAOM/o3KvfTFKVkw/s320/Tugu+Tani+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno ingin merayakan perjuangan Bangsa Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dari belenggu penjajahan Belanda. Patung ini digambarkan dalam dua bentuk orang, yakni pria dan wanita. Sang Pria digambarkan sebagai tipe seorang petani menyandang bedil, sedangkan sang wanitanya digambarkan berupa tipe seorang ibu yang sedang memberikan bekal kepada sang pria. Patung ini diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1963.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vAM0nufI/AAAAAAAAANk/XQFrdGtRXYk/s1600-h/Khairil+Anwar+di+taman+monas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129299812342544882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vAM0nufI/AAAAAAAAANk/XQFrdGtRXYk/s320/Khairil+Anwar+di+taman+monas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada pula beberapa batung pahlawan di seputaran taman Monumen Nasional (Monas). Salah satunya adalah &lt;strong&gt;patung Chairil Anwar&lt;/strong&gt;, yang dibuat oleh Arsono. Ada pula &lt;strong&gt;patung Pangeran Diponegoro &lt;/strong&gt;yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vTc0nugI/AAAAAAAAANs/sB14RYpk0Tg/s1600-h/Pangeran+Diponegoro+di+Taman+Monas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129300143055026690" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vTc0nugI/AAAAAAAAANs/sB14RYpk0Tg/s320/Pangeran+Diponegoro+di+Taman+Monas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan proklamasi, Jakarta pusat pun dibangun &lt;strong&gt;Tugu Proklamasi&lt;/strong&gt; atau Tugu petir, sebuah tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI. Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Pada kompleks juga terdapat &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7v_M0nuiI/AAAAAAAAAN8/Uw0-jmSopYg/s1600-h/proklamator.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129300894674303522" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7v_M0nuiI/AAAAAAAAAN8/Uw0-jmSopYg/s320/proklamator.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.&lt;br /&gt;Setelah era reformasi, selain menjadi tempat yang spesial untuk acara peringatan Hari Kemerdekaan RI tiap tahunnya, lokasi ini pun menjadi tempat pilihan bagi berkumpulnya para demonstran untuk menyuarakan pendapat-pendapatnya.&lt;br /&gt;Lain halnya ketika sore menjelang. Pada hari-hari yang biasa, para penduduk yang tinggal tak jauh dari lingkungan taman ini kerap berkunjung ke Tugu Proklamasi untuk berbagai aktivitas. Tempat ini menjadi tempat favorit anak-anak bermain, arena berolahraga, tempat berkumpul dan bertemu, atau hanya untuk duduk-duduk saja menghabiskan sore hingga senja datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di jalan protokol, ujung Jalan Sudirman, berdiri kokoh &lt;strong&gt;Patung Jenderal Sudirman &lt;/strong&gt;. Patung itu baru berusia seumur jagung. Pengerjaannya &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vus0nuhI/AAAAAAAAAN0/JORpkAgKA0g/s1600-h/Patung+Sudirman+di+Jalan+Sudirman+Jakarta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129300611206461970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7vus0nuhI/AAAAAAAAAN0/JORpkAgKA0g/s320/Patung+Sudirman+di+Jalan+Sudirman+Jakarta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;rampung dan diresmikan pada Agustus 2003. Secara keseluruhan tinggi patung itu mencapai 11 meter, terdiri atas patung inti (sosok Jenderal Sudirman) setinggi 6,5 meter dan penyangga setinggi 5,5 meter. Patung ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton dan menyedot dana Rp 3,5 miliar. Perancang dan pematungnya adalah Sunaryo pelukis, pegrafis, pendesain interior, dan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB).&lt;br /&gt;Jenderal Sudirman adalah seorang pemimpin pasukan gerilya pada masa perang kemerdekaan (1945-1949). Ia menyandang anugerah Panglima Besar. Karena itu, sosok dan pengabdiannya kepada bangsa dan negera layak dikenang dan diabadikan.&lt;br /&gt;Kontribusinya yang besar pada tegaknya republik ini membangkitkan kenangan di seantero negeri. Maka, hampir di seluruh kota di Indonesia terdapat jalan protokol dengan nama Jalan Jenderal Sudirman.&lt;br /&gt;Patung Jenderal Sudirman sebenarnya bukan barang langka. Yang terdapat di Dukuh Atas itu bukan satu-satunya di Jakarta. Di samping dijadikan nama gedung milik TNI, di muka Balai Sudirman di Jalan Sahardjo, Jakarta Selatan, pun terdapat patung Jenderal Sudirman di tengah kolam air mancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang populer disebut Taman &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7uv80nueI/AAAAAAAAANc/r8GM2uoObYM/s1600-h/Ismail+Marzuki+di+TIM.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129299533169670626" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7uv80nueI/AAAAAAAAANc/r8GM2uoObYM/s320/Ismail+Marzuki+di+TIM.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ismail Marzuki (TIM) berlokasi dijalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, dan merupakan sebuah pusat kesenian dan kebudayaan, juga dihiasi oleh &lt;strong&gt;patung kepala Ismail Marzuki&lt;/strong&gt;. Di sini terletak Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Selain itu, TIM juga memiliki enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop.&lt;br /&gt;Ismail Marzuki adalah seniman yang memiliki reputasi internasinal. Tapi belum ada satu pun nama jalan yang mengabadikan namanya. Pernah ada usulan agar Jalan Cikini atau Jl Parapatan diubah jadi Jl Ismail Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, pembuatan dan pemasangan patung-patung di berbagai sudut kota tak hanya memperhatikan kepentingan mengenang pahlawan semata, namun juga memperhatikan estetika perwajahan kota. Kota yang diperindah dengan patung-patung dirasa lebih elegan dan enak dipandang.&lt;br /&gt;Meski demikian, seharusnya sebuah bangsa yang bijak adalah bangsa yang tak melulu memikirkan bagaimana mempercantik fisik bangsa, pun juga mementingkan nasib rakyatnya yang masih terperosok dalam ketimpangan dan kesenjangan yang semakin curam. Biaya pembuatan patung yang hingga menelan sekian rupiah bahkan dalam angka milyar, akan lebih berguna jika dialokasikan untuk membiayai proyek sosial yang mensejahterakan rakyat. Penjajahan secara nyata tak lagi dirasakan di era sekarang. Namun perjuangan bangsa akan lebih terwujud dengan meningkatkan harkat dan martabat bangsa, yakni melalui kesejahteraan, pendidikan, kemakmuran, dan sisi-sisi lainnya.&lt;br /&gt;Sembari memakmurkan rakyat, pun mempercantik kota...&lt;br /&gt;Jadi membangun satu dua patung pahlawan, boleh lah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3445864243810202981?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3445864243810202981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3445864243810202981' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3445864243810202981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3445864243810202981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/11/patung-pahlawan-indonesia.html' title='GAGAHNYA PATUNG PAHLAWAN INDONESIA di JAKARTA...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ry7wR80nujI/AAAAAAAAAOE/3K0Er2aecbY/s72-c/Tugu+Tani+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-1912943161242357374</id><published>2007-11-02T15:48:00.001+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:11.240+08:00</updated><title type='text'>LIVING IN APARTMENT... A CHOICE... ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernah merasakan enaknya tinggal di apartemen dengan aneka macam fasilitas ?&lt;br /&gt;Beberapa kalangan socialite di Jakarta mungkin lebih memilih apartemen sebagai tempat tinggal. Dengan banyak pertimbangan; antara lain fasilitas yang sangat lengkap, dekat dengan tempat kerja, berada di kawasan dalam kota dan nggak mau repot, maka apartemen layak menjadi pilihan ideal bagi kaum eksekutif dan borju yang sudah amat mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tak seluruh penduduk jakarta terkategorikan dalam kalangan 'berada'. Ternyata kaum yang papa pun jauh lebih banyak dan terselip diantara timbunan sampah, di bawah kolong tol, bahkan di emperan stasiun kereta api. Mereka tak punya rumah.&lt;br /&gt;Dan sebagian dari kita, seolah menutup mata dari penderitaan saudaranya yang tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ryrlws0nucI/AAAAAAAAANM/xNxC5jjepxo/s1600-h/Apartemen+di+kuningan+tebet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128163750543079874" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ryrlws0nucI/AAAAAAAAANM/xNxC5jjepxo/s200/Apartemen+di+kuningan+tebet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para developer kini semakin gencar melihat peluang; bahwa semakin banyak orang kaya baru di Jakarta -- namun kok justru kesenjangan semakin tinggi...?? -- dan membangun sebanyak-banyaknya apartemen pun dinilai akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa... excellent business!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggusuran digalakkan. Eksavator mengeruk apa saja. menggerus rumah kardus, membongkar lahan pertanian. Ibu-ibu menangis, Bapak ambil kapak, dan anak menatap saja, apa gerangan yang terjadi hingga banyak polisi disana sini...&lt;br /&gt;Namun kaum lemah tetap saja tak pernah berdaya.&lt;br /&gt;Orang kaya berkuasa. Surat-surat telah ada. Maka, penggusuran tak dapat ditunda.&lt;br /&gt;Arsitek dan ahli bangunan ternama didatangkan, pekerja borongan lembur siang malam, pondasi ditanam, lantai bertingkat hingga tak bisa dipandang.&lt;br /&gt;Megah, tinggi menjulang, nampak arogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini giliran bencana yang datang tak terhindarkan. Musim kemarau, panas menyengat. Musim hujan, banjir datang. Akhirnya saling menyalahkan. Salah Gubernur yang tak becus... salah busway... salah ahli tata kota... salah developer... salah orang miskin yang buang sampah di kali... salah satu... hingga salah seratus. Isu pemanasan global jadi nge-trend. aneka konggres dan pertemuan mengenai climate exchange digelar disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ryrmoc0nudI/AAAAAAAAANU/y_916pOwMFw/s1600-h/apartemen+tebet.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128164708320786898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ryrmoc0nudI/AAAAAAAAANU/y_916pOwMFw/s200/apartemen+tebet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang para 'elite' yang enggan, cukup mengurung diri, berdiam saja dalam apartemen yang mewah. Jauh di ketinggian sana. Tak ada banjir. Tak ada air.&lt;br /&gt;"Bukan saya kok yang salah... saya kan cuma beli apartemen doang... ya sampai situ aja urusan saya" begitu kilah mereka.&lt;br /&gt;Bukan urusan mereka, jika ruang terbuka hijau di Jakarta kini hanya 9% saja, yang jelas sudah tidak akan cukup untuk menyerap air hujan yang datang. Bukan pula urusan gubernur, dpr, developer, ahli tata kota, apalagi orang miskin...&lt;br /&gt;Lantas urusan siapa doooongggg....... (Urusan Tuhan kale' yaaa...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanah seluruhnya ditimbun semen, kemana lagi pohon musti ditanam...?&lt;br /&gt;Jika apartemen semakin menjamur, mungkin sudah waktunya pohon-pohon untuk tidur...&lt;br /&gt;Kini, giliran bencana yang menuai panen.&lt;br /&gt;Kecuali kita menganggap bahwa semua itu adalah urusan kita bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAVE OUR WORLD...&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-1912943161242357374?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/1912943161242357374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=1912943161242357374' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1912943161242357374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1912943161242357374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/11/living-in-apartment-choice.html' title='LIVING IN APARTMENT... A CHOICE... ?'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Ryrlws0nucI/AAAAAAAAANM/xNxC5jjepxo/s72-c/Apartemen+di+kuningan+tebet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-5569365180573378148</id><published>2007-10-22T16:12:00.001+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:12.849+08:00</updated><title type='text'>LEBARAN, SEPENGGAL CERITA DARI UJUNG KOTA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Enggan menanggalkan tradisi lokal, lebaran ini saya sempatkan untuk pulang kampung di kota kelahiran, tempat ayah dan ibu saya menanti dengan penuh pengharapan. Ah... Akhirnya saya menjalani sebuah ritual 'back to homeland', setelah sekian lama saya tak melakukannya. Sudah dua lebaran lalu saya absen dari idul fitri bersama orang tua saya.&lt;br /&gt;Jember; sebuah kota kecil yang terletak di salah satu deretan kota-kota di Jawa, nyaris di ujung timur namun tak sampai ke tepi, selalu tak pernah menjadi angan saya untuk berpijak dan menetap lebih lama. Entah kenapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertemu keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masih tak ada yang berubah, keluarga saya masih dalam kedamaian yang alami; mengakrabi lingkungan yang tak pernah pekat oleh asap, tenggelam dalam rutinitas domestik yang jarang gelisah -- Ibu selalu sibuk di dapur. Ayah saya jarang absen untuk pergi ke sawah atau menebar pakan di kolam lele. Ada juga keponakan saya, Jendra namanya. panggilan Jejen. Layaknya anak lelaki yang sedang 'giras' bermain, rupanya Jejen tak pernah jemu untuk membuat rumah-rumahan di halaman belakang rumah, bermain dengan kucing yang berjumlah lima ekor, atau sekedar ikut membantu kakeknya memberi pakan lele atau bermain di kolam kala sedang dikuras. Jejen masih kelas 2 SD&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx26RSsIynI/AAAAAAAAALg/4SwwEeszQHs/s1600-h/jejen+di+kolam+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124456757254998642" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx26RSsIynI/AAAAAAAAALg/4SwwEeszQHs/s200/jejen+di+kolam+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;di Jember. Usianya 8 tahun, badannya sehat dan kuat. Makannya tak pernah rewel, pun jarang mengeluh dan merengek. Ia senang menggambar -- mungkin berbakat. Tapi ia anak yang sangat pemalu; ciut nyali menghadapi orang baru. Ah... mungkin kelak jika dewasa ia bisa berubah menjadi sosok lelaki yang lebih gentleman. Sebentar lagi, &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx26iysIyoI/AAAAAAAAALo/uraX1wIyiWk/s1600-h/jejen+naik+pohon+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124457057902709378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx26iysIyoI/AAAAAAAAALo/uraX1wIyiWk/s200/jejen+naik+pohon+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jejen harus bersiap menyambut kedatangan adik baru. Katanya, ia lebih suka adik cowok. Mungkin supaya bisa diajak bermain perang-perangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga kakak saya yang selama ini tinggal di Bogor pun datang menjelang hari kedua lebaran. Kakak saya memiliki 2 orang anak. Yang pertama bernama Kinanti, biasa dipanggil Kinan. Sebaya dengan Jejen, ia pun duduk di bangku kelas 2 di sebuah SD &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28-ysIyuI/AAAAAAAAAMY/SOuYTH7fUCs/s1600-h/kinan+di+swh+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124459737962302178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28-ysIyuI/AAAAAAAAAMY/SOuYTH7fUCs/s200/kinan+di+swh+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;swasta Islam di Bogor. Kinan anak yang pintar. Ia selalu berprestasi di sekolahnya, meski pribadinya nampak pemalu. Badannya kurus dan kecil karena makannya susah. Tapi ia adalah gadis kecil yang teramat sibuk dengan beraneka macam les, misalnya piano, berenang, bahasa inggris, mengaji dan sempoa. Jauh berbeda dengan adiknya yang baru 3 tahun dan baru saja mencicipi bangku playgroup, Imron atau 'Baim' berbadan sehat dan menggemaskan. Meski jarang makan nasi, namun ia adalah pecandu susu. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28qysIytI/AAAAAAAAAMQ/ZhoGj6XfIzE/s1600-h/baim+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124459394364918482" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28qysIytI/AAAAAAAAAMQ/ZhoGj6XfIzE/s200/baim+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rumah orang tua saya agak terletak di area luar perkotaan, suasana lingkungannya masih bersih, hijau dan alami, meski persis di depan rumah adalah jalan bus antar kota. Dulu, rumah saya masih dikelilingi oleh hamparan sawah padi dan tembakau yang tak terhitung luasnya. Namun kini beberapa pabrik dan rumah-rumah lain mulai bermunculan di sekitar tempat tinggal orang tua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx25LisIylI/AAAAAAAAALQ/_p_aOMPntxI/s1600-h/kluarga+kinan+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124455558959123026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx25LisIylI/AAAAAAAAALQ/_p_aOMPntxI/s200/kluarga+kinan+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ayah saya yang tak terganggu gugat adalah pergi ke sawah tiap pagi dan aneka kegiatan lain yang menjadi hiburan baginya. Beberapa kali ketika ayah saya pergi ke sawah, tak segan mengajak kami untuk turut serta. Wah... bisa dibayangkan, anak-anak yang dari kota; Kinan dan Baim, sungguh sangat merepotkan! Mereka tak &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx2_SCsIyxI/AAAAAAAAAMw/kbGcdDvVDVw/s1600-h/melalui+pematang+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124462267698039570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx2_SCsIyxI/AAAAAAAAAMw/kbGcdDvVDVw/s200/melalui+pematang+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pernah tahu sebelumnya seperti apa sawah itu. Tentu saja mereka kesulitan melewati pematang sawah yang berliku-liku. Bahkan Baim kecil pun selalu merengek-rengek minta pulang karena takut kotor dan kecebur sawah. Tiap kali sandalnya kena lumpur, ia &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx27iSsIypI/AAAAAAAAALw/LH44ggp30_A/s1600-h/mandi+di+kali2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124458148824402578" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx27iSsIypI/AAAAAAAAALw/LH44ggp30_A/s200/mandi+di+kali2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;lebih sibuk untuk membersihkan sandalnya ketimbang mengamati alam sekitar. Akibatnya kami yang berjalan di belakangnya musti dengan sabar menunggunya untuk berjalan kembali menyusuri pematang sawah. Cukup berbeda dengan Jejen yang rupanya sangat lihai melompat dari satu pematang ke pematang yang lain. Sejauh mata memandang, hamparan padi yang nyaris menguning seolah nampak siap menunggu datangnya panen yang sebentar lagi tiba. Udara masih diselimuti kabut putih yang makin lama makin menipis seiring bergeraknya matahari yang makin meninggi.&lt;br /&gt;Ayah saya pun sempat mengajak kami berjalan-jalan ke sungai yang terletak didekat &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx274CsIyqI/AAAAAAAAAL4/5Ox25EUe_fI/s1600-h/mandi+di+kali1+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124458522486557346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx274CsIyqI/AAAAAAAAAL4/5Ox25EUe_fI/s200/mandi+di+kali1+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sawah. Airnya masih alami. Meski dangkal, tapi anak-anak amat senang bermain air. Tanpa pedulikan apapun, mereka berbasah-bahsan dan main ciprat-cipratan. Bak Bolang dalam petualangannya, anak-anak nampak lupa untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx256isIymI/AAAAAAAAALY/jefas20JyFE/s1600-h/kembang+api.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124456366412974690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx256isIymI/AAAAAAAAALY/jefas20JyFE/s200/kembang+api.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam hari, keponakan saya merengek untuk menyalakan kembang api di pelataran halaman depan rumah. Mereka nampak senang dengan aneka warna percikan api yang merebak malam. Jejen lebih punya nyali untuk menggenggam batang air mancur dengan tangan telanjangnya. Sedang Baim kecil hanya bersembunyi takut-takut tapi penasaran di balik punggung saya ketika kembang api yang tak seberapa panjang saya nyalakan di halaman depan rumah. Suara-suara desingan petasan mencuat-cuat, bersaing dengan &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28OCsIyrI/AAAAAAAAAMA/lleg3td4U6w/s1600-h/mandi+di+kali3+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124458900443679410" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28OCsIyrI/AAAAAAAAAMA/lleg3td4U6w/s200/mandi+di+kali3+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;irama takbir yang dikumandangkan dan letusan petasan dari tetangga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sebelumnya, sempat pula saya mengajak Jejen untuk bersenang-senang di Funzone Hardys, sebuah toserba besar yang ternyata baru dibangun, menggantikan Sumber Mas yang dulu terbakar -- setau saya, Hardys hanya terdapat di Bali. Jejen lebih menyukai permainan serupa tembak-tembakan atau mobil-mobilan. Puas bermain, kami berdua minum Juice di food court yang tak seberapa lengkap dan agak panas. Tak lupa kami membeli beberapa kembang api dan petasan untuk dinyalakan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28dysIysI/AAAAAAAAAMI/0VAv-vYMY5Y/s1600-h/kolam+renang+gebang+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124459171026619074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx28dysIysI/AAAAAAAAAMI/0VAv-vYMY5Y/s200/kolam+renang+gebang+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena Kinan sudah menyiapkan baju renang sejak dari jakarta, tiap hari ia selalu merengek untuk diajak ke kolam renang. Akhirnya kami semua pergi ke kolam renang Kebon Agung, kolam renang tua yang tak pernah berubah. Waktu itu kolam tak begitu ramai ketimbang biasanya, seingat saya dulu. Namun menurut kakak saya, airnya kotor dan berbau pesing. Ih... mungkin sudah lama belum dikuras. Tapi anak-anak nampak riang bersenang-senang. Kinan sangat pintar berenang. Meski kecil, tapi ia sudah &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx29dysIywI/AAAAAAAAAMo/o2BHnrfCsFo/s1600-h/kinan+1+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124460270538246914" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx29dysIywI/AAAAAAAAAMo/o2BHnrfCsFo/s200/kinan+1+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;menguasai gaya bebas. Sdang Jejen malah sama sekali tak bisa berenang. Tapi ia sibuk hilir mudik menyusuri kolam dengan ban mobil yang disewakan. Saya dan kakak saya hanya mengamati di tepian. Ah...saya jadi ingat masa-masa saya ketika di waterbom Bali... Oh iya, dulu, sewaktu masih smp, saya juga pernah mengikuti les renang di hotel Bandung Permai Jember. Tapi sampai sekarang toh saya tak pernah becus untuk berenang, he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx29MisIyvI/AAAAAAAAAMg/b7FSibPBArc/s1600-h/mbk+aan+n+aryo+kc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124459974185503474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx29MisIyvI/AAAAAAAAAMg/b7FSibPBArc/s200/mbk+aan+n+aryo+kc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rendevouz&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menyempatkan diri untuk bertandang ke rumah mbak aan, -- rumahnya tak seberapa jauh dari rumah orang tua saya. Keluarganya sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri. Awal masuk smp hingga kelas dua, saya tinggal bersama keluarganya. Saya masih ingat, dulu saya masih begitu lugu dan innocent. Ibunda mbak Aan seringkali membantu saya mengucir rambut saya sebelum saya berangkat sekolah. Saya dan mbak Aan selalu berangkat sekolah bersama naik motor hingga depan sekolah saya. Waktu pulang sekolah, saya lebih memilih naik becak ketimbang naik angkot.&lt;br /&gt;Waktu lebaran ini saya pun juga bersua dengan keluarga mas Frolik dan mbak Dian, kakak kandung mbak Aan yang juga begitu akrab -- bahkan sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri ketika saya merantau ke Bali. Mereka nampak bahagia dengan kehadiran putra kedua mereka, Artodoyo, yang sekarang baru berusia 3 bulan.&lt;br /&gt;Oh iya... saya pun punya ritual tersendiri ketika pulang kampung. Rasanya tidak afdol jika saya tidak mencicipi aneka makanan di Jember. Maka kali ini saya dan mbak Aan menyempatkan diri untuk berkeliling, berwisata kuliner, dan yang jelas tak pernah melewatkan untuk menyantap mie ayam -- yang konon susah saya dapatkan di tempat lain. Hemmm.... sedappp.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan Balik yang melelahkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekedar ingin berpetualang, saya memutuskan untuk menggunakan jasa transportasi bus ekonomi untuk balik ke Jakarta tanpa sepengetahuan kedua orang tua saya. Ooh... ternyata sungguh melelahkan!!!&lt;br /&gt;Pukul 14.30 WIB, Ayah saya mengantar sampai terminal, bahkan memilihkan bus yang hendak saya tumpangi. Tanpa persetujuan, ayah saya langsung menuju bus patas yang terparkir menunggu penumpang. Saya tak kuasa menolak, meski hasrat ingin mencoba bus ekonomi. Saya memilih duduk di bangku deretan kedua dari depan. Sendiri saja saya menapat jendela kearah luar, menatapi pohon-pohon yang berjalan mundur. Seorang tentara -- nampaknya dari pangkat terkecil; yang duduk didepan saya tiba-tiba menoleh ke arah saya. Sejenak ia menatap saya--setahap kemudian menanyai saya macam-macam. Ah... dia ingin mengobrol lebih banyak dengan saya. Ups... bahkan ia pun pindah tempat duduk di samping saya. Sebenarnya saya agak jengkel, karena saya ingin menikmati perjalanan saya sendiri saja. Dia bertanya nama saya, asal saya, hingga status saya. Tapi ia begitu lugu untuk menyadari bahwa semua jawaban yang saya berikan hanyalah kebohongan semata. He...he... Tak papa, lah... jika saya mengaku sebagai seorang wartawan di Surabaya yang sebentar lagi akan kawin dengan pemuda teman kuliah dulu yang sekarang sedang di Jakarta asal Sukabumi Jawa Barat.&lt;br /&gt;Karena saya sama sekali tak menghiraukan dia kecuali jawaban-jawaban pendek yang saya berikan atas beberapa pertanyaannya yang 'basic' banget, nampaknya ia tahu diri denan 'ketaksukaan' saya. Maka, ia pun kembali ke tempat duduk semula.&lt;br /&gt;Sesampai di Surabaya, saya berencana untuk menemui teman lama saya. Sahabat perempuan saya yang sekarang sudah berkeluarga. Ia adalah seorang wartawan di sebuah tabloid milik grup Jawa Pos, dan nampaknya ia cukup sibuk dengan pekerjaannya. Ketika kami hendak mengkonfirmasi pertemuan kami, rupanya ia masih sibuk dengan agenda liputannya. Hari sudah menjelang malam. Saya pun merasa tak enak jika memaksa sahabat saya untuk bertemu meski saya telah menyiapkan surprise untuknya. Melalui pesan sms, akhirnya saya sampaikan, bahwa tak mengapa jika kami tak bertemu. Senyatanya saya mengkhawatirkan putri kecilnya yang bahkan belum beranjak 1 tahun.&lt;br /&gt;Akhirnya, kami tak jadi bertemu...&lt;br /&gt;Sesampainya di terminal Bungurasih yang tak begitu ramai menjelang puncak arus balik, saya mendadak jadi bingung. Saya tak tahu dimana dan bagaimana cara saya mencapai bus yang menuju Jakarta. Namun saya tak hendak menampakkan kebingungan itu. Dengan sok percaya diri, saya melangkah menuju peron, maksudnya hendak bertanya pada petugas resmi. Namun di tengah jalan, tiba-tiba seseorang mendekati saya. "Mbak, mau kemana ?" Agak hati-hati, saya menjawab bahwa saya hendak ke Jakarta. Mendengar jawaban saya, orang itu seolah menunjukkan bahwa saya bertemu dengan 'the right man' in 'the right time'. Ia menunjukkan ID yang tergantung gagah di lehernya, yang katanya resmi dari PO Busnya. Kemudian ia menyarankan saya untuk mengikutinya, melihat bus-bus memiliki tujuan Jakarta. Kami berjalan cepat, ternyata melalui peron bagian belakang terminal. Ia menawarkan diri membantu mengangkat koper saya -- namun saya dengan sangat tegas mengelak dan menyisihkannya, bahwa saya hanya ingin melihat busnya dulu sebelum saya memutuskan untuk 'membayar', maka saya tak sudi untuk dibantu atau apapun. saat itu rasanya saya jadi paranoid... Sesampai di area bus antar propinsi, Ia memberi saya dua pilihan. Bus eksekutif dengan tarif 355 ribu rupiah, atau bus ekonomi dengan tarif 225ribu rupiah. "Kalo yang eksekutif, berangkatnya lebih dulu dan enak mbak..."&lt;br /&gt;Saya sempat menawar, tapi rupanya ia sok jual mahal. "Ini kan masih tuslah, mbak..."&lt;br /&gt;Setelah berpikir sekian menit, akhirnya saya memutuskan untuk memilih ekonomi. Saya ingin tahu rasanya, bagaimana menjadi 'sebenar-benarnya' urban... Calo itu langsung berjalan cepat menunjukkan bus pilihan saya, yang ternyata terletak di sebelah bus eksekutif yang ia tunjukkan pertama kali. Terpaksa saya mengikutinya dengan tergopoh-gopoh. Dan... Oh, My God... saya tak pernah membayangkan untuk menaiki bus dengan fasilitas minim untuk menempuh jarah jauh. Tapi saya sudah terlanjur berada diatas bus ekonomi itu.... dan membayarnya.... Tapi saya pikir, not to bad lah... saya pasti bisa melampauinya. The real adventuring journey... by myself!!!&lt;br /&gt;Saya duduk di deretan ketiga dari depan, sendiri saja. Tiba-tiba, ada beberapa orang; nampaknya keluarga besar, menaiki bus itu. Seorang ibu menggendong anak balita yang tak henti menangis. Tanpa ba bi bu tiba-tiba ia menanyai saya, berapa tiket bus yang saya bayar. Dengan lugas dan tanpa prasangka apa-apa, saya jawab, "saya bayar 255, bu".&lt;br /&gt;"Oh, gitu ya... saya bayar 175 ribu. tapi katanya saya bakal naik bus yang ber AC..."&lt;br /&gt;Oh my God!!! sekarang siapa yang tolol...???&lt;br /&gt;Saya langsung menanyai orang di belakang saya, di samping saya, dan beberapa orang yang lewat, dan mereka semua bilang kalau tiket bus ini hanya 170 ribu rupiah.&lt;br /&gt;Saya langsung terhenyak, menelan bulat-bulat rasa kecewa, jengkel dan marah yang tak tersalurkan. Ingin rasanya menguliti habis si calo sialan itu. Mata saya tak lepas dari jendela, mencari si calo bus yang saya harap masih berkeliaran di sekitar situ. Namun hingga bus itu melaju meninggalkan terminal, saya tak pernah menemukan batang hidung si calo bus kurang ajar itu. Sejenak saya merasa jengkel dan geram dengan dinas perhubungan yang tak pernah becus menindak calo-calo yang masih saja kuat bercokol di terminal atau stasiun umum. Apakah pemerintah sudah habis akal untuk membersihkan calo yang tak pernah punya hati memperdaya para penumpang--apalagi penumpang kelas ekonomi... yang notabene pasti bukan sasaran empuk untuk diperdaya masalah harga. Sungguh, tega benarrr... Atau apakah memang saya yang begitu oneng, he he he....&lt;br /&gt;Meski ekonomi, namun bus yang saya tumpangi melaju kencang. Saya nyaris merasa ngeri. Sempat pula mogok sebentar (entah ada masalah apa...), namun kembali melaju dengan kencang di tengah jalanan malam yang terasa lengang. Goncangannya sungguh terasa, apalagi ketika melewati tikungan-tikungan jalan, badan bus meliuk dengan kencang, hingga membuat perut saya terasa mual. Akhirnya, tak tertahankan lagi, saya merasa ingin muntah. Ludah saya terasa asin. Tapi saya tak punya tas kresek...Akhirnya saya menghabiskan seplastik tissue yang saya bawa...&lt;br /&gt;Selanjutnya, saya hanya berusaha memejamkan mata meski tak pernah berhasil untuk benar-benar tidur. Perut saya mulai melilit, terasa lapar. namun mulut sama sekali tak ada hasrat untuk mengunyah makanan. Saya hanya minum beberapa teguk pocari sweat yang saya bawa dari rumah.&lt;br /&gt;Bus berhenti di sebuah rumah makan Padang yang tak seberapa besar dan sepi, namun langsung meriah sejak kedatangan rombongan bus saya yang tak seberapa banyak. Pak Haji, si pemilik rumah makan tersebut nampak girang. Ia menyambut dengan ramah dan bersemangat melalui microphone yang sengaja ia sediakan. Suaranya menggelegar, menyilakan kami segera memilih makanan yang disajikan. Waktu itu pukul 9 malam, dan saya terlanjur malas menyantap makanan. Maka, saya hanya memesan teh panas. Untuk antisipasi selanjutnya, saya membeli antimo dan langsung menelan sebutir.&lt;br /&gt;Mual saya agak berkurang, tapi saya tetap tak bisa tidur....&lt;br /&gt;Melewati tuban, rembang, pati, kudus, dan sesampai di semarang bus berhenti untuk beberapa lama. Jam menunjukkan waktu kurang lebih pukul 3 dini hari. Ada beberapa tambahan penumpang. Udara malam yang dingin mulai menggigit. Saya merasa kesepian...&lt;br /&gt;Selanjutnya, perjalanan tak terasa begitu lama; pemalang, tegal, brebes, hingga Cirebon... Bus berhenti. Ups... bus terpaksa berhenti karena nampaknya tak boleh jalan oleh beberapa oknum kru bus yang lain, karena tak mau didahului. Ah... aturan mana lagi yang mengharuskan bus yang melintasi palimanan musti masuk daftar antrian jalan!! Tak beberapa lama... hingga merasa terlalu lama.... aduh... pengen pipis pula....tak ada toilet!&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya... Entah, mungkin mereka membuat kesepakatan sepihak (tanpa persetujuan kami para penumpang), saya dikagetkan suara kenek bus yang memerintahkan penumpang yang bertujuan ke Jakarta untuk pindah bus yang sudah menunggu sejak tadi. Pfiuhh... sungguh menjengkelkan!!! nasip penumpang ekonomi... Kami dioper begitu saja bak barang tak berbobot...tak penting pula... Saya yang sudah merasa lesu, semakin kuyu saja...&lt;br /&gt;Dengan lelah, saya menyeret koper saya yang sebenarnya tak terlalu berat. Kepala saya mulai pening. Tapi kok terasa perih, ya??? Ketika saya raba dahi pelipis saya, ternyata ada luka memar yang cukup serius. Ternyata, selama perjalanan dengan bus pertama tadi, kepala saya terbentur-bentur bingkai kaca hingga memar ketika saya mencoba tidur dengan bersandar di kaca... Kok bisa begitu ya... Sungguh, tolol benar...&lt;br /&gt;Bus kedua yang saya tumpangi lebih ramai dan nampak sesak. Ada beberapa penumpang yang dandanannya seperti FPI... Minyak wanginya itu loh... tambah pusing kepala saya...&lt;br /&gt;Ketika kondektur bus hendak menarik ongkos, saya serahkan karcis bus pertama sembari berkata, "saya pindahan Pak".&lt;br /&gt;Seketika mengetahui bahwa saya penumpang pindahan, kondektur itu nampak gusar dan menggerutu. "Kurang ajar benar, masa mindahin 10 penumpang cuman dikasih duit 240ribu. Kalo gini caranya, udah deh, turunin aja mereka, kembalikan duitnya, suruh balik ke bus yang tadi!!"&lt;br /&gt;Mendengar itu, saya langsung merasa geram dan marah. Kurang ajar benarrr!!! Huh, kalau sampai mereka berani menurunkan saya, jangan harap saya tidak akan melakukan apapun!! Saya segera mencatat nama dan nomor bus, serta nomor telepon dinas perhubungan jakarta yang menampung pengaduan. Rasanya, saya jadi semakin sering mengecam dan complain mengenai public service akhir-akhir ini...&lt;br /&gt;Tapi untunglah tak pernah terjadi hal-hal seperti yang saya khawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rasanya perjalanan kali ini terasa lama. Indramayu nampak begitu panjang bak jalan tak berujung. Perut saya semakin melilit, tapi herannya selama perjalanan saya sama sekali tak tergoda sekalipun membeli makanan yang dijajakan pedagang di bus. Entah kenapa, saya kok jadi begitu keras kepala mempertahankan kelaparan saya... Eits... tapi sesampai di Indramayu kok saya jadi tergoda molen panas yang satu plastiknya berisi 3 buah, yang dijual pedagang asongan yah... akhirnya beli dehhh!!! Mungkin karena panas, jadi lumayan enak meski rasa pisangnya tak begitu sedap...&lt;br /&gt;Saat memasuki tol cikampek, rasanya legaaa luar biasa...&lt;br /&gt;Akhirnya...back to Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan di kelapa gading teramat macet karena penyempitan jalan akibat busway.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya bus menyelesaikan perjalanannya di terminal Pulo Gadung, saya sempat merasa was-was, karena baru pertama kali inilah saya menginjakkan kaki di terminal yang konon katanya 'syerammm...'&lt;br /&gt;Saya memilih naik mikrolet jurusan kampung melayu. Saya sempat heran, ongkos mikrolet yang biasanya 2000 rupiah naik 2x lipat jadi 4000 rupiah... apakah angkot perkotaan juga kena tuslah, ya... Sesampai di Kampung Melayu, naik mikrolet lagi menuju kalibata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legaaaa sekali ketika sampai di tempat tinggal saya, mengakhiri perjalanan panjang yang melelahkan. Jam menunjukkan pukul 1 siang. Meski sudah sangat lapar, tapi saya tak lekas cari makanan, malah sempatkan diri untuk tidur sejenak. Jam 1.30 pm sohib perempuan saya keburu datang. Saya tak jadi tidur, malah keasyikan ngerumpi.&lt;br /&gt;Mendengar cerita perjalanan saya, ia kaget setengah mati dan menganggap saya gila dengan perjalanan saya... Bagaimana saya bisa betah bertahan dalam satu bus ekonomi menempuh perjalanan jauh... dia tak habis pikir, jika memang berniat bertualang kenapa tak memilih estafet saja... "Ah, malas!! soalnya aku kan sendirian aja..." Hingga pukul 4 sore, kami baru keluar bersama makan soto gading di kalibata.&lt;br /&gt;What a trip....!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-5569365180573378148?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/5569365180573378148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=5569365180573378148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5569365180573378148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5569365180573378148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/10/lebaran-sepenggal-cerita-dari-ujung.html' title='LEBARAN, SEPENGGAL CERITA DARI UJUNG KOTA'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rx26RSsIynI/AAAAAAAAALg/4SwwEeszQHs/s72-c/jejen+di+kolam+kc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6331356544124589777</id><published>2007-09-11T13:03:00.006+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:13.015+08:00</updated><title type='text'>Ucapan selamatku...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuYitbKDGeI/AAAAAAAAAI8/yR70JpFpKcU/s1600-h/selamat+hari+raya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108808991077767650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 347px; CURSOR: hand; HEIGHT: 472px; TEXT-ALIGN: center" height="477" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuYitbKDGeI/AAAAAAAAAI8/yR70JpFpKcU/s400/selamat+hari+raya.jpg" width="377" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuYh77KDGdI/AAAAAAAAAI0/Yv3NbEhxlXQ/s1600-h/selamat+hari+raya.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6331356544124589777?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6331356544124589777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6331356544124589777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6331356544124589777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6331356544124589777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/ucapan-selamatku.html' title='Ucapan selamatku...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuYitbKDGeI/AAAAAAAAAI8/yR70JpFpKcU/s72-c/selamat+hari+raya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3160473531069286491</id><published>2007-09-11T13:03:00.005+08:00</published><updated>2007-09-28T15:02:38.910+08:00</updated><title type='text'>PERSIAPAN MUDIK (yang mau pada mudik)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;A. PERSIAPAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum berangkat, tidur duluuu... biar kagak ngantuk di jalan&lt;br /&gt;2. Makan duluuu sebelum berangkat, biar kagak lapar n nyusahin&lt;br /&gt;3. Jangan pake baju ketat, biar gak diusilin orang...&lt;br /&gt;4. Sehari sebelum mudik, konsumsi banyak karbohidrat dan protein, biar nambah tenaga&lt;br /&gt;5. Siapkan bekal makanan yang tahan lama, minuman manis yang selalu hangat&lt;br /&gt;6. Tanggulangi terlebih dahulu penyakit ringan, bawalah obat-obatan seperlunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;B. PERJALANAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;1. jangan merokok, karena dapat menyebabkan kekurangan Oksigen&lt;br /&gt;2. Jangan minum Alkohol supaya gak dehidrasi&lt;br /&gt;3. Banyakminum air putih&lt;br /&gt;4. Gerakkan otot betis dan kaki secara teratur, kencangkan dan kendurkan, otot-otot pantat dan perut untuk mendorong darah kembali kejantung&lt;br /&gt;5. Angkatlah kedua tumit, bola kaki tetap berada di lantai, kemudian kembali ke posisi semula&lt;br /&gt;6. Kedua tumit tetap tinggal di lantai, angkat kedua bola kaki, kembalikan ke posisi awal&lt;br /&gt;7. Luruskan kaki sejauh ruangan yang ada dan memungkinkan&lt;br /&gt;8. Kencangkan otot-otot paha bagian depan, tahan selama 2-3 detik,lalu kembali ke posisi awal&lt;br /&gt;9. Tekankan kedua otot betis Anda ke tempat duduk bagian depan,kencangkan otot-otot di bagian belakang dari paha, tahan 2-3 detik,kemudian kembali ke posisi awal&lt;br /&gt;10. Usahakan pinggang Anda ditekankan dengan kuat pada tempat duduk,tariklah otot-otot perut ke dalam, tahan selama 2-3 detik, kemudiankembali ke posisi awal&lt;br /&gt;11. Tekankan otot-otot pantat sekuat yang Anda mampu pada tempat dudukselama 2-3 detik, kemudian kembali ke posisi awal&lt;br /&gt;12. Geser berat badan dari kanan ke kiri dari pantat Anda, ayunkan kebelakang dan ke depan selama 5-10 detik&lt;br /&gt;13. Gerakkan pinggang ke depan sehingga terjadi lengkungan pada pinggang&lt;br /&gt;14. Tekankan pinggang ke tempat duduk dan pinggul didorong ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;C. PENGEMUDI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan paksakan menyetir jika mata lelah&lt;br /&gt;2. Kalo capek, cari tempat untuk memarkir kendaraan dan istirahatlah&lt;br /&gt;3. Usahakan tidur minimal 15 menit&lt;br /&gt;4. Iringi selama perjalanan dengan musik&lt;br /&gt;5. Banyak minum air putih dan  jangan merokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;D. MUDIK BERSAMA BAYI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;1. Sebelum berangkat, periksakan konsisi bayi Anda ke dokter&lt;br /&gt;2. Pastikan kondisi bayi Anda siap untuk melakukan perjalanan jauh&lt;br /&gt;3. Mintalah saran dokter, obat apa yang harus dipersiapkan bagi bayi Anda&lt;br /&gt;4. Selama perjalanan, sebaiknya bayi jangan dipangku terus&lt;br /&gt;5. Jaga badannya agar tetap kering&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3160473531069286491?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3160473531069286491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3160473531069286491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3160473531069286491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3160473531069286491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/empty-6.html' title='PERSIAPAN MUDIK (yang mau pada mudik)'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-669894530407034553</id><published>2007-09-11T13:03:00.001+08:00</published><updated>2007-09-28T14:52:11.074+08:00</updated><title type='text'>BAHAYA NASI!!!!</title><content type='html'>Para Ahli Menemukan Bahaya Nasi Beras Hasil research yang baru saja dilakukan membuktikan bahwa &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;makan nasi ternyata tidak baik bagi kita&lt;/span&gt;. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya :&lt;br /&gt;1. NASI MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan bahwa makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng), dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Nasi mengandung ZAT BESI yang konfigurasi elektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat-zat berbahaya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk membunuh orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-669894530407034553?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/669894530407034553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=669894530407034553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/669894530407034553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/669894530407034553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/empty-4.html' title='BAHAYA NASI!!!!'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6550906328603531222</id><published>2007-09-11T13:02:00.003+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:14.097+08:00</updated><title type='text'>Karya illustrator Persia</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jadi teringat kala membaca buku 'my name is red'... (salah satu buku favorit neh...)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDz4tiKnLI/AAAAAAAAAKc/JzAhWqSjDsQ/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111853732686634162" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDz4tiKnLI/AAAAAAAAAKc/JzAhWqSjDsQ/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvD0JNiKnNI/AAAAAAAAAKs/Tyv-w8NzEjU/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111854016154475730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvD0JNiKnNI/AAAAAAAAAKs/Tyv-w8NzEjU/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvD0BtiKnMI/AAAAAAAAAKk/ZOnUltQu7sA/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111853887305456834" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvD0BtiKnMI/AAAAAAAAAKk/ZOnUltQu7sA/s320/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDzkdiKnJI/AAAAAAAAAKM/u7KsnGS_sJc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111853384794283154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDzkdiKnJI/AAAAAAAAAKM/u7KsnGS_sJc/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDzstiKnKI/AAAAAAAAAKU/vBDHaQzmOT8/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111853526528203938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDzstiKnKI/AAAAAAAAAKU/vBDHaQzmOT8/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111854475715976418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvD0j9iKnOI/AAAAAAAAAK0/_b2ZQGLSfBk/s320/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6550906328603531222?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6550906328603531222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6550906328603531222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6550906328603531222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6550906328603531222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/empty-2.html' title='Karya illustrator Persia'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RvDz4tiKnLI/AAAAAAAAAKc/JzAhWqSjDsQ/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-5125362006400220344</id><published>2007-09-11T13:02:00.001+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:15.128+08:00</updated><title type='text'>ESAI FOTO : HORMATKU UNTUK PAHLAWANKU YANG TERBARING DISANA... (TMP Kalibata - Jakarta)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFaLKDGhI/AAAAAAAAAJU/jGZyZNHIwNw/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108847143272258066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" height="160" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFaLKDGhI/AAAAAAAAAJU/jGZyZNHIwNw/s320/4.jpg" width="271" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFO7KDGgI/AAAAAAAAAJM/8xafA7s6sMA/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108846949998729730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFO7KDGgI/AAAAAAAAAJM/8xafA7s6sMA/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGebKDGmI/AAAAAAAAAJ8/1LcLe2rtE3I/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108848315798329954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 254px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" height="158" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGebKDGmI/AAAAAAAAAJ8/1LcLe2rtE3I/s320/8.jpg" width="264" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGT7KDGlI/AAAAAAAAAJ0/8xzW934w1is/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108848135409703506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 167px" height="179" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGT7KDGlI/AAAAAAAAAJ0/8xzW934w1is/s320/2.jpg" width="237" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGtbKDGnI/AAAAAAAAAKE/XEKvas0MXYM/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108848573496367730" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 158px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px" height="278" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGtbKDGnI/AAAAAAAAAKE/XEKvas0MXYM/s320/3.jpg" width="158" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGFbKDGkI/AAAAAAAAAJs/dLisrFKCTeQ/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108847886301600322" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 187px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" height="274" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZGFbKDGkI/AAAAAAAAAJs/dLisrFKCTeQ/s320/7.jpg" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZF1rKDGjI/AAAAAAAAAJk/K5MUwLS6fK0/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108847615718660658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="166" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZF1rKDGjI/AAAAAAAAAJk/K5MUwLS6fK0/s320/9.jpg" width="291" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFoLKDGiI/AAAAAAAAAJc/ZzjrzWGK33U/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108847383790426658" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 249px" height="280" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFoLKDGiI/AAAAAAAAAJc/ZzjrzWGK33U/s320/6.jpg" width="198" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZE0rKDGfI/AAAAAAAAAJE/iwMr6EC124A/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108846499027163634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 195px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" height="197" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZE0rKDGfI/AAAAAAAAAJE/iwMr6EC124A/s320/1.jpg" width="257" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-5125362006400220344?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/5125362006400220344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=5125362006400220344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5125362006400220344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/5125362006400220344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/empty-1.html' title='ESAI FOTO : HORMATKU UNTUK PAHLAWANKU YANG TERBARING DISANA... (TMP Kalibata - Jakarta)'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RuZFaLKDGhI/AAAAAAAAAJU/jGZyZNHIwNw/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-4638093529337005417</id><published>2007-09-11T11:28:00.000+08:00</published><updated>2007-09-11T11:30:33.500+08:00</updated><title type='text'>Majalah LAFAL ajak Anda menulis</title><content type='html'>Majalah LAFAL mengundang Anda menulis. Bisa berupa cerita pendek, sajak, esai, resensi, telaah atas tradisi, naskah sastra/agama klasik, atau liputan kebudayaan yang berhubungan dengan ritus keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAFAL terbit bulanan. Ia mengulas isu-isu keislaman khas nusantara dengan pendekatan kultural dan berpijak pada tradisi (lokal), toleran, serta menghargai pluralitas. LAFAL ingin menjadi wadah bagi tumbuhnya kesadaran akan kemajemukan 'paham' keagamaan/kebudayaa n bagi masyarakat muslim di Indonesia. Karena itu, informasi-informasi yang menjadi prioritas majalah ini adalah fakta-fakta keberagaman (pandangan, kebudayaan) yg ada dalam masyarakat Islam dengan berkarakterkan lokal (yang berbeda dengan Islam-Arab) maupun di luar Islam (agama,kebudayaan, keyakinan lain. Majalah LAFAL menjadi bacaan kaum muda. Kebanyakan mereka mahasiswa (S1, S2, S3), aktivis LSM, pekerja sosial, pekerja budaya, pengusaha muda, karyawan level staf hingga manajer muda. Usia mereka antara 20 tahun hingga 40 tahun. Mereka adalah kelompok yang haus informasi kebudayaan/keislama n, tidak suka menerima dogma hitam-putih dan juga dengan bisa arif mempertimbangkan mana bid'ah dan mana kebudayaan yang harus dilestarikan. Mereka menyukai penjelasan-penjelasan yang argumentatif dan dialogis (terbuka terhadap kritik). Mereka suka berkreasi, berinovasi, dan terbuka terhadap hal baru.&lt;br /&gt;LAFAL memproyeksikan semua rubrik bernafaskan kesenian dan kebudayaan.&lt;br /&gt;Tulisan yang dimuat akan mendapatkan imbalan yang sepantasnya.&lt;br /&gt;Tulisan dikirimkan via e-mail: &lt;a href="mailto:agukirawan@yahoo." target="_blank" rel="nofollow"&gt;agukirawan@yahoo. ca&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Aguk Irawan&lt;br /&gt;MN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-4638093529337005417?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/4638093529337005417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=4638093529337005417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4638093529337005417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4638093529337005417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/majalah-lafal-ajak-anda-menulis.html' title='Majalah LAFAL ajak Anda menulis'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2981850629929001769</id><published>2007-09-11T11:07:00.000+08:00</published><updated>2007-09-11T11:10:36.081+08:00</updated><title type='text'>Anda Punya Naskah? Penerbit Bumi Aksara Divisi Cerita Anak, mengajak anda mengirimkan naskah ke redaksi</title><content type='html'>Jenis Naskah;&lt;br /&gt;a. Novel Anak&lt;br /&gt;b. Novel Anak Islami&lt;br /&gt;c. Dongeng Anak&lt;br /&gt;d. Kumpulan Cerita Anak&lt;br /&gt;e. Kumpulan Dongeng&lt;br /&gt;f. Cerita Bergambar/Pictorial Book&lt;br /&gt;g. Cerita Bergambar untuk Balita&lt;br /&gt;h. Edutivity&lt;br /&gt;i.  Bacaan Anak; How to, Ilmu Pengetahuan, etc&lt;br /&gt;j. Cerita berseri&lt;br /&gt;Atau apa saja yang mampu menjadi inovasi bagi perkembangan buku anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Naskah;Naskah minimal 3 hal, kertas A4, dengan ilustrasi(diluar halaman) atautanpa ilustrasi.&lt;br /&gt;Anda bisa mengirimkan Soft Copy atau Hard Copy-nya keAlamat Berikut;&lt;br /&gt;PENERBIT BUMI AKSARA&lt;br /&gt;JL. AREN III NO. 25&lt;br /&gt;RAWAMANGUN-JAKARTA TIMUR&lt;br /&gt;13220&lt;br /&gt;TELP. 021-47865686, 4895803&lt;br /&gt;e-mail; &lt;a href="mailto:info%40bumiaksara.co.id" target="_blank" rel="nofollow"&gt;info@bumiaksara. co.id&lt;/a&gt; atau puisi_alnurani@ yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran Laha&lt;br /&gt;Editor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2981850629929001769?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2981850629929001769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2981850629929001769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2981850629929001769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2981850629929001769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/anda-punya-naskah-penerbit-bumi-aksara.html' title='Anda Punya Naskah? Penerbit Bumi Aksara Divisi Cerita Anak, mengajak anda mengirimkan naskah ke redaksi'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3750483796252922747</id><published>2007-09-03T17:34:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:16.030+08:00</updated><title type='text'>RESENSI FILM -- ELIZABETH; THE GOLDEN AGE</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvtbbKDGYI/AAAAAAAAAIM/-9qtan-QiII/s1600-h/poster.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105935657956743554" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvtbbKDGYI/AAAAAAAAAIM/-9qtan-QiII/s200/poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepak terjang Ratu Elizabeth di kancah perpolitikan dan kemasyhuran tahtanya sudah cukup dikenang dalam sejarah. Namun seperti apakah sisi romantisme Ratu Elizabeth I ketika dihadapkan pada persoalan cinta yang tak pandang bulu menghinggapi siapa saja yang terkena panah asmara ? Lika liku kisah cinta yang mengharukan tersebut bisa dilihat dalam film anyar sekuel Elizabeth, Elizabeth: The Golden Age. Masih dibintangi oleh &lt;a title="Cate Blanchett" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cate_Blanchett"&gt;Cate Blanchett&lt;/a&gt; (yang akhirnya meraih piala oscar berkat sekuelnya yang pertama) dan dibawah arahan tangan handal sutradara keturunan India Shekkar Kapur, Film ini bahkan telah tujuh kali masuk nominasi oscar dan mendapat 1 piala oscar. Tak pelak, Elizabeth: The Golden Age wajib ditonton. Rencananya, Universal Studio akan merilis film ini di bioskop tanggal 12 oktober nanti. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8LbKDGaI/AAAAAAAAAIc/UIFjcsFfKzw/s1600-h/GA7450-01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106233350729963938" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8LbKDGaI/AAAAAAAAAIc/UIFjcsFfKzw/s200/GA7450-01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;film ini mengambil lokasi wilayah Inggris (tentunya selain di Shepperton Studio). Kita akan melihat keindahan yang mengesankan dari bangunan-bangunan sejarah Inggris seperti Westminster Cathedral, Ely Cathedral, Wells Cathedral, Burghley House, Petworth House, Dorney Court, dan St. John’s College – Cambrige. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Elizabeth: The Golden Age bercerita tentang sebuah kisah  mendebarkan pada waktu akhir abad 16 Eropa. Saat itu sedang terjadi gejolak akibat gonjang-ganjing perpolitikan dunia yang penuh intrik dan perubahan pandangan dari nilai kereligiusan – kisah seorang wanita yang tumbuh di era perang salib, yang mati-matian berjuang demi cinta, tahta dan kekuasaan, yang tegar dan siap sedia menghadapi dan menumbangkan musuh-musuh yang merintangi, sekaligus menjaga posisinya sebagai ikon yang dicintai di dunia barat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekuel kali ini, diceritakan Ratu Elizabeth I (Cate Blanchett) direpotkan oleh ulah sepupunya Mary Stuart (Samantha Morton) yang ternyata memiliki niat buruk untuk menggulingkan dan merebut singgasananya. Demi merealisasikan misi busuk ini, sang sepupu bahkan berkonspirasi dengan penguasa Spanyol, Raja Philip II (Jordi Mol&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8h7KDGcI/AAAAAAAAAIs/gGY56e_6HOA/s1600-h/xinsrc_18208042911196522863125.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106233737277020610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8h7KDGcI/AAAAAAAAAIs/gGY56e_6HOA/s200/xinsrc_18208042911196522863125.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;la), yang dikenal memiliki kekuatan armada laut yang besar dan disegani dan berambisi untuk meng-katolik kan seluruh dunia, termasuk Inggris.&lt;br /&gt;Demi menyelamatkan tahta dan negerinya, Elizabeth kemudian memutuskan untuk menyiapkan sebuah perang besar melawan Spanyol. Persiapan perang dilakukan dengan sedemikian rupa. Namun kala ia justru merasa sudah sangat siap dengan rencana pertempuran besar-besaran, di saat yang sama ia malah dipusingkan dengan urusan hati menyangkut masalah cinta. Tak dapat terhindarkan lagi, ia telah jatuh cinta pada Sir Walter Releigh (Clive Owen), seorang pelaut dan petualang y&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8VbKDGbI/AAAAAAAAAIk/D92btCeQln8/s1600-h/GA_03482-450.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106233522528655794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz8VbKDGbI/AAAAAAAAAIk/D92btCeQln8/s200/GA_03482-450.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ang tampan dan hidup berpindah-pindah. Namun mengingat komitmennya pada negara, Ia berusaha keras mati-matian untuk mencoba mengesampingkan urusan pribadi asmaranya. Ia terlanjur terikat sumpah untuk mengabdikan hidup dan matinya demi negara – dan bukan untuk orang yang dicintainya. Namun bagaimanapun, ia pun berhasrat untuk mereguk manis kehidupan cinta yang ada di depannya. Elizabeth tak kehilangan akal. Demi supaya Releigh selalu dekat dengannya, ia menganjurkan Bess (Abbie Cornish) untuk menjalin hubungan pertemanan dengan Releigh supaya ia bisa selalu dekat. Namun strategi ini pada akhirnya malah membuatnya dibakar rasa cemburu. Tak disangka-sangka, hubungan Bess dan Releigh  menjadi lebih intim dan panas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat Elizabeth terpaksa harus berlayar keluar negaranya, untuk sementara, ia menyerahkan tampuk pemerintahan kepada penasehat setianya Sir Francis Walsingham (Geoffrey Rush—pemenang&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz5tbKDGZI/AAAAAAAAAIU/sgNqP3qgJ-w/s1600-h/GA2450-01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106230636310632850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtz5tbKDGZI/AAAAAAAAAIU/sgNqP3qgJ-w/s200/GA2450-01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; academy award). Ia bekerja tak kenal lelah untuk melindunginya dari segala ancaman konspirasi yang berniat hendak menggulingkan Elizabeth. Melalui jaringan dan kerja mata-matanya yang lihai, Walshingham berhasil membongkar adanya rencana pembunuhan yang akan dapat menggulingkan tahta kerajaan. Namun disaat ia mengungkap dan hendak memberi pelajaran para pengkhianat yang ternyata akhirnya ia tahu juga melibatkan kerabat kerajaan, tanpa ia sadari, ulahnya justru menggiring Inggris ke arah ambang kehancuran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Film ini dijamin tak bakalan membosankan meski memakai alur kisah sejarah. Bumbu-bumbu romantisme percintaan antara Elizabeth dan Releigh sangat menarik untuk disimak. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3750483796252922747?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3750483796252922747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3750483796252922747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3750483796252922747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3750483796252922747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/resensi-film-elizabeth-golden-age.html' title='RESENSI FILM -- ELIZABETH; THE GOLDEN AGE'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvtbbKDGYI/AAAAAAAAAIM/-9qtan-QiII/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6731758644451219060</id><published>2007-09-03T16:25:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:17.443+08:00</updated><title type='text'>RESENSI FILM -- THE GOLDEN COMPASS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvOA7KDGXI/AAAAAAAAAIE/CrcIIXlgS2k/s1600-h/sam_elliott7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105901117829749106" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 202px" height="230" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvOA7KDGXI/AAAAAAAAAIE/CrcIIXlgS2k/s200/sam_elliott7.jpg" width="210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Film Anyar Hollywood besutan New Line Cinema yang bakal direlease bersamaan di seluruh dunia pada 7 Desember 2007 nanti adalah &lt;strong&gt;The Golden Compass&lt;/strong&gt;. Film petualangan seru yang pembuatannya berlokasi di Inggris ini dibawah arahan sutradara handal, &lt;a href="http://www.comingsoon.net/news/talentnews.php?id=27821"&gt;Chris Weitz&lt;/a&gt;, (yang pernah menggarap film About A Boy dan Antz), yang juga bekerjasama dengan sutradara Inggris berbakat yang tak diragukan lagi kemampuannya, Anand Tucker (salah satu film garapannya adalah Shopgirl, dan Hilary and Jackie). Bukan rahasia lagi bahwa New Line Cinema selalu memilih para pembuat film terbaiknya. Film ini diadaptasi dari serial buku trilogi "His Dark Materials", salah satu karya fiksi imajinasi bestseller Phillip Pullman yang terjual lebih dari 9 juta eksemplar.&lt;br /&gt;Lyra Belacqua (Dakota Blue Richards), seorang gadis cilik 12 tahun adalah yatim piatu yang dirawat di Jordan College, Oxford. Lyra hidup bahagia bersama para cendekiawan dan sarjana-sajana disana. Sehari-harinya, ia bermain dengan Roger, anak laki-laki lokal yang juga tinggal di sekitar situ. Kadang ia pun suka menjahili para professor disana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh ya, dalam cerita ini, tiap manusia memiliki teman sejiwa yang selalu mengikuti kita, namanya daemon. Daemon ini dimanifestasikan dalam bentuk binatang. Lyra pun memiliki Daemon yang bernama Pantalaimon. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvMb7KDGQI/AAAAAAAAAHM/9mgttuFZohc/s1600-h/goldencompass9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105899382662961410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" height="179" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvMb7KDGQI/AAAAAAAAAHM/9mgttuFZohc/s320/goldencompass9.jpg" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, Lyra menguping sebuah diskusi rahasia antara pamannya Lord Asriel dengan para sarjana disana. Mereka memperbincangkan dunia-dunia lain selain yang mereka tinggali, dan juga partikel aneh yang memiliki kemampuan luar biasa. Partikel itu biasa disebut bubuk ajaib – yang hanya ditemukan di belahan bumi bagian utara. Jika seseorang memiliki bubuk ajaib tersebut, maka ia akan dapat menguasai seluruh alam semesta, dan mempersatukan seluruh dunia yang berbeda-beda. Namun tentunya akan ada beberapa pihak yang sangat tidak menyukai efek dari bubuk tersebut. Mereka akan menghalangi bahkan memusnahkan bubuk ajaib tersebut dengan cara apapun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada satu waktu, tiba-tiba banyak anak-anak di kawasan itu menghilang begitu saja. Diduga kuat itu adalah ulah Gobbler. Hingga sahabat setia Lyra, Roger pun ikut menghilang, maka kali ini Lyra tak lagi bisa diam. Ia bertekad untuk menemukan Roger. Maka, ia dan Daemonnya, Pantalaimon, menyusun rencana dan strategi untuk mengadakan perjalanan misi menemukan Roger. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNXbKDGVI/AAAAAAAAAH0/7SCp6r_0b9E/s1600-h/thegoldencompass2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105900404865177938" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNXbKDGVI/AAAAAAAAAH0/7SCp6r_0b9E/s200/thegoldencompass2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Lyra pergi, pimpinan Jordan college (Jack Shepherd) memperkenalkannya dgn Nyonya Coulter (Nicole Kidman) yang ternyata sangat cantik. Selanjutnya, Lyra tinggal bersama nyonya Coulter. Pagi hari saat Lyre hendak meninggalkan Jordan College, pimpinan Jordan College memanggilnya secara rahasia ke ruang kantornya. Ternyata ia mengamanahkan sebuah alat aneh untuk Lyra simpan dan pergunakan sewaktu-waktu kala butuh. Alat itu bernama Alethiometer. Dijelaskan, Alethiometer adalah alat ajaib yang dapat mengatakan kebenaran apapun yang ingin ditanyakan. Pimpinan Jordan College meminta kepada Lyra untuk menjaga alat itu hati-hati dan tak memberikannya pada siapapun.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lamanya bersama Nyonya Coulter yang selalu n&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvM9rKDGRI/AAAAAAAAAHU/DSGuwVf8dVw/s1600-h/dakota_blue_richards1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105899962483546386" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvM9rKDGRI/AAAAAAAAAHU/DSGuwVf8dVw/s200/dakota_blue_richards1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ampak sibuk dengan perusahaannya, Lyra akhirnya mengetahui belang Nyonya Coulter yang ternyata terlibat sepenuhnya dalam the General Oblation Board, sebuah organisasi yang tak lain adalah kumpulan Gobbler. Karena merasa masuk sarang penyamun, Lyra melarikan diri dari tempat nyonya Coulter. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelariannya, ia bertemu dengan seorang Gypsi yang baik hati bernama Ma Costa (Clare Higgins). Sejak saat itu, ia hidup bersama para Gypsi dan berkenalan dengan pemimpinnya yaitu John Faa (Jim Carter) dan penasehatnya Farder Cordam (Tom Courtenay). Disanalah Lyra mengetahui asal usulnya, bahwa ternyata Lord Asriel adalah ayah kandungnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ibu kandungnya tak lain adalah Nyonya Coulter sendiri. Ia juga mengetahui bahwa saat ini Lord Asriel telah diculik dan ditahan di kerajaan beruang dengan penjagaan yang sangat ketat. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNLrKDGTI/AAAAAAAAAHk/vRFoARUJhYw/s1600-h/goldencompass3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105900203001714994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNLrKDGTI/AAAAAAAAAHk/vRFoARUJhYw/s200/goldencompass3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demi niat baik, kemudian para Gypsi itu berencana hendak mengirimkan orang-orang terbaiknya ke arah utara, di Bolvangar, markas para Boggler, untuk menyelamatkan anak-anak yang telah diculik. Lyra bersikeras untuk ikut dalam perjalanan para Gypsi tersebut, berharap untuk menemukan Roger dan ayahnya.&lt;br /&gt;Selama mereka menempuh perjalanan ke utara, mereka dipertemukan oleh seorang ratu penyihir, Serafina Pekkala (Eva Green), dan seekor beruang besar bernama Lorek Byrnison (Pengisi Suara : Nonso Anozie) yang telah keluar dari kerajaannya dan kemudian menawarkan jasanya untuk menolong rombongan tersebut. Mereka juga bertemu dengan penerbang Texan Lee Scoresby(Sam Elliot), yang nantinya akan membantu mereka dalam peperangan.&lt;br /&gt;Namun sialnya, ditengah perjalanan, Lyra justru ditangkap para pedagang anak-anak dan dibawa ke Bolvangar, tempat anak-anak diculik. Ternyata disana Lyra malah bertemu dengan Roger. Kem&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNQbKDGUI/AAAAAAAAAHs/rnVhji_39zM/s1600-h/dakota_blue_richards4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105900284606093634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNQbKDGUI/AAAAAAAAAHs/rnVhji_39zM/s200/dakota_blue_richards4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;udian akhirnya ia mengetahui motif para Gobbler menculik anak-anak, yaitu hendak memisahkan mereka dengan daemonnya.&lt;br /&gt;Kemudian Lyra dan Roger mulai menyusun rencana untuk melepaskan anak-anak lain yang sedang ditawan. Dengan bantuan para Gypsi, ratu penyihihr, Lorek dan Mr. Scoresby, akhirnya mereka dapat menyelamatkan anak-anak tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun perjuangan Lyra dan Roger tak berhenti sampai disini. Mereka hendak melanjutkan perjalanan ke daratan Svalbard, tempat dimana kerajaan beruang berada. Kali ini, mereka ditemani oleh Lorek dan Mr. Scoresby. Disana, Lorek bertempur melawan raja beruang, yang pada akhirnya menetapkan Lorek sebagai pemenang dan pemegang tampuk tahta kerajaan beruang selanjutnya. Dan tentunya Lyra pun pada akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena kelelahan setelah mengadakan perjalanan dan petualangan yang panjang, Lyra dan Roger pun istirahat dan terlelap dalam tidur. Namun ketia ia bangun, Lord Asriel telah meninggalkannya dan membawa Roger. Dengan bantuan Lorek, ia hendak mengejar dan menangkap ayahnya. Namun semuanya telah terlambat. Ayahnya telah menggunakan kekuatan yang luar biasa; yang berasal dari keterpisahan Roger dengan daemonnya, hingga akhirnya Roger tewas. Roger dibuat tumbal untuk membuka gerbang menuju dunia baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNdrKDGWI/AAAAAAAAAH8/pSyA8_4nHp8/s1600-h/goldencompass11.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105900512239360354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNdrKDGWI/AAAAAAAAAH8/pSyA8_4nHp8/s200/goldencompass11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;The Golden Compass adalah film segala umur yang kaya akan imajinasi dan fiksi yang cukup menghibur. Banyak nilai moral yang termuat dalam cerita ini . Rasa solidaritas dan kesetiakawanan teman-teman perjuangan Lyra patut dijadikan contoh. Pun dengan Lyra, gadis cilik yang memiliki kedewasaan yang luar biasa dalam menghadapi realita yang tak selalu cerah dalam hidupnya. Lyra mampu mengesampingkan egonya untuk menyelamatkan ayah kandung yang merahasiakan identitasnya hingga Lyra malah mengetahuinya dari orang lain. Nyali dan keberanian Lyra pun patut diacungi jempol, terlepas dari banyaknya pendukung hebat yang membantunya dan juga berkat kompas ajaib alethiometer.&lt;br /&gt;Meskipun sosok&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNGrKDGSI/AAAAAAAAAHc/JcxmtT8lIyc/s1600-h/goldencompass4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105900117102369058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvNGrKDGSI/AAAAAAAAAHc/JcxmtT8lIyc/s200/goldencompass4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Lyra dimainkan oleh bintang pendatang baru yaitu Dakota Blue Richards, tapi akting yang dipersembahkan kali ini benar-benar mengesankan dan menjiwai. Bahkan Philip Pullman, sang penulis buku sendiri cukup optimis bahwa The Golden Compass akan menjadi film yang spektakuler. Namun akankah New Line Cinema mampu membawa The Golden Compass sesukses Lord of The Ring ? Kita nantikan saja… yang Jelas, tentu saja New Line Cinema takkan mau rugi meskipun sudah mengeluarkan dana yang begitu besar untuk film ini… &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6731758644451219060?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6731758644451219060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6731758644451219060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6731758644451219060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6731758644451219060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/resensi-film-golden-compass.html' title='RESENSI FILM -- THE GOLDEN COMPASS'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtvOA7KDGXI/AAAAAAAAAIE/CrcIIXlgS2k/s72-c/sam_elliott7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-2575335720322819742</id><published>2007-09-03T15:36:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:17.707+08:00</updated><title type='text'>PHOTO -- My Capture...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu7M7KDGOI/AAAAAAAAAG8/nmgf671Uk2Y/s1600-h/wawanacara+kecil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105880433267251426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu7M7KDGOI/AAAAAAAAAG8/nmgf671Uk2Y/s320/wawanacara+kecil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu6xrKDGNI/AAAAAAAAAG0/wOHcmleT2ME/s1600-h/model+photo+besar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105879965115816146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu6xrKDGNI/AAAAAAAAAG0/wOHcmleT2ME/s320/model+photo+besar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu6EbKDGMI/AAAAAAAAAGs/9s3K0pbuh7Q/s1600-h/jurnalistik+foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105879187726735554" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu6EbKDGMI/AAAAAAAAAGs/9s3K0pbuh7Q/s320/jurnalistik+foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-2575335720322819742?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/2575335720322819742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=2575335720322819742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2575335720322819742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/2575335720322819742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/09/photo-my-capture.html' title='PHOTO -- My Capture...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/Rtu7M7KDGOI/AAAAAAAAAG8/nmgf671Uk2Y/s72-c/wawanacara+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-1669732684156293198</id><published>2007-08-30T12:34:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:18.040+08:00</updated><title type='text'>RESENSI -- COLD SHOWER (Film Prancis yg ditayangkan Qfestival)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtZbhLKDGLI/AAAAAAAAAGk/nvlQf74PCx0/s1600-h/Cold_Showers_film.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104367853159782578" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtZbhLKDGLI/AAAAAAAAAGk/nvlQf74PCx0/s320/Cold_Showers_film.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Cold Shower&lt;/strong&gt; film prancis tahun 2005 berdurasi 102 menit yang digarap oleh Antony Cordier, meraih penghargaan Best First Film, Prix Louis Delluc (2005). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mulanya, pangsa pasar film ini adalah kelompok gay yang ada di amerika serikat -- meski film ini sendiri tidak bercerita tentang dunia gay. Film ini bercerita mengenai perbedaan kelas masyarakat, olah raga, eksperimen baru, serta keterlibatan emosional yang sangat mempengaruhi sisi-sisi kehidupan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mickael (Johan Libereau) is seorang pemuda dari keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya, Gérard (Jean-Philippe Ecoffey) adalah seorang sopir taksi yang telah kehilangan lisensinya untuk mengemudikan taksi, dan ibunyaAnnie (Florence Thomassin) adalah seorang cleaning service di sebuah gym sekolah. Karena merasa tak begitu cemerlang di sekolah, Mikhael menggeluti olahraga Judo. Saat itu ia pun sedang berpacaran dengan Vanessa (Salomé Stévenin), teman masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clément (Pierre Perrier), teman baru Mikhael dalam tim Judo, adalah seorang pemuda dari golongan keluarga sangat berkecukupan. Ayahnya, Louis Steiner (Aurelien Recoing) menderita lumpuh dan terpaksa harus duduk di kursi roda. Sedang ibunya, Mathilde (Claire Nebout) adalah seorang wanita ceria penuh percaya diri yang memiliki pergaulan luas dan senang bersosial. Mengetahui anaknya menekuni olahraga Judo, Louis berinisiatif untuk mensponsori tim Judo anaknya. Ia bahkan membelikan tim tersebut seragam, dan meminta Mikhael, sang kapten tim Judo, untuk membantu Clement menyempurnakan teknik Judonya dan mempersiapkan tim Judo untuk turnamen Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya Mikhael sedikit canggung bergaul dengan Clement karena begitu banyak perbedaan antara dirinya dan Clement. Namun seiring waktu berlalu, apalagi Clement dengan tulus membantu Mikhael dalam usahanya menurunkan berat badan, akhirnya mereka berkawan sangat akrab.&lt;br /&gt;Dalam hal Judo, mereka masing-masing memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Sementara Mikhael adalah seorang pemain Judo yang handal, Clement adalah seorang yang lebih cerdik dan lihai dalam memahami trik-trik jitu dalam pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtZWSbKDGJI/AAAAAAAAAGU/0iVZF3blECQ/s1600-h/cold+shower+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104362102198573202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" height="181" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtZWSbKDGJI/AAAAAAAAAGU/0iVZF3blECQ/s320/cold+shower+2.jpg" width="296" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun masalah muncul ketika Mikhael mulai bermasalah dengan hubungan cintanya, sedang di saat bersamaan ia pun harus konsentrasi untuk mengurangi berat badannya dari 73 kilo harus menjadi 66 kilo supaya masuk kualifikasi tim pertandingan kejuaraan prancis. Sejenak, perjuangan dan usahanya dalam menurunkan berat badan mengalihkan perhatiannya pada masalah keluarga maupun teman-teman se tim Judonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, di tempat latihan Judo yang sedang kosong, Mikhael dan Clement berlatih untuk memperdalam teknik. Tiba-tiba Vannesa datang, berniat untuk menjemput Mikhael. Namun entah mengapa, mungkin karena terbawa suasana, pada akhirnya ketiga anak manusia tersebut melakukan hubungan seks three-some yang menggairahkan. Setelah merasakan pengalaman tersebut, Vanessa merasakan, bahwa ia merasa sangat menikmati permainan tersebut, bahkan merasakan kenikmatan tiada tara, kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Saat itu, Mikhael dan Clement pun merasa tak bermasalah. Bahkan, kemudian mereka bertiga berencana untuk melakukannya lagi di sebuah kamar hotel. Namun ternyata pada akhirnya jiwa Mikhael mulai ragu. Apalagi setelah ia memergoki ternyata Vannesa dan Clement telah melakukannya terlebih dahulu tanpa mengikutsertakannya. Ia merasa cemburu dengan Clement. Cemburu, iri, dan rendah diri dengan kelebihan yang dimiliki Clement; kecerdikan dengan kekayaannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cold Shower sebenarnya menyajikan kisah yang krusial tentang masalah-masalah dewasa. Tentang persahabatan yang kuat, tentang masalah-masalah yang timbul dalam sebuah keluarga... bahwa pada dasarnya suatu kondisi apapun tidak akan persis sama seiring waktu berjalan. Sepasang sahabat belum tentu menjadi sepasang sahabat pada waktu-waktu mendatang, begitu pula dengan sepasang kekasih. Pun dengan keluarga yang tak harmonis, tak akan selalu menjadi keluarga yang ribut setiap waktunya. Kejahatan, kebaikan, keburukan maupun keindahan di dunia ini selalu bersifat dinamis... sesuai dengan sifat manusia, yang menjadi lakonnya...&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-1669732684156293198?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/1669732684156293198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=1669732684156293198' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1669732684156293198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/1669732684156293198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/resensi-cold-shower-film-prancis-yg.html' title='RESENSI -- COLD SHOWER (Film Prancis yg ditayangkan Qfestival)'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtZbhLKDGLI/AAAAAAAAAGk/nvlQf74PCx0/s72-c/Cold_Showers_film.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3960991523561949839</id><published>2007-08-28T13:31:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:18.240+08:00</updated><title type='text'>BOOK REVIEW -- THE HUSBAND, Dean Koontz</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtOzlbKDGHI/AAAAAAAAAGE/aOtw8bpm1QI/s1600-h/the+husband+dean+Konntz.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103620258267338866" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" height="327" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtOzlbKDGHI/AAAAAAAAAGE/aOtw8bpm1QI/s320/the+husband+dean+Konntz.jpg" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa membayangkan jika salah satu anggota keluarga yang kita sayangi diculik oleh penculik berdarah dingin yang meminta uang tebusan sebanyak 18 milyar ? (Jadi ingat kisah Raisya di negeri kita…) Ah… padahal untuk hidup sehari-hari saja kita sudah begitu mengetatkan anggaran…&lt;br /&gt;Itulah yang dialami oleh Mitch Rafferty, tokoh utama dalam Novel “The Husband” karya Dean Koontz, pengarang terkenal Amerika, yang masuk dalam urutan teratas novel terlaris di negaranya.&lt;br /&gt;Mitch hanyalah seorang tukang kebun sederhana yang selalu berpikir positif dan menganggap bahwa dunia dan sekelilingnya dipenuhi oleh keindahan dan kebaikan yang tulus. Namun pandangan hidupnya berubah seketika setelah istri tercintanya, Holly, tiba-tiba disandera oleh para penculik yang nampaknya cukup profesional dan meminta tebusan 2 juta dollar tanpa adanya keterlibatan polisi. Mulanya Mitch berpikir bahwa para penculik tersebut pasti salah sasaran karena ia hanyalah orang biasa yang tidak mungkin mendapatkan uang sejumlah tersebut. Rekeningnya sendiri hanya memiliki sebelas ribu dollar. Namun ketika para penculik itu kemudian menuntun dan memberi petunjuk bagaimana cara ia mendapatkan uang tersebut, akhirnya Mitch mengetahui motif para penculik, yang sebenarnya sasaran utama mereka adalah kakak kandung tersayangnya yang ternyata bersifat jauh dari dugaannya. Kakak yang selama ini dianggapnya sebagai pengayom dan pelindung adik-adiknya, kakak yang dianggapnya orang paling sukses namun sangat baik hati, ternyata tak lebih seperti seorang monster bermuka dua berdarah dingin dan tak berperasaan, yang bahkan tega membunuh kedua orang tuanya sebagai aksi balas dendam atas perlakuan masa kecilnya yang menjengkelkan.&lt;br /&gt;Mitch, seorang yang sederhana dan berhati lurus, kini dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus sendirian dalam melawan kejahatan dan kebengisan yang menghampiri dirinya. Hanya dengan satu kekuatan luar biasa -- yakni kekuatan cinta, Mitch kini telah berubah menjadi sosok yang tangguh, gesit, tabah dan penuh strategi. Demi cintanya pada Holly, istrinya, Mitch akan melakukan apapun, bahkan termasuk menjadi seorang pembunuh sekalipun.&lt;br /&gt;Dalam the husband, Koontz menulis dan bercerita dengan gaya yang sangat detail dan kronologis, sehingga pembaca bahkan bisa berdebar-debar dan berkeringat tiap-tiap mengikuti aksi-aksi yang penuh kejutan dalam novel ini. Pun pembaca mudah memahami pesan-pesan moral tersirat yang hendak disampaikan novel ini.&lt;br /&gt;Meski ahli dalam mencipta novel-novel jenis thriller penuh misteri yang fantastis, namun Koontz kemudian menjadi sosok moralis dalam tiap-tiap bukunya (tak terkecuali dengan the husband). Sedang dalam the husband sendiri, salah satu hal yang hendak disampaikan Koontz pada para pembacanya yakni, bahwa pada dasarnya kehidupan di dunia ini hanya terdiri dari sisi-sisi hitam dan putih saja. Sedang faktor lain maupun sebab dari aspek psikologi dalam diri manusia atau sekitarnya, hanyalah riak-riak gelombang dalam air kehidupan semata.&lt;br /&gt;Diantara karya-karya Koontz, the husband lebih melibatkan dan menekankan aspek-aspek psikologi. Tiap-tiap karakter yang ada, entah itu Mitch ataupun para penculik itu sendiri, tak lepas dari keterlibatan sisi-sisi psikologi dalam dirinya.&lt;br /&gt;The husband yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebanyak 408 halaman oleh penerbit Alvabet pada bulan agustus 2007 ini bisa menjadi pilihan buku yang asyik dibaca bagi penggemar novel thriller. Apalagi brand yang telah diraih sebagai novel terlaris menurut versi NewYork Times yang telah diterjemahkan dalam 20 bahasa di 22 negara, The Husband sangat layak direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3960991523561949839?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3960991523561949839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3960991523561949839' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3960991523561949839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3960991523561949839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/book-review-husband-dean-koontz.html' title='BOOK REVIEW -- THE HUSBAND, Dean Koontz'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtOzlbKDGHI/AAAAAAAAAGE/aOtw8bpm1QI/s72-c/the+husband+dean+Konntz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-165541551018647877</id><published>2007-08-27T17:00:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:20.252+08:00</updated><title type='text'>ESAI PHOTO -- GELAR IDUL FITRI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKW4rKDGEI/AAAAAAAAAFs/AgvzHE9ZASY/s1600-h/shalat+id+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103307228165904450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 229px; CURSOR: hand; HEIGHT: 157px" height="185" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKW4rKDGEI/AAAAAAAAAFs/AgvzHE9ZASY/s320/shalat+id+2.jpg" width="255" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWsrKDGDI/AAAAAAAAAFk/oLWZFbuTByE/s1600-h/shalat+id.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103307022007474226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 226px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px" height="183" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWsrKDGDI/AAAAAAAAAFk/oLWZFbuTByE/s320/shalat+id.jpg" width="257" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWfrKDGCI/AAAAAAAAAFc/8IvlwJrx0vw/s1600-h/pengemis+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103306798669174818" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 229px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" height="145" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWfrKDGCI/AAAAAAAAAFc/8IvlwJrx0vw/s320/pengemis+2.jpg" width="253" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKVhLKDGAI/AAAAAAAAAFM/yMBbU9Y9uSs/s1600-h/nangis+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103305724927350786" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 215px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="155" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKVhLKDGAI/AAAAAAAAAFM/yMBbU9Y9uSs/s320/nangis+2.jpg" width="260" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWH7KDGBI/AAAAAAAAAFU/8y6vaHz3YH0/s1600-h/pengemis+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103306390647281682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 220px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="160" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKWH7KDGBI/AAAAAAAAAFU/8y6vaHz3YH0/s320/pengemis+1.jpg" width="289" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUb7KDF-I/AAAAAAAAAE8/VIvxhW_AGpo/s1600-h/gadis+cilik+berjilbab+BW.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103304535221409762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 157px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" height="195" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUb7KDF-I/AAAAAAAAAE8/VIvxhW_AGpo/s320/gadis+cilik+berjilbab+BW.jpg" width="183" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUK7KDF9I/AAAAAAAAAE0/2v5HvptVpJ0/s1600-h/nangis+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103304243163633618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" height="159" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUK7KDF9I/AAAAAAAAAE0/2v5HvptVpJ0/s320/nangis+1.jpg" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUrLKDF_I/AAAAAAAAAFE/S2FMh-ujik8/s1600-h/membersihkan+koran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103304797214414834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 235px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" height="139" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKUrLKDF_I/AAAAAAAAAFE/S2FMh-ujik8/s320/membersihkan+koran.jpg" width="284" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKT0bKDF7I/AAAAAAAAAEk/dnWx-UnFUHQ/s1600-h/bisik-bisik+saat+shalat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103303856616576946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 225px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="162" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKT0bKDF7I/AAAAAAAAAEk/dnWx-UnFUHQ/s320/bisik-bisik+saat+shalat.jpg" width="261" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKTmrKDF6I/AAAAAAAAAEc/qQX13DlSx6M/s1600-h/asik+main+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103303620393375650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="199" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKTmrKDF6I/AAAAAAAAAEc/qQX13DlSx6M/s320/asik+main+2.jpg" width="153" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKTZ7KDF5I/AAAAAAAAAEU/XW9xc-PGU8g/s1600-h/asik+main+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103303401350043538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="138" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKTZ7KDF5I/AAAAAAAAAEU/XW9xc-PGU8g/s320/asik+main+1.jpg" width="221" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Semoga di hari yang fitri, segala perbuatan dan tingkah laku manusia maupun alam menjadi refleksi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-165541551018647877?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/165541551018647877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=165541551018647877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/165541551018647877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/165541551018647877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/gelar-idul-fitri.html' title='ESAI PHOTO -- GELAR IDUL FITRI'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKW4rKDGEI/AAAAAAAAAFs/AgvzHE9ZASY/s72-c/shalat+id+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-4399023534961705579</id><published>2007-08-27T16:24:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:21.761+08:00</updated><title type='text'>ESAI PHOTO -- CERIA KALA BERAKSI... (Peringatan hari Anak Nasional 2007; Ancol, 23 Juli 2007)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKM_rKDF2I/AAAAAAAAAD8/TqYCdrGvTlU/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103296353308710754" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="176" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKM_rKDF2I/AAAAAAAAAD8/TqYCdrGvTlU/s320/7.jpg" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKM_7KDF3I/AAAAAAAAAEE/GQQCdnDvTxo/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103296357603678066" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 209px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" height="214" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKM_7KDF3I/AAAAAAAAAEE/GQQCdnDvTxo/s320/8.jpg" width="209" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKNALKDF4I/AAAAAAAAAEM/B9OQjOpqP-4/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103296361898645378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="233" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKNALKDF4I/AAAAAAAAAEM/B9OQjOpqP-4/s320/9.jpg" width="177" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-LKDFzI/AAAAAAAAADk/xQ3rDJlUpoY/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103295228027279154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="181" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-LKDFzI/AAAAAAAAADk/xQ3rDJlUpoY/s320/4.jpg" width="256" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLrKDFyI/AAAAAAAAADc/4uwWK4_-8Sg/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103294360443885346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 219px; CURSOR: hand; HEIGHT: 157px" height="215" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLrKDFyI/AAAAAAAAADc/4uwWK4_-8Sg/s320/3.jpg" width="219" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLLKDFwI/AAAAAAAAADM/kG4RxTbF9Eo/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103294351853950722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="238" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLLKDFwI/AAAAAAAAADM/kG4RxTbF9Eo/s320/1.jpg" width="158" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-7KDF1I/AAAAAAAAAD0/2EwBFn3yZMs/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103295240912181074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="252" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-7KDF1I/AAAAAAAAAD0/2EwBFn3yZMs/s320/6.jpg" width="175" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-LKDF0I/AAAAAAAAADs/5f-nsxpMDX0/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103295228027279170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 167px" height="188" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKL-LKDF0I/AAAAAAAAADs/5f-nsxpMDX0/s320/5.jpg" width="277" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLbKDFxI/AAAAAAAAADU/EyJ8IjlgZcY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103294356148918034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 219px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" height="186" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKLLbKDFxI/AAAAAAAAADU/EyJ8IjlgZcY/s320/2.jpg" width="251" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak-anak bersorak ceria... karena Bapak dan Ibu Presiden telah tiba...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Waah... ternyata pak SBY itu masih ganteng, ya... Ibu Ani juga cantik banget...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ssssttt.... jangan berisik trusss.... bentar lagi Bapak dan Ibu Presiden lewat di depan kita lohh... Jangan sampai salah nada ato gerakan loh ya...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak ada yang tak sumringah... tak ada yang tak gembira...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perayaan Hari Anak Nasional di Dufan, Ancol, Jakarta - Utara begitu meriah! banyak anak Indonesia unjuk kebolehan. Disaksikan presiden, tentunya akan menjadi kebanggaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-4399023534961705579?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/4399023534961705579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=4399023534961705579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4399023534961705579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/4399023534961705579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/esai-photo-ceria-kala-beraksi.html' title='ESAI PHOTO -- CERIA KALA BERAKSI... (Peringatan hari Anak Nasional 2007; Ancol, 23 Juli 2007)'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtKM_rKDF2I/AAAAAAAAAD8/TqYCdrGvTlU/s72-c/7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-3793774566429147797</id><published>2007-08-27T15:21:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:22.866+08:00</updated><title type='text'>RESENSI FILM -- SUPERBAD</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ-A7KDFmI/AAAAAAAAAB8/95p7mEV_1Jg/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103279882109130338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 251px" height="282" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ-A7KDFmI/AAAAAAAAAB8/95p7mEV_1Jg/s320/9.jpg" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika senang dengan film-film sejenis American Pie, maka karya Film Amerika teranyar yang mengekspos tentang cerita kehidupan warna-warni remaja ala Amerika ini boleh dijadikan referensi yang bagus untuk ditonton. Superbad, film yang berdurasi 114 menit dan disutradarai oleh Greg Motolla ini tergolong dalam genre komedi yang cukup menghibur. Karena berkisah tentang kehidupan remaja ABG, maka topik yang paling hangat dan selalu menarik, antara lain berkaitan dengan seputar seksualitas. Namun bukan berarti film ini tak pelak untuk ditonton karena dianggap terlalu vulgar dan tergolong berating x. Toh ternyata Superbad telah masuk dalam nominasi teen Choice Award kategori komedi remaja, juga dimasukkan dalam film unggulan musim panas pilihan tahun 2007.&lt;br /&gt;Mungkin karena penulis cerita adalah Seth Rogen dan Evan Goldberg, dua sahabat sejati sejak kecil, maka tokoh utama dalam film ini pun diberi nama Evan (Michael Cera), pemuda yang nampak selalu canggung, pendiam, lugu, namun punya otak yang lumayan cerdas; dan&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ8xLKDFhI/AAAAAAAAABU/8QBq_pw5hu0/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103278512014562834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 259px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" height="176" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ8xLKDFhI/AAAAAAAAABU/8QBq_pw5hu0/s320/1.jpg" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Seth (Jonah Hill), pemuda yang memiliki kelebihan berat bedan, banyak omong, dan menggandrungi segala urusan dan topik yang berbau seks.&lt;br /&gt;Seperti layaknya tradisi kelulusan anak-anak SMU Amerika, Seth dan Evan pun tak mau ketinggalan dalam merayakan kelulusan mereka. Apalagi setelah ini mereka berdua akan berpisah karena ternyata pilihan college mereka berbeda. Maka, tekad dan niat mereka untuk membuat’sesuatu’ yang lain pada acara perpisahan nanti pun semakin kuat. Ada anggapan, bahwa saat perpisahan kelulusan sekolah adalah saat terakhir dan paling pas untuk melepaskan kevirginitasan seseorang. Ad&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9VrKDFjI/AAAAAAAAABk/WgH1225BPN4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103279139079788082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 272px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" height="197" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9VrKDFjI/AAAAAAAAABk/WgH1225BPN4/s320/4.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;alah sesuatu yang membanggakan jika dapat melakukan itu. Pastinya pun dianggap berhasil melewati masa-masa transisi, dari ABG menuju dunia dewasa. Maka, Seth dan Evan pun mulai menyusun strategi untuk melaksanakan misi tersebut. Dengan dibantu rekan mereka yang lain, Fogell (Christopher Mintz – Plasse), mereka berencana hendak membeli beberapa minuman beralkohol (tentunya, Fogell sudah menyiapkan kartu identitas palsu supaya mereka diijinkan membeli minuman keras) untuk kemudian diberikan pada para gadis top sekolah pujaan mereka, dengan harapan, setelah para gadis itu mabuk berat, mereka bersedia diajak tidur.&lt;br /&gt;Namun ternyata kenyataan tak berjalan mulus sesuai rencana. Semuanya mulai menjadi amburadul, seperti digambarkan dalam adegan Fogell yang tiba-tiba ter&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9AbKDFiI/AAAAAAAAABc/YvzvZaipP_U/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103278774007567906" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 181px" height="188" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9AbKDFiI/AAAAAAAAABc/YvzvZaipP_U/s320/3.jpg" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;libat dengan para polisi konyol, beberapa undangan lain yang tak bersahabat, dan keributan-keributan kecil lainnya. Pada akhirnya mereka menyadari ternyata hal-hal yang mereka bayangkan bakal mulus terjadi, pada kenyataannya tak semudah yang dibayangkan. Namun justru karena telah menjalani ‘masa-masa sulit’ tersebut, mereka memetik buah kesadaran sendiri tentang arti kedewasaan dan solidaritas.&lt;br /&gt;Alur cerita ini cukup mudah diikuti dan lumayan segar sebagai hiburan. Meski begitu, penggambaran dialog maupun scene dalam film ini pun sebenarnya banyak pula yang tak sesuai dengan kebudayaan timur kita. Sebut saja salah satu adegan yang mempertontonkan beberapa ABG yang mabuk karena minuman keras, adegan sedang melihat situs porno di internet, seorang pria yang sedang menghirup kokain kemudian menawar&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9k7KDFkI/AAAAAAAAABs/rC-kSj1Ws14/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103279401072793154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="173" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9k7KDFkI/AAAAAAAAABs/rC-kSj1Ws14/s320/5.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kannya pada ABG, oknum polisi yang merokok kemudian menyuruh remaja ABG untuk mencobanya, hingga keagresifan perempuan yang mengarah pada hal-hal yang mengacu pada perbuatan seksual. Beberapa dialog dan kata-kata pun bisa dibilang banyak yang ‘seharusnya’ disensor. Meski begitu, unsur kekerasan dalam film ini digambarkan secara komik dan komedi, sehingga meninggalkan kesan yang tak terlalu serius, misalnya bagaimana seorang laki-laki yang masih bisa bertahan meski telah dihantam mobil berkali-kali, atau seorang laki-laki yang menonjok muka seorang gadis dengan kepalanya, namun hanya menghasilkan bekas lebam menghitam di seputar matanya. Jadi, film ini pun layak dijadikan tontonan segar, kocak dan cukup menghibur.&lt;br /&gt;Superbad mencoba untuk menampilkan suatu potret kehidupan remaja yang alamiah di Amerika. Dengan memakai tokoh Seth dan Evan, Superbad menjadi lebih realistis ketimbang dongeng ciderella atau cerita super hero, dimana tokoh utama selalu perfeksionis, ideal, dan memperoleh kemenangan mutlak di akhir cerita. Gejolak, rasa penasaran, dan perjalanan proses menuju arah kedew&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9wrKDFlI/AAAAAAAAAB0/uIhriRXW1w4/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103279602936256082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 176px" height="176" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ9wrKDFlI/AAAAAAAAAB0/uIhriRXW1w4/s320/8.jpg" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;asaan yang dialami oleh Seth dan Evan, pun cukup mewakili apa yang ada dalam benak dan pikir remaja Amerika dewasa ini. Bahkan beberapa hal yang dianggap buruk dan paling nista sekalipun ternyata tidak mudah dijalani.&lt;br /&gt;Justru dalam Superbad, seolah-olah ditekankan pesan bahwa niat yang buruk, maka jalan dan hasil yang diperoleh pun takkan mulus dan sukses. Meski begitu, dalam meraih hikmah, tak melulu tersari pada hal-hal yang baik dan bermoral. Maka, Superbad pun bisa dijadikan refleksi…&lt;br /&gt;Jadi… Jika penasaran dengan filmnya, tunggu saja tanggal mainnya (itupun jika diperbolehkan beredar di Indonesia, lho…)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-3793774566429147797?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/3793774566429147797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=3793774566429147797' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3793774566429147797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/3793774566429147797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/resensi-film-superbad.html' title='RESENSI FILM -- SUPERBAD'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJ-A7KDFmI/AAAAAAAAAB8/95p7mEV_1Jg/s72-c/9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142864968894972379.post-6437489524539444057</id><published>2007-08-27T12:54:00.000+08:00</published><updated>2008-11-19T04:04:24.227+08:00</updated><title type='text'>ESSAY PHOTO -- Dengan Layangan, aku senang...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJamrKDFfI/AAAAAAAAABE/DeZPQbyI8Lk/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103240948230591986" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" height="162" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJamrKDFfI/AAAAAAAAABE/DeZPQbyI8Lk/s320/5.jpg" width="261" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJaa7KDFeI/AAAAAAAAAA8/q7l7bIoG27M/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103240746367129058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 261px; CURSOR: hand; HEIGHT: 161px" height="203" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJaa7KDFeI/AAAAAAAAAA8/q7l7bIoG27M/s320/4.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZ97KDFcI/AAAAAAAAAAs/QGy8Hzysy3c/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103240248150922690" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" height="189" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZ97KDFcI/AAAAAAAAAAs/QGy8Hzysy3c/s320/2.jpg" width="239" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103240518733862354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="161" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJaNrKDFdI/AAAAAAAAAA0/dra8o7k5qaI/s320/3.jpg" width="267" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rizky, 5 tahun, seorang anak pemulung yang tinggal di kawasan kumuh kebon pala - Jakarta Timur hanyalah satu dari sekian banyak anak-anak pemulung yang&lt;a title="1" href="http://arientw.wordpress.com/2007/08/27/esai-photo-dengan-layangan-aku-senang/1/" rel="attachment wp-att-7" mce_href="http://arientw.wordpress.com/2007/08/27/esai-photo-dengan-layangan-aku-senang/1/"&gt;&lt;/a&gt; riang gembira menyambut sore meski mendung, dengan layangan di tangan dan berlarian menyusuri kali yang hanya tinggal genangan air tak mengalir dan berbau busuk... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Some of them haven't get formal education, because of their poverty. When I asked, why didn't they go to school, they said that they prefer help their parent... In other hand, the goverment commits to give formal education freely for the age of 5 - 14 years old.&lt;br /&gt;So... why does Rizky still play the kite.... ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZr7KDFbI/AAAAAAAAAAk/HISL0nFFa2Y/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZr7KDFbI/AAAAAAAAAAk/HISL0nFFa2Y/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZr7KDFbI/AAAAAAAAAAk/HISL0nFFa2Y/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103239938913277362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJZr7KDFbI/AAAAAAAAAAk/HISL0nFFa2Y/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142864968894972379-6437489524539444057?l=arientw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arientw.blogspot.com/feeds/6437489524539444057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2142864968894972379&amp;postID=6437489524539444057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6437489524539444057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142864968894972379/posts/default/6437489524539444057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arientw.blogspot.com/2007/08/esai-photo-dengan-layangan-aku-senang.html' title='ESSAY PHOTO -- Dengan Layangan, aku senang...'/><author><name>Arien T. W</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00906224733446210737</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vca-DUFZvbA/RtJamrKDFfI/AAAAAAAAABE/DeZPQbyI8Lk/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
